September 2025

“RESUFLE KABINET MERAH PUTIH, ARAH INDONESIA KEDEPANNYA”

Reshuffle Kabinet Merah Putih kembali menjadi perhatian publik karena dianggap sebagai upaya Presiden untuk menyesuaikan strategi pemerintahan di tengah dinamika politik, ekonomi, dan sosial yang semakin kompleks. Namun, pergantian menteri bukan sekadar persoalan kursi kekuasaan, melainkan juga ujian arah bangsa ke depan: apakah langkah ini akan menghasilkan tata kelola yang lebih efektif atau justru sekadar kompromi politik.

Bagi mahasiswa, isu ini penting untuk dikaji secara kritis karena masa depan bangsa tidak terlepas dari kualitas kepemimpinan yang ada saat ini. Reshuffle harus dilihat bukan hanya sebagai peristiwa politik elitis, tetapi juga sebagai cerminan sejauh mana pemerintah mampu menjawab tantangan nyata: lapangan kerja, pendidikan, korupsi, serta keberpihakan pada rakyat kecil.

Dengan demikian, pembahasan reshuffle kabinet bukan hanya tentang siapa yang duduk di kursi menteri, melainkan tentang ke arah mana Indonesia bergerak. Mahasiswa sebagai generasi penerus perlu mengawasi, mengkritisi, sekaligus menawarkan gagasan segar agar perubahan politik benar-benar membawa kemajuan, bukan sekadar pergantian wajah di lingkar kekuasaan



Mei 2025

Buruh Sang Jantung Bangsa

Buruh memiliki peran sentral dalam menggerakkan perekonomian Indonesia. Mereka menjadi ujung tombak dalam berbagai sektor vital, mulai dari industri manufaktur, jasa, hingga transportasi. Meski kontribusinya besar, realitas menunjukkan bahwa buruh masih menghadapi berbagai persoalan serius, seperti upah yang belum layak, sistem kerja kontrak dan outsourcing yang merugikan, serta kebijakan yang belum sepenuhnya berpihak pada mereka. Salah satu bentuk perlawanan atas ketidakadilan tersebut adalah penolakan terhadap Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law), yang dinilai mengurangi hak-hak buruh, mulai dari pesangon, status kerja, hingga jaminan sosial. Aksi unjuk rasa yang dilakukan para-buruh dari berbagai daerah mencerminkan betapa kuatnya semangat perjuangan untuk mempertahankan hak dan kesejahteraan mereka.

Melalui tema “Buruh Sang Jantung Ekonomi Bangsa.” kita diingatkan bahwa buruh bukan sekadar pelengkap dalam sistem produksi, melainkan penopang utama kehidupan ekonomi nasional. Kesejahteraan buruh berbanding lurus dengan stabilitas ekonomi dan sosial masyarakat. Maka dari itu, perhatian terhadap hak-hak buruh serta peningkatan kualitas hidup mereka menjadi hal yang mutlak. Perjuangan buruh adalah perjuangan untuk keadilan sosial dan kemanusiaan, yang seharusnya mendapat dukungan dari seluruh elemen bangsa-pemerintah, pengusaha, dan masyarakat luas. Dari tema ini kita diajak untuk merespon dan memperjuangkan hak hak mereka saat ini.

 

April 2025

Kebangkitan Membawa Harapan

Kita sebagai mahasiswa, kehidupan perkuliahan tidak selalu mudah. Tekanan akademik, tuntutan masa depan, serta masalah pribadi sering kali membuat kita merasa terjatuh, lelah, bahkan kehilangan arah. Namun, Paskah mengingatkan kita bahwa setiap kejatuhan bukanlah akhir. Ada harapan yang menanti, ada kekuatan dalam kebangkitan, dan ada masa depan yang bisa dibangun kembali.

Melalui tema mading “Kebangkitan Membawa Harapan”, kami ingin mengajak seluruh mahasiswa untuk merefleksikan makna terdalam dari Paskah dalam kehidupan sehari-hari—bahwa di balik kegagalan, kekecewaan, dan pergumulan, selalu ada peluang untuk bangkit. Kebangkitan bukan hanya soal bangun dari kejatuhan, tetapi juga tentang menyalakan kembali semangat, harapan, dan iman untuk terus melangkah.

 

Maret 2025

Mahasiswa Produktif, Cerdas Kelola Keuangan

Mahasiswa dituntut untuk mampu mengelola waktu dan keuangan dengan baik agar dapat menjalani kehidupan akademik, organisasi, dan sosial secara seimbang. Namun, banyak yang masih menghadapi kesulitan dalam membangun produktivitas yang efektif dan mengatur keuangan dengan bijak. Kesibukan kuliah dan berbagai aktivitas sering kali menyebabkan mahasiswa kehilangan fokus dalam menyelesaikan tugas-tugasnya, sementara kurangnya literasi keuangan membuat mereka cenderung boros atau bahkan mengalami kesulitan finansial. Jika tidak dikelola sejak dini, kebiasaan ini dapat berdampak negatif pada masa depan, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional.

Tema ini diangkat karena pentingnya membangun kesadaran akan manajemen waktu dan keuangan di kalangan mahasiswa. Dengan meningkatnya tuntutan akademik dan ekonomi yang semakin kompleks, mahasiswa perlu memiliki strategi yang efektif untuk meningkatkan produktivitas serta mengelola keuangan secara cerdas. Mading ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan inspirasi mengenai cara mengoptimalkan waktu dan finansial agar mahasiswa dapat mencapai tujuan akademik dan pribadi tanpa terbebani masalah yang dapat dihindari. Selain itu, setiap mahasiswa yang berkontribusi dalam mading ini akan mendapatkan manfaat berupa wawasan baru, pengalaman berbagi pengetahuan, serta dorongan untuk menerapkan kebiasaan yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.

 

Februari 2025

Ekonomi Bertumbuh dalam Green Economy

Ekonomi yang bertumbuh secara berkelanjutan sangat penting untuk menghadapi tantangan global yang semakin kompleks, salah satunya adalah perubahan iklim dan kerusakan lingkungan. Pada era modern ini, kebutuhan akan pembangunan ekonomi yang ramah lingkungan semakin mendesak. Green Economy (Ekonomi Hijau) adalah konsep yang mengedepankan pertumbuhan ekonomi tanpa merusak lingkungan dan sumber daya alam. Dalam konsep ini, fokus utamanya adalah meminimalkan polusi, mengurangi penggunaan sumber daya alam yang berlebihan, dan mendorong penggunaan energi terbarukan.

Tema “Ekonomi Bertumbuh dalam Green Economy” dipilih karena relevansi yang tinggi dengan kondisi global saat ini, di mana kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan semakin meningkat. Di bulan Februari ini, tema ini menjadi sangat penting untuk mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, tentang bagaimana ekonomi dapat berkembang tanpa mengorbankan keberlanjutan planet kita. Dengan beralih ke praktik green economy, kita tidak hanya menciptakan lapangan pekerjaan baru, tetapi juga menjaga keseimbangan ekologis untuk generasi yang akan datang.

Pentingnya pengembangan green economy menjadi semakin jelas, mengingat berbagai dampak negatif dari pada eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan. Oleh karena itu, pemahaman dan penerapan green economy dalam kehidupan sehari-hari sangat diperlukan agar pertumbuhan ekonomi dapat terwujud secara berkelanjutan dan ramah lingkungan.

 

Januari 2025

Jalan Menuju Impian: Tak Ada yang Terlambat di Tahun Baru

Mari berfokus pada kesempatan dan harapan yang datang bersama tahun baru. Tahun baru sering kali dianggap sebagai titik awal untuk memulai sesuatu yang baru, namun banyak orang merasa takut atau ragu untuk melangkah. Tema ini mengajak setiap individu untuk tidak merasa terlambat mengejar impian mereka, dan bahwa setiap langkah kecil menuju tujuan besar sangat berarti. Melalui tema ini kita dapat terinspirasi untuk berbagi cerita, pengalaman, dan pesan motivasi yang membangun semangat untuk memulai dan terus berjuang meskipun ada tantangan. Dengan tema ini, setiap karya kita tidak hanya menjadi karya visual, tetapi juga media untuk merefleksikan diri dan memberikan semangat pada orang lain dalam menghadapi perjalanan hidup di tahun baru.

 

Desember 2024

Kasih Natal: “APA YANG SUDAH KITA BERIKAN?”

“Kasih Natal: Apa yang sudah kita berikan?” mengangkat pemikiran mendalam tentang makna sejati dari perayaan Natal, yang lebih dari sekadar tradisi atau perayaan dengan hadiah dan pesta. Natal seharusnya menjadi momen refleksi tentang bagaimana kita menyalurkan kasih, berbagi, dan memberi bukan hanya dalam bentuk materi, tetapi juga dalam tindakan dan perhatian yang tulus kepada sesama. Tema ini mengajak kita untuk mengevaluasi kontribusi pribadi dalam menyebarkan kasih, baik dalam keluarga, komunitas, maupun lingkungan sekitar.

Natal adalah perayaan kelahiran Yesus Kristus, yang datang ke dunia sebagai bentuk kasih Tuhan kepada umat manusia. Dalam semangat ini, Kasih Natal harus menjadi cermin bagi kehidupan kita, menginspirasi kita untuk memberikan kebaikan, pengertian, dan dukungan kepada orang lain. Latar belakang tema ini adalah pentingnya memahami bahwa memberikan kasih tidak selalu berarti memberikan barang-barang atau hadiah mewah, tetapi bisa berarti memberikan perhatian, waktu, pengorbanan, atau berbagi kebahagiaan dengan sesama.

