PROFIL GMKI
- Motivasi Pokok GMKI
GMKI memiliki motivasi pokok ini yang merupakan kesadaran dari pada pendiri GMKI untuk
menghadirkan GMKI ditengah-tengah masyarakat bangsa dan Gereja. Dalam pembukaan AD GMKI di temui motivasi pokok yaitu “Kesadaran terhadap lingkungannya dan panggilan Tuhannya.” - Tri Matra GMKI
GMKI harus menunjukan eksistensinya sebagai warga negara Gereja dan warga negara Indonesia, lewat eksistensi intelektualitasnya dalam ruang-ruang dalam masyarakat di Indonesia. Kader-kader GMKI dituntut untuk mampu menjadi teladan Kristus sebagai Sang Kepala Gerakan, untuk terus membawa pembaharuan di tiga medan layan GMKI, sehingga Syalom Allah bukan lagi menjadi harapan, namun bisa menyatu dengan kehidupan alam semesta.Tri Matra GMKI atau dikenal juga dengan tiga medan layan GMKI adalah Gereja, Perguruan Tinggi dan Masyarakat. Dalam tiga medan layan inilah, GMKI menjalankan panggilannya dan menjadi sarana terwujudnya kesejahteraan, perdamaian, keadilan, kebenaran dan cinta kasih ditengah-tengah alam semesta
a). Gereja:
Kita ketahui bahwa Gereja merupakan saudara kandung GMKI dalam menjalankan fungsi bersekutu, bersaksi dan melayani. GMKI (sebagai Gereja Incognito) harus mempererat hubungannya dengan Gereja Tuhan dimana saja untuk mewujudkan semangat oikumenisme.b). Perguruan Tinggi:
Sebagai organisasi yang memiliki pemikir intelektualitas, maka Perguruan Tinggi merupakan ruang bagi kader-kader GMKI untuk mengolah intelektualitas mereka. Sebagai bagian dari masyarakat perguruan tinggi, GMKI haruslah terus bersaksi agar masyarakat perguruan tinggi, tidak hanya tunduk pada kaidah-kaidah ilmiah, namun juga mengenal Kristus sebagai bagian dari pewujudan iman mereka. GMKI harus mampu masuk untuk bersaksi dan menciptakan suatu persekutuan dalam kehidupan perguruan tinggi. Lewat diskusi dan PA dikalangan mahasiswa dan masyarakat perguruan tinggi, GMKI dapat menunjukkan eksistensi tugas dan panggilannya. Selain itu perlu ada upaya oleh kader-kader GMKI untuk menjembatani antara ilmu dan pengembangan ilmu bagi mengatasi persoalan ditengah-tengah masyarakat.c). Masyarakat:
Masyarakat merupakan ruang tempat hidup kader-kader GMKI. Kader-kader GMKI sebagai intelektual dalam masyarakat, sudah seharusnya menjadi penggerak perubahan dalam masyarakat. Kader GMKI harus menjadi pelopor perubahan, tokoh intelektual dalam masyarakat dan pro pada rakyat. Kader-kader GMKI harus berani menyuarakan suara kebenaran bagi kepentingan masyarakat luas. - Lambang Organisasi
Organisasi GMKI memiliki Lambang organisasi terdiri dari :
a.Bendera (Bendera Merah Putih & Bendera Organisasi)
b.Panji
c.Topi.
d.Lencana.
e.Pita kepengurusan->Bentuk lencana organisasi yang menyerupai perisai (segi lima) yang dipakai pada topi, pita kepengurusan (kordon) dan dada sebelah kiri adalah dimaksudkan sebagai penghalau atau penangkis setiap serangan yang datang menyerang kita. Lencana GMKI yang berbentuk perisai itu secara teologis berfungsi untuk menangkap setiap persoalan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat, perguruan tinggi dan generasi muda atau yang terjadi ditengah-tengah kehidupan bangsa dan negara, kemudian persoalanpersoalan tersebut dijawab secara kritis, kreatif dan konstruktif dengan berlandaskan kepada iman Kristen atau dijawab secara Injili.-> Bentuk lencana bersegi lima (perisai) adalah juga dalam pengertian mengungkapkan lima sisi kegiatan atau yang kita kenal sebagai panca kegiatan GMKI. yaitu: berdoa/beribadat, belajar, bersaksi, bersosial dan berekreasi (mencipta ulang) atau menemukan karya-karya baru.
