BURUH ADALAH PONDASI BANGSA

By: Crystin Napitupulu (Akt’24)

 

Sebagai mahasiswa ekonomi, saya melihat bahwa kondisi buruh saat ini menjadi gambaran nyata bagaimana tekanan ekonomi sedang dirasakan masyarakat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa inflasi pada sektor pangan masih menjadi salah satu penyumbang terbesar kenaikan harga kebutuhan pokok, seperti beras, cabai, dan minyak goreng. Di sisi lain, kenaikan pendapatan masyarakat, khususnya buruh, sering kali tidak mampu mengejar laju kenaikan harga tersebut. Akibatnya, daya beli masyarakat terus melemah dan banyak keluarga pekerja harus mengurangi kebutuhan penting demi bertahan hidup. Padahal, buruh merupakan penggerak utama roda ekonomi karena konsumsi masyarakat sangat bergantung pada kemampuan mereka dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jika kelompok pekerja terus berada dalam tekanan ekonomi, maka stabilitas sosial dan pertumbuhan ekonomi negara juga akan ikut terancam.

Karena itu, sebagai generasi muda dan mahasiswa, kita tidak boleh hanya menjadi penonton terhadap kondisi ini. Kita perlu lebih peduli terhadap isu kesejahteraan buruh dan memahami bahwa masalah ekonomi bukan hanya tentang angka pertumbuhan, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat bisa hidup dengan layak. Mulai dari meningkatkan kesadaran, menyuarakan kepedulian, hingga mendukung kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan pekerja adalah langkah kecil yang bisa kita lakukan bersama. Sebab ketika buruh kuat dan sejahtera, ekonomi bangsa juga akan lebih stabil. Sudah saatnya kita melihat buruh bukan hanya sebagai pekerja, tetapi sebagai pondasi penting bagi masa depan Indonesia.

Opini ( Unduh )

0 0 vote
Article Rating