Melalui mading ini, diharapkan semua dapat terinspirasi untuk bertanya pada diri sendiri: Apa yang sudah kita berikan untuk menunjukkan kasih kita kepada orang lain? Sudahkah kita berbuat lebih baik, peduli, dan membantu mereka yang membutuhkan? Dalam merayakan Natal, mari kita jadikan perayaan ini lebih bermakna dengan memaknai arti kasih kita kepada dunia sekitar, dan dengan demikian, menjadi agen perubahan yang membawa kebahagiaan dan damai.

 

November 2024

Generasi Muda : Penggerak Demokrasi dalam Pilkada

Pilkada bukan sekadar ajang pemilihan kepala daerah, melainkan bagian penting dari upaya membangun demokrasi yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia. Generasi muda memiliki peran yang sangat penting sebagai pemilih dan menjaga keberlanjutan demokrasi di Indonesia. Namun, banyak anak muda yang masih kurang terlibat atau apatis terhadap proses demokrasi ini. Padahal, suara dan partisipasi mereka dapat membawa perubahan besar dan mendorong terpilihnya pemimpin yang lebih baik.

Mading ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran generasi muda tentang pentingnya partisipasi mereka dalam demokrasi. Dengan memahami peran mereka, diharapkan generasi muda dapat menjadi agen perubahan yang kritis, bijaksana, dan mendukung terwujudnya pemerintahan yang bersih dan berpihak pada rakyat.

 

Oktober 2024

Semangat Sumpah Pemuda Untuk  Membangun Generasi Anti Kekerasan

Semangat Sumpah Pemuda yang dicetuskan pada tanggal 28 Oktober 1928 merupakan tonggak penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, di mana para pemuda dari berbagai daerah bersatu demi cita-cita bersama, yaitu Indonesia yang merdeka dan bersatu.

Di tengah tantangan zaman modern, seperti meningkatnya kasus kekerasan baik fisik maupun mental, sangat penting bagi generasi muda untuk memegang teguh nilai-nilai luhur Sumpah Pemuda. Untuk Data yang terinput pada tanggal 1 Januari hingga saat ini, terdapat 19.234 kasus yang terjadi di Indonesia . Yang dimana terdapat 4.165 Korban kekerasan terhadap Laki-laki, dan 16.682 Korban kekerasan terhadap Perempuan (sumber: https://kekerasan.kemenpppa.go.id/ringkasan )
Dari Kasus-kasus yang sudah terjadi ini memberitahukan kepada masyarakat untuk saling menghormati, dan tidak melakukan kekerasan, seperti Kekerasan dalam memukul, menendang, kekerasan seksual, Penganiayaan, pembunuhan, Kekerasan Dalam Rumah Tangga, dan masih banyak lagi. Yang dimana kita sebagai generasi penerus Bangsa harus berupaya untuk menurunkan angka kekerasan yang terjadi di Indonesia.

 

September 2024

G30S: Dampak Sosial, Politik, dan Ekonomi di Indonesia

Peristiwa Gerakan 30 September (G30S) adalah salah satu momen paling penting dan kontroversial dalam sejarah Indonesia. Peristiwa ini tidak hanya menandai perubahan besar dalam pemerintahan dan politik Indonesia, tetapi juga membawa dampak luas dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya bangsa. Hingga saat ini, G30S masih menjadi subjek diskusi dan perdebatan di berbagai kalangan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Pemilihan tema “G30S: Dampak Sosial, Politik, dan Ekonomi di Indonesia” untuk mading ini bertujuan untuk memberikan edukasi yang menyeluruh dan mendalam tentang salah satu peristiwa paling signifikan dalam sejarah Indonesia. Dengan menampilkan berbagai perspektif, tema ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan diskusi kritis mengenai peristiwa G30S, serta mendorong refleksi terhadap dampaknya yang luas hingga saat ini.

 

Mei 2024

Kenali, Perjuangkan, dan Lindungi Hak Hak Buruh

Tulisan ini bisa dimulai dengan menggambarkan kondisi buruh di berbagai sektor industri, baik di tingkat lokal maupun global. Ini melibatkan analisis tentang ketidaksetaraan dalam upah, kondisi kerja yang tidak aman, eksploitasi, dan kurangnya perlindungan terhadap hak-hak dasar pekerja. Selain itu, penting untuk menyoroti sejarah gerakan buruh dan pencapaian penting dalam memperjuangkan hak-hak buruh di masa lalu. Dengan konteks ini, tulisan ini dapat menggali lebih dalam untuk menyoroti tantangan terkini yang dihadapi oleh buruh, seperti dampak teknologi dan globalisasi, serta mengidentifikasi langkah-langkah konkret yang dapat diambil untuk meningkatkan kondisi buruh dan melindungi hak-hak mereka.

 

April 2024

Wanita, Pendidikan, dan Kemandirian Ekonomi

perkembangan peran wanita dalam pendidikan dan ekonomi, serta hubungan antara keduanya dalam memperkuat kemandirian ekonomi wanita.
Seiring berjalannya waktu, wanita telah memperoleh akses yang lebih besar terhadap pendidikan, yang memungkinkan mereka untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk berkontribusi pada ekonomi. Pendidikan memberikan dasar yang kuat bagi kemandirian ekonomi wanita, karena dengan memiliki keterampilan dan pengetahuan yang memadai, mereka dapat lebih mandiri secara finansial. Selain itu, peningkatan kemandirian ekonomi wanita juga dapat meningkatkan keberdayaan mereka dalam masyarakat, memungkinkan mereka untuk mengambil peran yang lebih aktif dalam pengambilan keputusan dan mencapai tujuan-tujuan pribadi dan profesional.

 

Maret 2024

Moment Hari Besar Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Hari-hari besar atau momen keagamaan dan budaya sering kali memiliki dampak signifikan pada pertumbuhan ekonomi suatu negara. Perayaan seperti Natal, Idul Fitri, Tahun Baru, dan perayaan budaya lainnya memicu lonjakan aktivitas konsumen, meningkatkan permintaan barang dan jasa, serta memicu pertumbuhan sektor-sektor tertentu dalam perekonomian. Fenomena ini tidak hanya terjadi di tingkat lokal, tetapi juga di tingkat global, dengan banyak negara mengalami peningkatan aktivitas ekonomi selama momen-momen penting ini.

Namun demikian, peningkatan aktivitas ekonomi yang signifikan selama momen-momen besar ini juga dapat berkontribusi pada meningkatnya tingkat inflasi. Permintaan yang melonjak tajam sering kali tidak seimbang dengan penawaran barang dan jasa, yang dapat mengakibatkan peningkatan harga secara keseluruhan dalam perekonomian. Selain itu, kebijakan moneter yang longgar selama momen-momen besar ini untuk mendorong konsumsi juga dapat memicu tekanan inflasi lebih lanjut.

Manajemen inflasi menjadi kunci penting dalam memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang dicapai selama periode tersebut berkelanjutan dan tidak merugikan bagi kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Jadi bagaimana hubungan antara momen-momen besar dan pertumbuhan ekonomi, serta strategi untuk mengelola inflasi yang mungkin timbul sebagai akibat dari aktivitas ekonomi yang meningkat selama periode tersebut.

 

Februari 2024

Peran Media Sosial dalam Pemilu

Dalam era digital yang semakin terhubung, media sosial telah menjadi saluran utama untuk berbagi informasi, berdiskusi, dan berpartisipasi dalam proses politik. Pada pemilu sebelumnya, kita telah menyaksikan bagaimana platform-platform media sosial seperti Twitter, Facebook, dan YouTube memainkan peran yang signifikan dalam membentuk opini publik dan memengaruhi hasil pemilihan. Fenomena ini tidak hanya mencakup kampanye resmi dari kandidat dan partai politik, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat dalam membagikan konten politik dan menyuarakan dukungan atau kritik terhadap calon dan isu-isu tertentu.

Namun, sementara media sosial telah membuka peluang baru untuk berpartisipasi dalam proses politik, mereka juga telah menimbulkan kekhawatiran serius terkait penyebaran informasi yang tidak akurat atau manipulatif. Fenomena berita palsu atau hoaks telah menjadi perhatian khusus, di mana informasi yang salah atau menyesatkan dapat dengan cepat menyebar melalui platform-media sosial dan mempengaruhi persepsi publik. Oleh karena itu, penting untuk memahami peran media sosial dalam pemilu 2024 secara komprehensif, termasuk bagaimana penggunaannya dapat memengaruhi proses demokratis dan bagaimana tantangan yang terkait dengan penyebaran informasi yang tidak benar dapat diatasi untuk memastikan integritas dan transparansi dalam pemilihan.

 

Januari 2024

Strategi Keuangan Cerdas: Meniti Sukses di Tahun yang Baru

Karya tulis ini bertujuan memberikan panduan praktis untuk mengelola keuangan secara efektif dan mencapai kesuksesan finansial di tahun yang baru. Mulai dari perencanaan anggaran hingga investasi yang cerdas, tulisan ini akan membahas langkah-langkah konkret yang dapat diambil pembaca untuk membangun stabilitas keuangan mereka.

Isi Karya Tulis:

1.Perencanaan Anggaran:

Menetapkan tujuan finansial tahunan.
Membuat anggaran yang realistis dan disesuaikan dengan tujuan.
Investasi yang Cerdas:

Memahami berbagai opsi investasi yang sesuai dengan profil risiko.
Strategi diversifikasi portofolio untuk mengurangi risiko.