-> Pada tiga garis tegak lurus sisi kiri dan kanan lencana dimaksudkan sebagai tri panji GMKI yaitu: Tinggi Iman, Tinggi Ilmu dan Tinggi Pengabdian.
-> Arti salib adalah arti penderitaan Tuhan Yesus kepada umat manusia, yang telah menderita, mati dan dibangkitkan untuk menyelamatkan manusia dari dosa-dosa. Arti Salib bagi GMKI dalam lencana organisasi adalah, bahwa GMKI harus berjuang dan berkorban untuk memperbaharui kehidupan manusia dan masyarakat, menyelamatkan mereka-mereka yang menderita, yang mendapat tekanan ekonomi, politik, dan pemerkosaan hak-hak azasi manusia, baik ditengah-tengah kehidupan perguruan tinggi maupun ditengah-tengah kehidupan masyarakat luas.
-> Arti salib yang berwarna putih pada bendera, panji dan lencana adalah bahwa dengan kesucian, ketulusan dan kesungguh-sungguhan, GMKI bahkan siap berkorban untuk memperbaharui dan meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat demi masa depan yang lebih baik.
-> Warna abu-abu pada topi, lencana organisasi dan pita kepengurusan (kordon) adalah, bahwa GMKI selalu menghadapi tantangan-tantangan ditengah-tengah pergumulan bangsa dan senantiasa diintai bahaya yang datang dari luar.
-> Warna biru pada topi organisasi, bendera organisasi, panji organisasi, lencana organisasi adalah artinya pengharapan. Pengharapan dalam pengertian iman Kristen artinya GMKI senantiasa memiliki keyakinan yang kuat bahwa seluruh pemikiran, pernyataan sikap atau seluruh program yang dilaksanakan adalah mempunyai hubungan atau kaitan langsung dengan kehendak Tuhan. Oleh karena itu, berdasarkan keyakinan GMKI dalam melaksanakan missionnya akan muncul harapan-harapan baru yang semuanya itu atas kehendak dan penyertaan Tuhan yang menjadikan semuanya baru. Baru dalam pengertian bahwa manusia, masyarakat, bangsa dan negara, bahkan seluruh umat manusia dan dunia ini akan mendapat pertolongan, penyertaan dan anugerah dari Tuhan yang tidak pernah meninggalkan perbuatan tangan-Nya itu. Bagi GMKI pengharapan itu diusahakan melalui seluruh kegiatan atau program-program yang dapat mengangkat harkat dan martabat hidup manusia menuju kepada kehidupan yang beradab, adil, benar dan sejahtera lahir dan batin. Bersamaan dengan usaha pengharapan tersebut di atas, GMKI tetap meyakini bahwa perjuangannya akan diberkati oleh Tuhan bagi kepentingan bangsa dan negara, bagi kepentingan dunia dan umat manusia, sekarang dan hari esok. - Amsal GMKI
GMKI memilikI amsal yang selalu diucapkan dan ditanamkan didalam dirinya yaitu “UT OMNES UNUM SINT” yaitu “Agar mereka menjadi satu”. Frasa ini merupakan moto/semboyan utama GMKI (dan juga gerakan oikumenis dunia seperti WSCF dan PGI) yang diambil dari Alkitab, tepatnya dari Yohanes 17:21, yang merujuk pada doa Yesus Kristus agar para pengikut-Nya bersatu.