Kasih Natal Apa Yang Sudah Diberikan?

Arthalyana Br. Tamsar Kwh’24

Natal bukan hanya sekadar perayaan tahunan yang dipenuhi kemewahan pohon bercahaya, lagu-lagu merdu, atau berbagai hadiah. Natal adalah waktu untuk merenungkan kasih yang telah kita terima dan kasih yang telah kita berikan. Lewat kelahiran Kristus, Tuhan menunjukkan contoh kasih yang paling mulia-kasih yang tanpa syarat, tanpa pamrih, dan tanpa batasan.

Saat Yesus lahir di tempat yang sederhana, Ia membawa pesan penting bagi seluruh dunia: kasih bukanlah tentang apa yang kita miliki, tetapi tentang apa yang kita dedikasikan. Dalam kasih itu, tidak ada pembeda berdasarkan status, harta, atau latar belakang. la hadir untuk semua orang, mulai dari para gembala hingga orang-orang bijak dari Timur. Namun, pertanyaannya adalah, sudahkah kita menyebarkan kasih itu kepada orang lain?

Jika jawabannya belum, inilah saatnya untuk memulai. Tidak ada kata terlambat untuk menjadi lebih penuh kasih. Tidak ada tindakan yang terlalu kecil untuk menjadi berkat, karena dalam tangan Tuhan, bahkan pemberian yang sederhana bisa merubah hidup orang lain

Natal sebagai Awal, Bukan di akhir Kasih yang dirasakan pada Natal tidak boleh berhenti setelah pohon dinyalakan atau hadiah terakhir dibuka: Natal adalah awal untuk menjalani hidup dalam kasih setiap harinya. Buatlah kasih menjadi bagian dari cara hidup, bukan hanya sekadar tradisi-musiman.

Opini ( Unduh )

5 1 vote
Article Rating