2. Manajemen Utang:

Tips efektif untuk mengelola dan mengurangi utang.
Memahami perbedaan antara utang baik dan buruk.

3. Pengembangan Sumber Penghasilan:

Mengeksplorasi peluang untuk meningkatkan pendapatan.
Mengembangkan keterampilan atau hobi menjadi sumber penghasilan tambahan.

4. Asuransi dan Proteksi Finansial:

Pentingnya asuransi untuk melindungi aset dan keluarga.
Meninjau kebutuhan asuransi dan melakukan penyesuaian jika diperlukan.
Penutup: Dengan mengikuti panduan ini, diharapkan pembaca dapat mengelola keuangan mereka secara bijak, meningkatkan stabilitas finansial, dan meraih kesuksesan yang lebih besar di tahun yang baru.

 

Desember 2023

Merenung, Memandang, dan Menyelami Makna Mejati Natal

Natal adalah kelahiran Yesus Kristus ke dalam dunia. Yesus lahir dari Roh Kudus, sudahkah kita juga lahir dari Roh Kudus sehingga ada satu realitas kehidupan Allah bekerja dalam hidup kita. Dan kita dapat disebut Manusia ciptaan baru, di mana semua hidup yang lama telah berlalu dan kehidupan Kristus datang dan nyata dalam hidup kita (Yohanes 3:1-5 “Kamu harus dilahirkan kembali, apa yang dilahirkan dari roh adalah roh, apa yang dilahirkan daging adalah daging”). Pertanyaan untuk kita renungkan sebagai umat Tuhan adalah, sudahkah kita lahir dari Roh-Nya, sehingga kita dapat memulai sesuatu yang baru di dalam Kristus Yesus, Tuhan kita?

Didalam cahaya lembut lampu Natal yang bersinar di sepanjang jalan, suasana tenang merayap masuk ke dalam hati. Pohon-pohon hias dengan gemerlap lampu, sementara suasana kehangatan menyelimuti rumah-rumah. Di tengah hiruk-pikuk persiapan, momen ini mengundang kita untuk merenung, memandang kembali perjalanan sepanjang tahun, dan menyelami makna sejati Natal.

November 2023

Satu Indonesia Beragam Kita

Hari Toleransi Internasional adalah hari momentum untuk melakukan refleksi dan mengampanyekan kesadaran untuk saling menghargai dan menghormati perbedaan satu sama lain. Hari Toleransi Internasional dideklarasikan oleh UNESCO pada saat HUT Ke-50 Perserikatan Bangsa-Bangsa Pada 16 November 1995.

Jajak Pendapat Litbang “Kompas” dalam rangka Hari Toleransi Internasional 16 November 2022 dapat kita jadikan acuan, jawabannya menggembirakan. 72,6 persen responden menilai masyarakat Indonesia masih menjunjung tinggi nilai toleransi. Namun Sebanyak 47,6 persen responden menyampaikan pendapatnya bahwa toleransi beragama perlu ditingkatkan kembali sikap tenggang rasa dan toleransinya.

Apalagi maraknya kasus penistaan agama yang yang baru-baru ini terjadi mengutip laman Kompas contoh nya saja, Penistaan Agama yang dilakukan oleh Panji Gumilang di Indramayu, TikToker Morteza Mengaku Khilaf Saat Melakukan Penistaan Agama, dan masih banyak lagi.

Kita selaku Masyarakat Indonesia harus menjungjung tinggi Bhineka Tunggal Ika dan kita selaku Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia harus lebih peka terhadap kondisi lingkungan yang saat ini tengah terjadi di negeri kita Indonesia.

 

Oktober 2023

Kewirausahaan Pemuda Untuk Mewujudkan Indonesia yang Berdaya Saing

        Peran pemuda sangat sentral dalam pembangunan nasional. Apalagi menjelang puncak bonus demografi tahun 2030, pemuda yang jumlahnya mencapai 64,19 juta jiwa itu bisa sangat menentukan keberlanjutan pembangunan ekonomi bangsa. Langkah yang perlu dilakukan adalah membangkitkan semangat kewirausahaan pemuda untuk melahirkan wirausaha-wirausaha muda yang mampu membuka lapangan kerja. Saat ini, jumlah wirausahawan Indonesia yang tercatat pada tahun 2019 masih sekitar 3,4%. Persentase tersebut masih tergolong rendah dibandingkan negara-negara serumpun lainnya.

Karena itu, pemerintah berusaha mebangkitkan semangat kewirausahaan pemuda dan menggerakkan pemuda sebagai motor pembangunan ekonomi nasional dan mewujudkan Indonesia sebagai negara yang memiliki daya saing di kancah internasional. Tahun 2024 diharapkan jumlah wirausahawan Indonesia menjadi 4% agar Indonesia bisa tergolong sebagai negara yang berdaya saing. Dan itu sudah termasuk dengan para wirausahawan muda yang berkontribusi.

Pemuda adalah generasi penerus kepemimpinan bangsa. Untuk membangkitkan semangat wirausaha pemuda, maka pemuda harus diarahkan potensi dan perilakunya agar bisa menjadi wirausaha muda yang sukses memanfaatkan berbagai peluang. Kewirausahaan pemuda ini bukan hanya urusan satu sektor. Tapi merupakan urusan banyak sektor.

Karena itu kita harus saling bergandengan, duduk bersama mengembangkan kewirausahaan pemuda. Ini perlu dilakukan agar berbagai program dan kegiatan bisa terfokus dan meningkatkan semangat kewirausahaan pemuda.

 

September 2023

Bagaimana Peluang Generasi Z dalam Perekonomian

        Sebagai generasi yang dilahirkan ketika teknologi informasi berkembang pesat, tak heran jika Gen Z punya ciri khas yang menonjol dan membedakannya dengan generasi sebelumnya. Salah satunya adalah kehandalan dalam penguasaan teknologi informasi sejak dini. Kita bahkan sulit sekali lepas dari perangkat teknologi seperti handphone dan internet. Karena itu beberapa sebutan lain disematkan kepada Gen Z yang menggambarkan perilaku seperti dalam menggunakan teknologi, seperti iGeneration, Generasi Net, Digital-Native, dan Gen Tech. Saat ini banyak sekali Anak sekolah, Mahasiswa dan seluruh anak di Indonesia yang menggunakan teknologi seperti Handphone,bahkan anak kecil pun tidak dapat lepas dari handphone.

Keberadaan Generasi Z atau Gen Z bukan hanya sebatas pengkategorian generasi. Gen Z saat ini diperkirakan berusia 10-25 tahun. Meskipun belum semua Generasi Z memasuki usia produktif yaitu kisaran 15-64 tahun menurut BPS, tetapi sekitar 5 tahun lagi seluruhnya akan masuk usia produktif. Ketika itu terjadi Gen Z memegang peranan penting dalam banyak lini kehidupan.

Kondisi demikian memberi pengaruh besar terhadap pola pikir dan perilaku Gen Z. Dalam dunia Kampus contohnya,banyak sekali mahasiswa yang menggunakan teknologi untuk mengerjakan tugas kuliah mereka,baik yang sedang proses perkuliahan maupun dalam proses menyelesaikan perkuliahan.

Kondisi demikian memberi pengaruh besar terhadap pola pikir dan perilaku Gen Z. Dalam dunia kerja misalnya, Gen Z lebih menyukai bekerja dengan memanfaatkan teknologi. Tak heran jika perusahaan rintisan bidang teknologi atau Start-up menjadi tempat kerja yang banyak diminati Gen Z.

Selain perusahaan Start-up, bidang pekerjaan yang berkaitan dengan digital juga banyak diminati seperti youtuber, podcaster, digital marketer, desainer grafis, blogger dan sebagainya. Di tangan Gen Z, media sosial pun tak lagi sekadar wadah mengunggah foto atau tulisan tetapi juga tempat mencari cuan melalui berbagai profesi seperti selebgram, influencer, tiktoker, content creator, dan sebagainya.

Kalau kita ingat-ingat kembali, orang-orang dulu harus bekerja keras hingga meninggalkan kampung halaman hanya untuk mendapatkan pekerjaan yang memadai. Namun sekarang, digitalisasi memungkinkan orang-orang bekerja dari rumah dan bisa menghasilkan pendapatan besar melalui pekerjaan-pekerjaan yang disebutkan tadi.

Era digital memang tidak hanya menciptakan kemudahan akses informasi tetapi juga akses ke strata ekonomi yang lebih tinggi menjadi semakin terbuka. Siapapun punya kesempatan mendapat pekerjaan dan penghidupan yang lebih layak. Dipadukan dengan kerja keras dan skill, maka tidak ada yang tidak mungkin untuk dicapai. Bahkan pada banyak kasus cukup bermodalkan berjoget di depan kamera dan mempostingnya ke
media sosial saja sudah bisa mendapatkan penghasilan.

Terlebih lagi pekerjaan-pekerjaan digital tidak semuanya bergantung kepada pihak lain. Seorang youtuber misalnya tidak harus menunggu adanya open recruitment dari pihak tertentu melainkan bisa terjun langsung. Semakin sukses seorang youtuber memungkinkan ia menggunakan jasa orang lain untuk mendukung keperluannya. Artinya bukan tidak mungkin Gen Z dengan pekerjaan digital mereka juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Lantas bagaimana tanggapan kita sebagai mahasiswa kritis? Bagaimana tanggapan kita sebagai mahasiswa kini yang juga merupakan generasi Z yang kemudian akan ikut berperan dalam kemajuan indonesia kita? Apakah ekonomi di era digital yang sedang terjadi saat ini mampu menjamini kesejahteraan Indonesia yang akan datang?

