By : Vicho Ammi Purba – Mnj’25
Bacaan Alkitab: Kejadian 2:15
“TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.”
Sejak awal penciptaan, manusia telah menerima mandat khusus untuk mengusahakan dan memelihara bumi. Artinya, bumi bukan sekadar tempat tinggal, melainkan titipan Allah yang harus kita jaga dengan penuh tanggung jawab.
Namun jika kita melihat Indonesia hari ini, mandat itu sedang diuji secara nyata. Ribuan peristiwa bencana terus melanda negeri kita. Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melumpuhkan aktivitas sekolah dan mengancam kesehatan warga. Banjir bandang dan tanah longsor berulang kali merendam pemukiman akibat eksploitasi alam yang tak terkendali. Di saat yang sama, ancaman gempa bumi terus menguji ketangguhan dan rasa kemanusiaan kita.
Sering kali kita menganggap rentetan bencana ini sekadar peristiwa alam biasa, atau semata-mata tugas pemerintah dan relawan untuk menanganinya. Kita merasa tidak berdaya, lalu memilih menjadi penonton yang prihatin di layar ponsel. Padahal, sebagai orang percaya, iman tidak boleh berhenti pada simpati—iman harus terwujud dalam tindakan nyata bagi alam dan sesama.
Kerusakan lingkungan dan bencana di Indonesia bukan cuma soal angka statistik, melainkan soal nasib manusia. Ketika karhutla terjadi, masyarakat kehilangan udara bersih. Ketika banjir dan gempa menerjang, banyak keluarga kehilangan rumah, mata pencaharian, hingga fasilitas belajar. Merawat bumi dan peduli pada korban bencana adalah bentuk nyata dari perintah mengasihi sesama.
Sebagai mahasiswa dan generasi muda, kita mungkin tidak bisa menghentikan guncangan gempa atau memadamkan api di tengah hutan secara langsung. Namun, kita memiliki suara. Kita bisa menyuarakan keadilan lingkungan, kritis terhadap pembalakan liar, menggalang aksi kemanusiaan, serta memulai gaya hidup ramah lingkungan dari kampus dan komunitas kita sendiri.
Coba kita pikirkan sebenarnya apakah kita telah berdampak baik? Apakah kita telah mengusahakan dan memelihara ciptaan allah?