 

Agustus 2023

Bersama Kita Bangkit Teruskan Cita Para Pahlawan

          Pada masa awal kemerdekaan Indonesia kehidupan masyarakat Indonesia masih belum mapan sebagai sebuah negara dengan berbagai macam permasalahannya. kondisi ekonomi pada masa awal kemerdekaan sangat memprihatinkan karena inflasi, belum punya mata uang Republik Indonesia, peredaran mata uang asing, dan kas negara kosong. Secara politik, keadaan Indonesia di awal kemerdekaan belum mapan, terjadi ketegangan, kekacauan dan berbagai insiden. Hal ini dikarenakan masih adanya sisa pasukan Jepang dan datangnya kembali Belanda untuk berkuasa di Indonesia.  Sedangkan pada masalah sosial, sebagaian besar masyarakat Indonesia pada masa awal kemerdekaan hidup dibawah garis kemiskinan.

Dengan demikian, kondisi awal Indonesia pada bidang sosial, ekonomi dan politik sangat memprihatinkan karena secara politik  terjadi ketegangan, kekacauan dan berbagai insiden yang mengancam kedaulatan indonesia. Sementara itu kondisi perekonomian negara masih sangat memprihatinkan karena inflasi, sedangakan pada masalah sosial sebagian masyarakat Indonesia pada masa awal kemerdekaaan hidup dibawah garis kemiskinan.banyak pengorbanan pahlawan yang telah gugur demi memajukan Negara Indonesia

Saat ini seperti yang kita lihat banyak sekali para Pejuang Bangsa Indonesia yang menanamkan cita-cita nya karena tidak sanggup dalam memenuhi biaya pendidikan nya serta tanggung jawab yang harus dia ambil dalam memenuhi kebutuhan nya  maka salah satu hal yang dapat kita lakukan adalah memperbaiki Perekonomian kita , memperbaiki sistem politik kita , mendorong menjadi lebih baik bersama para pejuang bangsa yang akan meneruskan cita para Pahlawan agar tidak ada lagi Penindasan yang dilakukan Negara lain terhadap Negara Indonesia maupun tidak ada lagi penindasan dalam Negara sendiri.

 

       Mei 2023

“PERAN AI DALAM PERKEMBANGAN EKONOMI DIGITAL”

Artificial Intelligence atau yang biasa disingkat AI merupakan teknologi yang sebenarnya sudah dikembangkan sejak lama dan seiring perkembangannya sudah mempengaruhi manusia di segala aspek kehidupan. Menurut Russel dan Norvig “Kecerdasan Buatan adalah Suatu program komputasi yang dapat membuat mesin bekerja layaknya kecerdasan manusia; seperti mengambil keputusan, memecahkan masalah, dan melakukan prediksi,karena AI memiliki kemampuan yang hampir sama dengan manusia, maka AI disebut juga Kecerdasan Eksternal atau External Intelligence.

Awal pengembangan AI dilakukan oleh Amerika Serikat dengan perusahaan IBM dan dilanjutkan oleh Microsoft selama lebih dari 25 tahun.Amerika Serikat mengembangkan teknologi pertahanan dan keamanan melalui DARPA atau Defense Advanced Research Projects Agency yang telah beroperasi selama lebih dari 60 tahun.

Seiring dengan perkembangan Zaman, Artificial Intelligence  (AI) atau kecerdasan buatan manusia semakin memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Manfaat-manfaat yang dapat dirasakan dari keberadaan kecerdasan buatan antara lain, Meminimalisir kesalahan, efesiensi pekerjaan, memaksimalkan sektor industri. Namun AI juga memiliki dampak buruk seperti membuat manusia menjadi malas dan berkurangnya lapangan pekerjaan karena digantikan oleh AI.

Pemanfaatn AI bisa memengaruhi tingkat perkembangan ekonomi suatu negara. Dampak yang bisa dirasakan dengan adanya campur tangan teknologi AI bisa ditemukan di berbagai sektor, di antaranya, Manufaktur, pedidikan, keuangan dan perbankan, transfortasi, kesehatan atc.

 

         April 2023

ARTI DAN MAKNA PASKAH BAGIKU

TANGGAL 2 APRIL, UMAT KRISTIANI DI SELURUH DUNIA MEMPERINGATI HARI JUMAT AGUNG DAN DI HARI MINGGUNYA AKAN MERAYAKAN PASKAH. SUDAH MENJADI TRADISI, SETIAP TAHUN UMAT KRISTEN PROTESTAN DAN KATOLIN MERAYAKAN PASKAH. HARI ITU DIMAKNAI SEBAGAI HARI PENGAMPUNAN UMAT KRISTEN KEPADA TUHAN YANG TELAH RELA DISALIBKAN DAN WAFAT DI KAYU SALIB DEMI MENYELAMATKAN HIDUP UMAT-NYA. PASKAH MERUPAKAN HARI PERINGATAN KEMATIAN YESUS KRISTUS SANG JURU SELAMAT KE SURGA. PASKAH MENJADI HARI KEMENANGAN YESUS KRISTUS DARI KEMATIAN. DIA MENGORBANKAN DIRINYA UNTUK MENEBUS KESALAHAN DAN DOSA UMAT MANUSIA. KEBANGIKITAN YESUS MEMBERIKAN PENGHARAPAN BAGI UMAT-NYA YANG TELAH DITEBUS DENGAN DARAH MILIK TUHAN YESUS. TIGA HARI SETELAH YESUS KRISTUS MENINGGAL DI KAYU SALIB. ARTINYA, HARI KEBANGKITAN YESUS ADALAH KEHIDUPAN YANG KEKAL. KEHIDUPAN ABADI TERSEBUT DIBERIKAN KEPADA UMAT MANUSIA.

PASKAH JUGA MEMPUNYAI ARTI SENDIRI YANG KHUSUS DALAM KEHIDUPAN KITA MASING-MASING, KEMATIAN KRISTUS YANG TELAH MENEBUS DOSA KITA. KEBANGKITAN KRISTUS YANG MEMBERIKAN PENGHARAPAN BAGI KITA, KITA JUGA SEBAGAI UMAT KRISTEN YANG TELAH DITEBUS OLEH DARAH TUHAN YESUS. DALAM PERNJANJIAN LAMA DI DALAM ALKITAB, PASKAH SERING DISEBUT DENGAN NAMA PASSOVER ATAU JUGA SERING DIBILANG DENGAN KATA LAIN YAITU PESAKH YANG BERASAL DARI KATA IBRANI. NAMUN YANG SEKARANG BERGANTI NAMA MENJADI PASCHA YANG SEKARANG SERING KITA KENAL. DENGAN JUGA MENGADAKAN UPACARA KORBAN DOMBA PASKAH, INI MERUPAKAN SUATU TUGAS DAN PERINTA TUHAN AGAR DIKENANG OLEH MUSA SAN BANI-BANI ORANG ISRAEL (KELUARAN 12: 14-17). SEJALAN BERJALANNYA DENGAN MAKNA PASKAH DI PERJANJIAN LAMA, PASKAH JUGA MEMPUNYAI PERAN PENTING DALAM PERJANJIAN BARU. PERJANJIAN BARU MENUNJUKKAN CINTA KASIH, ANUGERAH, DAN KUASA YANG DIBERIKAN OLEH ALLAH KITA. ALLAH MELUPUTKAN UMAT MILIK-NYA DARI KUTUK DAN MAUT, MEMBEBASKAN ORANG PERCAYA DARI PERBUDAKAN DOSA SERTA MEMBERIKAN KEPASTIAN KEBANGKITAN KEKAL DI AKHIR ZAMAN, MELALUI KEBANGKITAN KRISTUS. JADI, APA ARTI DAN MAKNA PASKAH UNTUKMU?.


Maret 2023

MENJADI MAHASISWA YANG CERDAS ME-MANAGE KEUANGAN

Manajemen keuangan pribadi sangatlah penting dalam mendukung terwujudnya tujuan-tujuan masa depan mahasiswa. Dengan melakukan pengelolaan terhadap keuangan pribadi, maka mahasiswa tahu akan tujuan yang 2 ingin dicapai, dan memanfaatkan pengelolaan sumber daya keuangan secara optimal untuk mencapai tujuan tersebut. Dengan mengoptimalkan pengelolaan keuangan pribadi, maka individu secara bertanggung jawab mampu merencanakan dan mewujudkan masa depannya.

Proses pengelolaan keuangan itu sangat penting bagi mahasiswa agar mampu memilah sehingga mampu menyisihkan dananya untuk menabung maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari. Minimnya pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan akan menyebabkan mahasiswa itu gagal untuk mengatur keuangannya. Selain itu, secara dominan sebagai mahasiswa cenderung bersikap konsumtif, dimana mahasiswa memiliki berbagai keinginan dan terbawa arus dalam berkonsumsi serta rata-rata mahasiswa belum mampu untuk dapat menyisihkan dananya untuk menabung dana yang dimilikinya. Padahal semestinya sebagai seorang mahasiswa yang belajar tentang ekonomi dan literasi keuangan seperti manajemen keuangan, akuntansi manajemen dan mata kuliah lainnya yang membahas pemahaman mengenai literasi keuangan seharusnya lebih cerdas dan bijak dalam mengatur uangnya.

Selain itu, secara dominan sebagai mahasiswa cenderung bersikap konsumtif, dimana mahasiswa masih memiliki jiwa yang labil dan mudah terpengaruh oleh lingkungan yang ada di sekitarnya terutama dalam berkonsumsi serta rata-rata mahasiswa belum mampu untuk menyisihkan dananya untuk menabung maupun untuk berinvestasi sedikit dana yang dimilikinya.

 


Februari 2023

SYUKURKU ATAS KARYA TUHAN DALAM HIDUPKU

      Ada 24 jam dalam sehari, 30 hari dalam sebulan, dan ada 12 bulan dalam setahun. Tapi selama itu, sudahkah kamu menunjukkan kasih kepada orang kamu sayangi? Sudah berapa banyak kamu menunjukkan kasih terhadap sesama? Dari kecil hingga dewasa saat ini kita senantiasa mendapatkan cinta dan kasih dari Tuhan kita. Memang benar bahwa Tuhan tidak hadir secara nyata di hadapan kita disaat kesulitan kita. Ia tidak memberikan tanggannya untuk menopang kita saat kita terjatuh, tidak memberikan kita makan saat kita kelaparan, tidak memberikan uang tunai disaat kita tidak mempunyai uang, dan tidak memberikan kita pekerjaan disaat kita butuh kerja. Ia mempunyai cara yang terkadang membuat kita bingung dan tidak kita sadari, yakni melalui karyanya.

Tuhan menunjukkan kasih kepada setiap umat-Nya melalui karyanya. Disaat umat-Nya membutuhkan kekuatan, Ia akan memberikan kita masalah yang akan membuat kita semakin kuat. Disaat umat-Nya menginginkan kesuksesan dan uang yang banyak, Tuhan akan berikan kegagalan yang banyak juga untuk membuat kita menjadi seorang yang sangat sukses dan berhasil. Namun banyak kita yang tidak menyadari rancangan Tuhan akan hidup kita. Jawaban Tuhan yang tidak sesuai dengan harapan kita membuat kita terlebih dahulu kecewa dengan hal tersebut sehingga kemudian meninggalkan Tuhan.

Yeremia pasal 29 ayat 11, berbunyi “Sebab Aku ini megetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan”. Nafas kehidupan dan kesehatan yang masih kita rasakan sampai saat ini adalah bukti dari cinta kasih Tuhan Yesus yang masih menyelimuti kita. Lantas apa yang membimbangkan hati kita akan kuasa Tuhan? Dari ayat diatas, jelas bahwa Tuhan sudah mempunyai rancangan atas hidup kita masing-masing. Saya percaya karena Tuhan sudah berkarya atas hidup saya. Jika kamu adalah orang percaya, apa karya Tuhan yang telah terjadi dalam hidupmu?

 

        Januari 2023

“New Year, New Resolution

Apa resolusi Anda untuk tahun 2022 ini? Sebagian besar dari kita mengakhiri tahun 2022 dengan perasaan campur aduk, mengingat dampak pandemi masih juga betah menggantung di udara. Rasa haru, syukur dan getir boleh jadi terasa, namun semangat menyambut asa tetap ada. Tak heran, beberapa hari terakhir ini, media sosial kita semua diwarnai gegap gempita aneka konten menyambut 2023.Isinya beraneka resolusi: mulai dari janji untuk hidup sehat, berhenti merokok, olahraga teratur, rutin membaca buku, mengurangi waktu berselancar di dunia maya, lebih menyayangi diri sendiri, mulai berlatih bermeditasi, lebih banyak melewatkan waktu dengan orang-orang tercinta dan lain sebagainya. Efektifkah?

Psychology Today setiap awal tahun merilis artikel ilmiah populer membahas tentang rutinitas manusia urban yang satu ini. Tahun demi tahun, sederetan artikel di Psychology Today bisa dirangkum dalam uraian berikut ini. Dilansir 74 persen dari kita mencanangkan resolusi tahun baru. Resolusi tahun baru yang populer adalah lebih giat berolahraga. Menariknya, berdasarkan penelitian berbasis aplikasi kebugaran yang otomatis mencatat aktivitas olahraga, sebagian besar dari kita menyerah kalah, tak usah jauh-jauh, di tanggal 19 Januari kita sudah membuang resolusi kita ke tempat sampah.

Mengejutkan? Ternyata tidak juga, kita sendiri sejujurnya tak heran melihat kebiasaan kita sendiri. Padahal kita sendiri tahu, nanti di tahun depan mendatang, kita pun mengulangi hal yang sama. Lagi dan lagi, kita semua mengakhiri tahun dengan aneka gagasan besar tentang rencana jitu menjadi versi terbaik dari kita, semua itu bertahan tak lebih dari 2-3 minggu saja. Psychology Today melansir penelitian yang mengkaji apakah ada resolusi tahun ini berhasil dilakukan. Hanya 19 persen yang melaporkan bahwa resolusi awal tahun tersebut membawa setidaknya pada sejumlah capaian di sepanjang tahun. Sisanya? Bahkan ingat resolusinya pun tidak.

Pertanyaan yang perlu diajukan pada diri sendiri adalah: Mengapa semua ini bisa terjadi? Menyitir kembali Psychology Today, resolusi tahun baru yang kita tetapkan seringkali memang suatu “hil yang mustahil” dikutip dari pelawak Asmuni. Turun 10 kg dalam waktu 1 bulan jelas-jelas bak sulap, toh bisa jadi kita pernah tak masuk akal menetapkan sasaran sespektakuler ini.

Selain itu, kita cenderung tidak merinci dalam setiap langkah yang bisa dicapai. Kita juga gagal mengantisipasi aneka tantangan. Alhasil begitu sasaran ini terlepas beberapa kali, akhirnya kita pun menarik napas panjang, mengangkat bahu lalu berkata pada diri sendiri, “Ah, ya sudahlah…”

Lalu harus bagaimana? Inilah pertanyaan berikut yang perlu kita tanyakan pada diri sendiri. Apakah sebaiknya kita lupakan saja membuat resolusi tahun baru? Psychology Today tidak menyarankan untuk sepenuhnya menghapus ritual ini, tetapi menawarkan sudut pandang lain yang menempatkan pada pentingnya makna (meaning).

Cobalah Anda gali terlebih dahulu: ada apa di belakang resolusi tahun baru Anda? Jika Anda memakaninya secara personal, maka resolusi tersebut menjadi sulit Anda lepaskan begitu saja. Resolusi tahun baru seringkali membuat kita terjebak pada ‘tahun baru.’ Titik ini dipandang laksana momen magis perwujudan sebuah dimensi temporal yang memisahkan masa lampau yang suram dan masa depan yang gilang gemilang. Jebakan cara berpikir seperti itulah yang justru harus kita bongkar. Bagaimana caranya? Caranya lepas dari penjara waktu dan mulai melakukan hal yang tampaknya membosankan: rutinitas.

Psychology Today mengajak kita melihat apa yang kita lakukan secara berkala di sepanjang hari. Apakah kita punya kebiasaan menonton televisi tanpa henti dari jam 20.00 sampai jam 21.00? Jika demikian, maka gantilah rutinitas tersebut dengan yang lain. Jika Anda ingin hidup sehat, maka slot waktu 1 jam tersebut Anda ganti dengan rutinitas berikut. Tuliskan apa yang ingin anda capai serinci mungkin dengan detail sejelas mungkin, jika perlu ikutilah kaidah asdikamba: apa, siapa, dimana, kapan, mengapa dan bagaimana.

Lalu apa? Lihatkah rumusan Anda. Apakah Anda menggunakan kalimat negatif, contohnya: saya tidak akan lagi menunda-nunda? Jika ya, maka maka coba ubah resolusi tersebut dalam kalimat positif yang rinci, misalnya: saya akan berolahraga mengikuti aplikasi kebugaran di ponsel pintar saya selama minimal 30 menit di antara pukul 20.00-21.00.

Kemudian? Lakukanlah.

Jadikan hal tersebut kebiasaan. Set pengingat di ponsel agar Anda tak terlupa. Ajak anggota keluarga yang lain untuk berolahraga bersama. Hilangkan kebiasaan lain yang berpotensi melemahkan tujuan, misalnya ramai-ramai pesan martabak untuk cemilan malam.

Setelah melakukan ini semua, apakah resolusi tahun baru kita dipastikan berhasil sepenuhnya? Sebagian mungkin ada yang tercapai, sebagian lagi bisa juga gagal. Beberapa sasaran ambyar bahkan di bulan pertama, sementara lainnya mungkin masih ada yang bisa terselamatkan.

Tak apa-apa, maafkanlah diri Anda karena Anda sejatinya manusia biasa. Cobalah berbicara pada diri sendiri menggunakan nada yang positif seolah-olah Anda sedang menghibur sahabat Anda (positive self-talk). Apa yang terjadi? Hal apa yang saya bisa pelajari dari langkah-langkah yang ternyata kurang berhasil? Apakah ada pembelajaran yang bisa saya petik tentang diri saya sendiri?

Sejatinya bukan ‘tahun baru’ yang menjadi esensi. Resolusi menjadi diri yang baru bisa kita jalani bukan hanya di detik-detik antara jam 00.00 tanggal 31 Desember dan 1 Januari. Bukan tiap ganti kalender, tetapi tiap bulan, tiap hari, bahkan tiap detik, kita bisa menjadi diri kita yang lebih baik.

‘Resolusi tahun baru’ tidaklah penting-penting benar, yang perlu adalah resolusi ‘tiap hari.’ Menjalani hidup dengan bermakna, merinci tujuan dengan rencana, melangkah dengan renjana dan bercermin dengan seksama – maka kita pun akan jadi ‘manusia baru’ bukan cuma di tahun baru, tetapi setiap saat.

 

     Desember 2022

“Harmony of Chrismast”

Apakah itu Harmoni di hari Natal? Harmoni di hari Natal berarti semua orang merasakan hal-hal yang sama; sukacita Natal yang sama; kegembiraan Natal yang sama; perasaan Natal yang sama; dan sebagainya.  Firman Tuhan dalam 1 Petrus 1: 22 (Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu sungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hati). Hal-hal yang dapat kita pelajari dari nats ini adalah:

  1. HoC berarti merasakan damai Kristus lebih dulu

HoC adalah damailah, kita harus mengalami dan merasakan lebih dulu apa yang di sebut damai dari Kristus atau damai di dalam Kristus. Allah memberi tugas kepada Yesus turun jadi manusia supaya Kristus bisa memberi damai kepada manusia.  Oleh sebab, sebagai pengikut Kristus, sebagai orang yang percaya kepadaNya, kita harus lebih dahulu merasakan kasih Allah. Lebih dahulu Kristus sudah datang turun ke dalam dunia ini memberikan hidupnya. Yusuf dan Maria pun telah mengambil peran masing-masing.

Disisi lain, ada Harmoni  yang tidak berjalan. Dimana Herodes dan tentara-tentaranya ingin membunuh Yesus. Akibatnya semua bayi dibawa usia 2 tahun dibunuh, supaya tidak ada raja baru lagi yang lahir.  Tetapi Yusuf dan Maria telah membawa yesus keluar dan terhindar dari peristiwa pembantaian bayi dibawa umur 2 tahun tersebut. Ketika kita menjadi orang Kristen, kita harus memberikan kasih, berbagi kasih, hal ini kalau tidak dilakukan, Harmoni  ini tidak akan terjadi. Paulus ketika belum menjadi rasul, ketika ia belum mengenal Kristus, ia tidak bisa membawa Harmoni, tapi setelah ia percaya dan mengenal Kristus, ada perubahan yang terjadi dalam hidupnya. Harmoni terjadi. Kita perlu tahu bahwa hidup ini oleh karena kasih Allah, dan bukan karena kita bisa ataupun mampu dalam hal apapun.

  1. HoC  berarti Hidup bukan untuk diri Sendiri lagi

Hidup kita sudah harus berubah. Dan oleh karena itu, hidup kita ini bukan untuk diri sendiri, hidup kita adalah juga untuk berbagi dengan orang lain. Kita mengasihi orang lain, seperti kisah drama di atas, supaya terjadi keserasian (Harmoni). Keserasian berarti hidup sebagai penyalur berkat Allah kepada orang lain. Kata pepatah: “Rejeki atau berkat kadang dilewatkan Allah kepada kita melalui orang lain”. Itu berarti rejeki ataupun berkat orang lain dilewatkan Allah juga melalui kita. Hidup kita harus menjadi penyalur berkat Allah bagi orang lain. 1 Yohanes 4:11 (Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita,  maka haruslah kita juga saling mengasihi). Level kasih Allah kepada kita menjadi level kasih kita kepada sesama manusia/orang lain.

Apakah kita memberikan barang yang berharga kepada orang lain? Sampai saat ini, orang sulit memberikan barang yang berharga kepada Tuhan ataupun kepada orang lain. Ingat kisah Janda Sarfat dalam Kitab raja membuatkan roti buat imam Elia. Padahal itu adalah makanan terakhir mereka. Ingat juga dalam perjanjian baru, seorang janda memberika persembahan dibait Allah dari kekurangannya bahkan dari seluruh kehidupannya. Kebanyakan kita memberik kolekte ataupun persembahan dari kelebihan maupun sisa-sisa belanjaan.  Bagaimana susahnya untuk mengasihi orang lain, jika kita sendiri dalam kekurangan?

Kita mengasihi orang lain karena Yesus sudah hidup di dalam diri kita. Melalui Roh Kudus, Allah dapat memampuhkan kita melakukan kasih dengan sungguh-sungguh. Berikanlah cinta di hari natal ini. Harmonisasi terjadi ketika ketulusan dan keikhlasan Allah  memberi kasihNYA kepada manusia. Perhatikan beberapa situasi keikhlasan dan ketulusan yang terjadi saat Yesus lahir. Tiga orang majus datang dari jauh-jauh membawa persembahan Emas-Mur dan Kemenyan dan mempersembahkannya kepada bayi Yesus. Para gembala di padang dengan ketulusan dan keiklasan datang mencari bayi Yesus dan menyembahnya, padahal tidak ada hubungan antara para gembala dengan Yesus. Setulus dan seikhlas itulah kita juga harus mengasihi Allah, mengasihi orang lain dan mengampuni orang lain. Sebab natal membawa damai.

Ketika Anda galau, misalnya karena lagi putus cinta. Kemudian ada teman telepon, ayo bro…kita jalan-jalan ke club malam, ke bar atau minum-minum aja biar bisa melupakan masalahmu. Atau ada teman lain yang telepon: ayo bro… kita berdoa dan baca Alkitab saja dari pada galau. Atau ada teman tidak perlu meneleponmu tapi datang dan memelukmu dan berkata: tenang bro, masih ada yang lain. Kalau Anda pilih ikut teman yang mana?

      Oktober 2022

“Bersatu Bangun Bangsa”

Pembangunan pemuda menjadi program penting bagi seluruh negara di dunia, karena pemuda merupakan aset terbesar bangsa sekaligus tumpuan harapan yang akan menegakkan kembali cita-cita bangsa, selain itu pemuda juga merupakan bagian dari roda perputaran zaman yang diharapkan kembali dapat menjadi agent of change.

Peran dan partisipasi pemuda sangat penting dalam membangun kesejahteraan masyarakat, sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa setiap negara selalu berusaha untuk membangun pengetahuan, keterampilan, dan karkater pemuda. Ada peribahasa mengungkapkan bahwa barang siapa menguasai pemuda, maka akan menguasai masa depan, berkaca dari peribahasa tersebut Indonesia sangat bertumpu kepada pemuda untuk mencapai tujuan nasional yang tercantum di dalam Pembukaan UUD 1945 alenia IV.

Maka dari itu, kami mengajak pembaca dari segala lapisan untuk bersama-sama membantu membangun bangsa kita bangsa Indonesia ini, dengan mengerjakan segala hal baik dan bermanfaat yang bisa kita lakukan dan tidak mengganggu kenyamanan sosial.

 

      September 2022

EUFORIA KULIAH OFFLINE

Setelah hampir dua tahun dilaksanakan kuliah online, kini kampus di Indonesia menerapkan kuliah offline. Tentu banyak hal yang perlu dipersiapkan, baik secara fisik, mental, dan yang paling penting adalah perlengkapan yang wajib dipersiapkan bagi para mahasiswa/i untuk memulai perkuliahan.

Kuliah online sudah menjadi kebiasaan bagi para mahasiswa, hal tersebut lantaran adanya pandemi covid-19. Namun, kini kebiasaan tersebut berubah sebab para mahasiswa/i akan memasuki kebiasaan baru yaitu kuliah offline. Tentu merubah kebiasaan lama ke kebiasaan baru perlu adanya persiapan.

Jika sebelumnya para mahasiswa/i harus melakukan pembelajaran secara online, tetapi kini mahasiswa/i akan bertemu secara langsung dengan dosen dan teman-teman lainya dan berkomunikasi secara langsung.Selama masa pandemi, memang perbedaan kuliah offline dan online sangat terasa bagi mahasiswa. Bagi mahasiswa/i yang baru pertama kali merasakan kuliah offline pasti ada rasa takut dan juga khawatir. Entah khawatir soal dosen yang killer, mata kuliah yang sulit, teman kuliah yang tidak sesuai ekspektasi, atau hal-hal lain. Tapi ada juga mahasiswa baru yang tidak sabar merasakan kuliah offine. Lain halnya dengan mahasiswa lama yang sudah pernah merasakan kuliah offline sebentar. Pandangan tentang kuliah offline yang mungkin sudah  sudah agak berubah. Misalnya baru bangun langsung buka laptop itu sudah biasa begitu. Tapi kalau offline nanti dihadapkan kebiasan lama, seperti bangun lebih pagi, melewati kemacet dulu baru sampai kampus, lari-lari dari parkiran pas buru-buru ke kampus.

Tidak sedikit  juga mahasiwa yang senang dengan kuliah offline seperti merasakan  Suasana Kampus kembali mulai dari suasana kelas, lorong-lorong kelas, spot-spot unik di kampus, belajar di perpustakaan, dan juga bertemu teman-teman di kuliah. Seperti belajar di kelas, menunggu kelas sambil eksplor kampus atau di kos dengan teman, sampai mengerjakan tugas dan mengobrol bersama. Semua hal-hal itu tidak bisa dilakukan saat kuliah online sehingga pasti banyak mahasiswa yang senang bisa bertemu dengan teman di kampus. Jadi banyak euforia atau perasaan dalam menghadapi kuliah offline setelah sekian lama mengikuti perkuliah secara online ataupun daring.

 

 

Agustus 2022

PULIH LEBIH CEPAT, BANGKIT LEBIH KUAT

Mencerminkan harapan bagi bangsa Indonesia agar senantiasa bersemangat dalam bertransformasi dan bertumbuh di tengah tantangan pandemi Covid-19. Dua tahun lebih ini Indonesia menghadapi tantangan dan ujian sejarah. Kecemasan sosial hingga tekanan ekonomi berat sangat dirasakan oleh rakyat Indonesia di penjuru tanah air. Namun di tengah keterpurukan, semua elemen bangsa bergerak bersama dan bergotong royong untuk mewujudkan harapan. Kita melihat bagaimana kinerja dari pemerintah dan gerakan dari masyarakat bersinergi bersama untuk mencapai percepatan pemulihan kondisi di semua sektor dan siap bangkit menghadapi tantangan global. Hari Kemerdekaan Indonesia ke-77 pada tahun ini merefleksikan bagaimana nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika mempersatukan kita dalam menghadapi tantangan yang ada.

Indonesia juga menjadi suara dari negara berkembang yang berkontribusi bagi penyelesaian berbagai permasalahan ekonomi atau tantangan yang dihadapi dunia. Dua tahun lebih ini Indonesia telah menghadapi tantangan dan ujian selama pandemi. Kecemasan sosial hingga tekanan ekonomi berat sangat dirasakan oleh rakyat Indonesia di penjuru tanah air. Di tengah keterpurukan, semua elemen bangsa bergerak bersama dan bergotong-royong untuk mewujudkan harapan.

Kita melihat bagaimana kinerja dari pemerintah dan gerakan dari masyarakat bersinergi bersama untuk mencapai percepatan pemulihan kondisi di semua sektor, serta siap bangkit menghadapi tantangan global. Hari Kemerdekaan Indonesia ke-77 pada tahun ini merefleksikan bagaimana nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika mempersatukan kita dalam menghadapi tantangan yang ada.

Dasar-dasar negara yang menuntun kita untuk bersama pulih lebih cepat agar siap menghadapi tantangan global dan bangkit lebih kuat untuk siap membawa Indonesia maju. Karakter visual yang mencerminkan rasa optimis dari bangsa yang dinamis, bersinergi, tegas, dan lugas dalam menghadapi tantangan global.

 

Mei 2022

BUKAN MAHASISWA BIASA

Mahasiswa adalah sebutan bagi orang yang sedang menempuh pendidikan tinggi. Mahasiswa terdiri dari dua kosa kata, “Maha” berarti pihak yang paling besar dan “ Siswa” yang berarti orang yang sedang belajar di tingkat pendidikan tertentu. Sehingga Mahasiswa adalah seseorang yang memiliki peran jauh lebih besar dibandingkan dengan siswa biasa. Beberapa hal yang membedakan antara mahasiswa dengan siswa biasa adalah mahasiswa mampu berfikir lebih rasional, selalu berorientasi ke masa depan, mampu memikul tanggung jawab yang berat, berani dalam bertindak dan menyuarakan, pribadi yang mandiri. Dan ada satu hal yang senantiasa melekat dalam diri seorang mahasiswa, yakni sikap kritis.

Masyarakat selalu menganggung-agungkan para mahasiswa karena mereka percaya bahwa mahasiswa adalah kaum intelektual yang mampu menyikapi permasalahan dan mengembalikan kesejahteraan rakyat. Mahasiswa kerap dikatakan sebagai “Agent of Change” dimana mahasiswa dipercaya mampu membuat perubahan kea rah yang lebih baik. Namun, apa yang telah dilakukan oleh mahasiswa masa kini? Apakah sikap kritis senantiasa dimiliki oleh mahasiswa saat ini?

Kondisi mahasiswa saat ini sangat jauh dari kondisi mahasiswa pada jaman dulu. Sikap kritis dan nasionalis, serta rasa peduli satu sama lain sudah semakin menurun. Sikap tidak mau tahu justru melekat pada mahasiswa saat ini. Tidak adanya lagi sikap kritis terhadap segala kebijakan baik dari pihak kampus dan pemerintahan. Hal ini membuat beberapa yang peduli menjadi tidak tampak dan terbungkam. Mahasiswa yang dulunya dianggap sebagai akademisi yang memiliki pendidikan lebih tinggi, nyatanya belajar hanyalah sebuah ajang formalitas. Mahasiswa sekarang hanya bisa mengkritisi tanpa memberi solusi serta menjadikan aksi demonstrasi sebagai gaya semata tanpa mengambil esensi yang tersirat. Sosial media hanya dijadikan topeng dibalik teriakan yang dilontarkan.

“Sadar terhadap lingkungannya dan panggilan Tuhannya”, merupakan Motivasi Pokok yang senantiasa melekat dalam setiap kader GMKI. Kondisi krisis di lingkungan mahasiswa saat ini kembali mengingatkan kita dengan sejarah berdirinya GMKI di lingkungan Perguruan Tinggi. Pada saat itu, para pendiri CSV of Java yang merupakan cikal bakal GMKI yang merupakan mahasiswa aktif pada masa itu memiliki kerinduan itu membangun kelompok-kelompok diskusi dan doa untuk bersama-sama membicarakan dan mengkritisi segala permasalahan yang terjadi di Indonesia. Melalui motivasi pokok tersebut, maka kita kader GMKI bukanlah mahasiswa biasa. Kita memiliki tanggung jawab yang berbeda dengan mahasiswa lainnya.

 

Maret 2022

BANGKIT DAN BELAjAR DARI SERANGAN UMUM 1 MARET

Serangan Umum 1 Maret 1949 adalah serangan yang terjadi di Yogyakarta yang dilakukan oleh jajaran tinggi militer di wilayah Divisi III/GM. Tujuan dari serangan ini adalah untuk membuktikan kepada dunia internasional, bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) masih ada dan kuat. Tanggal 1 Maret 1949, pagi hari, serangan besar-besaran dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Divisi III/GM III, Yogyakarta. Indonesia sempat berhasil menaklukkan Belanda, sebelum akhirnya tentara Belanda dari Magelang berhasil menerobos masuk dan mengatasi serangan tersebut. Tercatat dari pihak Belanda terdapat enam orang tewas. Di antaranya adalah tiga orang polisi. Kemudian sebanyak 14 orang luka-luka. Sedangkan di pihak Indonesia, tercatat 300 prajurit tewas dan 53 anggota polisi tewas. Kemudian, melalui terbitan bulan Maret 1949, korban di pihak Belanda selama bulan tersebut tercatat sebanyak 200 orang tewas dan luka-luka.

Serangan umum 1 maret ini adalah peristiwa sejarah yang tidak bisa dilupakan dan sangat membekas di Masyarakat Indonesia. Perjuangan mempertahankan kemerdekaan sama pentingnya dengan meraih kemerdekaan. Kondisi itu tercermin jelas dalam episode sejarah Serangan Umum 1 Maret 1949, di mana untuk mempertahankan kemerdekaan membutuhkan peran serta dan kerja sama.

Bagaimana kita saat ini? Sebagai mahasiswa apakah kita masih bisa mempertahankan semangat itu? Kita seharusnya bisa belajar dari serangan umum 1 maret ini, dimana dalam mempertahankan suatu hal yang harus diwujudkan yaitu peran dan kerja sama. Baik dalam sebuah organisasi, rekan kerja, tim dan lain-lain sangat diperlukan kerja sama ini. Kerja sama menjadi pokok utama dalam proses pelaksanaan kinerja organisasi. Melalui adanya komunikasi secara baik, anggota dari organisasi dapat bekerja sama dan mencapai tujuan bersama.

Mari kita  belajar  dan  bangkit  dari  peristiwa  bersejarah  ini.  Bangkit  dari keterpurukan dan belajar dari pengalaman yang ada.

Tema Maret.pdf (unduh)

 

Februari 2022

KASIH YANG BERDAMPAK

 

Kasih (bahasa Inggris: charity, bahasa Latin: caritas) dalam teologi Kristen dipahami oleh Thomas Aquinas sebagai “persahabatan manusia demi Allah” yang “mempersatukan kita dengan Allah”. Ia menyatakannya sebagai “yang paling utama dari kebajikan- kebajikan”. Selanjutnya Aquinas menyatakan bahwa “kebiasaan mengasihi meluas tidak hanya untuk cinta akan Allah, tetapi juga untuk cinta akan sesama kita”. Beberapa orang mendeskripsikan kasih dalam makna hanya sebagai perbuatan memberi dengan kebaikan hati.

Februari adalah bulan yang identik dengan cinta dan kasih sayang. Hal ini tak lepas dari perayaan valentine. Februari kerap dijadikan momentum untuk menunjukkan rasa kasih sayang kepada seseorang. Kasih yang diksudkan bukan sekedar isi pikiran kita, tetapi kasih yang mampu menyentuh pribadi secara nyata, bila kita mengasihi seseorang tetapi tidak berdampak pada orang tersebut, artinya kita belum mampu memahami bagaimana seharusnya kita mengasihi orang lain hingga menyentuh secara personal. Kita melihat bahwa ada dua kewajiban yang ditekankan oleh Yesus kepada kita, yaitu mengasihi Allah dan juga mengasihi sesama, ketika kita sungguh-sungguh mengasihi Allah maka implikasi yang di dapatkan adalah bagimana kita bisa saling mengasihi.

Dapat kah kita menjadikan kasih yang kita miliki berdampak bagi orang lain? Tentu!

Tuhan Yesus juga mengharapkan bahwa kasih yang kita miliki bisa berpengaruh bagi orang lain dan kita juga di tuntut menjadi teladan bagi orang lain juga. Terutama kita sebagai pemuda GMKI, yang pada dasarnya merupakan organisasi yang bergerak di tiga medan pelayanan yaitu gereja, perguruan tinggi dan masyarakat. Sudah seharusnya pelayanan dan pergerakan tersebut di gunakan sebagai sarana dalam menyebarkan kasih untuk itu mari kita wujudkan kasih yang nyata. Kasih yang dapat berpengaruh baik bagi sesama, agar kasih yang kita miliki bisa menjadi terang bagi orang lain dan tentunya menjadi teladan bagi banyak orang.

Kasih itu bukan untuk direncanakan, Kasih bukan hanya untuk dikhotbahkan, Kasih bukan untuk dislogankan atau diposterkan atau dikumandangkan, tetapi kasih harus diwujud- nyatakan, karena kasih merupakan bagian penting dalam kehidupan kita sebagai orang percaya.

Tema februari.pdf (unduh)

 

Januari 2022

NEW YEAR RESOLUTIONS

 

Berbicara soal resolusi tahun baru, sebagian orang mungkin berhasil melakukannya dan beberapa orang mungkin juga gagal. Jika berhasil menerapkan di tahun sebelumnya, selamat! Dan kalau belum, tetap semangat dan jangan menyerah!

Adalah hal yang biasa dan sudah wajar jika gagal dalam menerapkan resolusi tahun baru. Akan tetapi bukan berarti resolusi tahun baru tersebut tidak berguna. Walaupun pada dasarnya tahun baru itu cuma pergantian tahun saja, dan bisa dibilang tidak terlalu berpengaruh secara langsung terhadap kebiasaan kita sehari-hari. Prosesnya yang begitu spontan terlalu mudah untuk diciptakan, sehingga juga mudah untuk dilupakan? Lalu apa intinya?

Kita memang tidak bisa berubah secara spontan dan berubah secara konsisten setelah adanya pergantian tahun. Perlu adanya perubahan dalam diri dahulu untuk mendorong adanya resolusi. Kebanyakan orang membuat daftar resolusinya berupa mengatur keuangan dengan baik, mengurangi berat badan, menguasai kemampuan baru. Menurut James Clear dalam bukunya yang berjudul Atomic Habits, usaha-usaha seperti itu merupakan Outcome-Based Habits. Yaitu usaha yang didasarkan pada hasil yang ingin dicapai, akan tetapi ini bukanlah startegi yang efektif dalam membuat suatu perubahan.

Dalam bukunya tersebut, James Clear menyampaikan bahwa setidaknya ada tiga level, yaitu yang pertama Outcomes atau mengubah hasil, seringkali tujuan levelnya ada di sini. Misalnya, turun berat badan. Yang kedua processes atau mengubah proses, kebiasaan levelnya ada di sini. Misal, pergi ke gym 4 kali dalam satu minggu. Dan yang terakhir identity atau mengubah identitas, merupakan level yang terbaik karena itu berarti kita mengubah mindset atau pola pikir, asumsi, kepercayaan kita.

Tahap Outcomes dan Processes biasanya susah diterapkan dan dijaga konsistensinya, sehingga seiring berjalannya waktu kebiasaan itu bisa berubah kembali, oleh karna itu jika kita ingin melakukan perubahan dalam diri, tahap yang paling efektif adalah level paling akhir yaitu “identity”. Dengan melakukan perubahan di level identity, otomatis perubahan di level “process” dan “outcome” akan mengikuti dengan sendirinya.

Sebagai contohnya, seseorang yang ingin memberhentikan kebiasaan merokok. Kalau dia menolak dengan mengatakan, “Tidak. Aku sedang mencoba berhenti nih.” Identitasnya masihlah seorang perokok. Sedangkan jikalau dia menolak dengan mengatakan, “Enggak. Aku bukan perokok.” Mengubah identitas, mengubah mindset.

Untuk membuat atau mengubah suatu kebiasaan, fokus pada pertanyaan ”kamu ingin jadi orang yang seperti apa?”, dan mulailah bertindak seperti orang tersebut.

“TETAPKANLAH RESOLUSI UNTUK MEMBANGUN IDENTITAS BARU!”

Dan ya, mulai dari kebiasaan yang kecil terlebih dulu, dan jangan lupa untuk selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap rencana hidup yang lebih baik!

 

 

Desember 2021

Mengais sukacita Natal

 

Natal adalah kata yang tidak asing lagi bagi kita. Kata yang selalu kita dengar di penghujung setiap tahun. Natal adalah suasana sukacita yang selalu dinantikan oleh banyak orang. Baik dari anak-anak, remaja, Pemuda bahkan orangtua sekalipun menantikan suasana sukacita Natal. Natal atau hari peringatan kelahiran Yesus Kristus sang juruselamat mengingatkan kita akan sukacita Natal.

Namun beberapa tahun terakhir ini kita dihadapkan dengan keadaan yang berbeda. Keadaan dimana aktivitas kita dibatasi, dibatasi karena ada masalahnya covid-19. Di masa Natal Di tengah-tengah pandemi saat ini timbul kerisauan dan ketakutan karena keadaan. Namun harapan sukacita masih bisa di wujudkan di Natal kali ini.

Sukacita yang seperti Natal sebelumnya. Hal ini memang bukan hal yang mudah namun dengan kerjasama dan keteguhan hati kita masing-masing sukacita Natal pasti akan tercapai terlebih lagi pasti Tuhan pasti akan selalu melindungi kita.

Bisakah kita mengais suatu hal baik dari situasi yang buruk ini, yang pada akhirnya itu bisa membawa sukacita jika kita memang betul-betul bisa melihat dari pandangan yang berbeda.

 

 

November 2021

PEMUDA/PEMUDI PAHLAWAN MASA KINI

 

Yang selalu kita dengar tentang pahlawan ialah seseorang yang telah melakukan suatu bentuk pengorbanan atau menjadikan orang lain yang pertama diatas dirinya dimana ia telah melakukan yang terbaik untuk orang tersebut disaat sedang mengalami kesengsaraan. Terdapat beberapa kunci dari arti seorang pahlawan diatas, yakni pengorbanan, menomor satukan orang lain, terbaik, dan kesengsaraan.

Pengorbanan berarti ia telah merelakan apa yang ada pada dirinya, menomor satukan orang lain berarti dia menganggap kepentingan orang lain diatas kepentingannya, terbaik berarti ia melakukan yang paling maksimal dengan segala kemampuannya disaat tersebut, dan kesengsaraan berarti suatu keadaan dimana kita tidak lagi dapat melakukan apapun untuk bertahan. 4 kunci tersebut mampu menciptakan suatu sejarah.

10 November 1945, Indonesia untuk pertama kalinya bertempur setelah proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Pasukan Inggris mengultimatum kota Surabaya sebagai ancaman dari aksi pertahanan pejuang Indonesia di Surabaya yang tidak ingin Surabaya dikuasai oleh Inggris. Namun tidak diindahkan oleh pejuang Indonesia dan pada tanggal 10 terjadilah pertempuran yang besar. Sebanyak 20.000 masyarakat Surabaya gugur pada saat itu. Surabaya kemudian mendapat julukan ‘neraka’ karena banyaknya kerugian. Dengan banyaknya pejuang yang gugur, rakyat menjadi korban, dan semangat tak kenal menyerah membuat Kota Surabaya disebut sebagai Kota Pahlawan.

Pejuang pada saat itu adalah pahlawan. Mereka mengorbankan diri mereka di tengah kesengsaraan dimana masyarakat Surabaya pada saat itu dikelilingi oleh pasukan bersenjata Inggris yang ingin merebut daerah mereka. Bahkan disaat sudah mendapat ancaman pun, pejuang Indonesia pada saat itu tetap bertahan walau dengan persenjataan seadanya untuk Surabaya. Masyarakat bersatu untuk kepentingan bersama.

Jika kita kaitkan dengan masa sekarang ini, nilai-nilai kepahlawanan seakan sirna. Seperti yang kita tahu, kemerosotan moral bukan hal yang baru lagi ditelinga kita. 5 atau 4 tahun yang silam, soal kemerosotan moral menjadi topik yang besar, baik di media sosial maupun media cetak. Namun, seperti biasanya, semua ditendang oleh perkembangan teknologi dan informasi yang terus memberikan isu lebih baru.

Berbicara soal moral bukanla hal yang sepele. Hal ini berbicara tentang arah perilaku dan etika generasi Indonesia kedepannya. Pada saat sekarang ini, yang sedang panas diberitakan adalah tentang beberapa oknum yang merusak lingkungan dan melakukan tindak asusila dengan beralasan untuk konten. Kepentingan pribadi selalu dinomorsatukan biarpun itu menyalahi aturan yang ada. Semua orang fokus kepada gawai masing-masing tanpa memperdulikan sekelilingnya. Lebih parahnya lagi, ada yang memakai uang bantuan yang seharusnya diberikan kepada masyarakat, malah dipakai untuk kantong pribadi.

Lantas bagaimana nasib Indonesia kedepannya? Sudah menjadi tanggung jawab kita para pemuda/pemudi kaum inteleqtual saat ini untuk memperbaiki hal tersebut. Perjuangan pahlawan Indonesia untuk tetap mempertahankan Surabaya dapat menjadi modal pengetahuan tentang apa arti pahlawan sebenarnya. Bersatu dan tak gentar. Mari menjadi pemuda/pemudi yang mampu menggerakkan kesadaran dan membangkitkan kembali nilai-nilai kepahlawanan tersebut. Kobarkan semangat memperingati hari pahlawan 10 November ini untuk membangkitkan kembali semangat kepahlawanan Indonesia.