RESUME DISKUSI KAMPUS I

  1. Tata Pelaksanaan

Diskusi kampus  I  telah terlaksana pada hari Jumat,16 Oktober 2020. Dengan Tema “PERAN PEMERINTAH DAN MAHASISWA DALAM PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL” Yang  dibawakan oleh Dosen Ekonomi yaitu Bapak DR. SYAFRIZAL HELMI SITUMORANG. Diskusi Kampus I ini berlangsung mulai pukul 15:00 WIB – 16:27. Diskusi kampus ini dihadiri sebanyak 94 orang , kehadiran dilihat dari banyaknya peserta yang mengisi absensi melalui Googleform yang disiapkan Pengurus Komisariat sebelumnya. Peserta yang hadir berasal dari beberapa kampus dan beberapa organisasi yang ada di dikampus FEB USU Yaitu  IPK,HMI,HMK,CC,GMKI FEDITA , KMK UP. Diskusi Kampus I berjalan dengan lancar . Pelaksanaan Diskusi Kampus I ini dimulai dari pembukaan dari MC oleh Santun benardo Nainggolan (Biro Kerohanian) seperti doa pembuka, Bersama-sama bernyanyi Lagu Indonesia Raya, Lalu diserahkan kepada Moderator oleh Jasvandy Pandia ( Wasek Aksi dan Pelayanan). Lalu diberi kesempatan kepada pemateri untuk memaparkan materi oleh yaitu Bapak DR. SYAFRIZAL HELMI SITUMORANG. Lalu dilanjutkan dengan Sesi Tanya jawab . Pada sesi pertanyaan diberi 2 sesi X 3 pertanyaan  , namun Forum masih ingin bertanya sehingga diberi kesempatan kepada dua orang penanya. Setelah Dari sesi Tanya jawab, Moderator menyerahkan ke MC untuk menutup acara lalu Doa penutup.

  1. Resume Materi

PERAN PEMERINTAH DAN MAHASISWA DALAM PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL

Resesi adalah penurunan signifikan dalam kegiatan ekonomi yang berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Selama resesi, ekonomi berjuang, orang kehilangan pekerjaan, perusahaan membuat lebih sedikit penjualan dan output ekonomi negara secara keseluruhan menurun. Pada tahun 2020 hampir semua Negara terkena dampak Resesi . Salah satu nya Indonesia. Namun Resesi yang dialami Indonesia belum separah dari Resesi yang dialami Negara lain. Yang membuat Indonesia merasa sesak nafas yaitu beberapa Negara telah menemukan Kurva yang melambai. Dunia Menghadapi Resesi Ekonomi. Pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara mengalami kontraksi pada kuartal II-2020

Walaupun Pertumbuhan ekonomi di Indonesia mengami Minus, namun di Indonesia menunjukkan pertanda baik, sehingga Negara Indonesia menjadi optimis.Prediksi tersebut tentu membuat kita semakin optimis untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan pemulihan ekonomi nasional secara konsisten dan membangun kerjasama dari seluruh komponen bangsa. Pemerintah Pusat mengambil kebijakan pemulihan ekonomi yang holistic. Pelaksanaan kebijakan tersebut harus didukung oleh pemerintah daerah. Pemulihan ekonomi nasional dilakukan dengan mengambil kebijakan fiskal dan moneter yang komprehensif. Di samping itu, Pemerintah juga mengalokasikan dana APBN untuk pemulihan ekonomi sebesar Rp 695,2 triliun. Pemulihan ekonomi nasional diharapkan mulai terasa pada triwulan III. Meskipun tidak bertumbuh positif, diharapkan ekonomi nasional tidak berkontraksi sebesar triwulan II. Selanjutnya triwulan IV, diharapkan ekonomi nasional bertumbuh positif sehingga kontraksi tahun 2020 bisa ditekan sekecil mungkin. Sementara itu, pada tahun 2021, diharapkan ekonomi nasional akan mengalami recovery secara siginifkan. Peran pendidikan tinggi dalam percepatan pemulihan ekonomi dapat diimplementasikan melalui tridharma pendidikan yakni dengan intervensi langsung maupun tidak langsung dalam jangka pendek maupun jangka menengah panjang. Kontribusi jangka pendek dilakukan agar kita dapat bertahan ditengah pandemi, langkah-langkah yang perlu dilakukan berkaitan dengan penghambatan penyebaran virus, membantu tenaga medis, dan mendampingi UMKM dan masyarakat terdampak. Selanjutnya, bentuk kontribusi jangka panjang yang terdiri dari:  percepatan pengembangan SDM unggul, meningkatkan skill & knowledge SDM yang akan mendorong terciptannya inovasi dan kemajuan teknologi.  human capital yang adaptif terhadap perubahan dengan design dan proses pembelajaran yang inovatif;  pengembangan inovasi teknologi guna mengembalikan tingkat produktivitas nasional dan global yang menurun drastis; link and match Industry 4.0, diperlukannya reorientasi kurikulum sesuai dengan kebutuhan era industry 4.0. Untuk itu perlunya pemerintah dan mahasiswa untuk saling bersinergi dalam mewujudkan pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi ini. Dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian nasional dan global sangat terasa pada triwulan II tahun 2020. Triwulan I tahun 2020, ekonomi nasional masih tumbuh 2,97%, walau turun dibandingkan dengan triwulan I tahun 2019 yang sebesar 5,07. Hal ini terjadi karena pengaruh eksternal di mana Covid-19 sudah merebak di beberapa negara seperti Cina.  Pada triwulan II, walaupun belum ada data resmi, Indonesia diperkirakan mengalami kontraksi (pertumbuhan ekonomi negatif) sekitar 3%. Hal ini terjadi karena kebijakan social distancing atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) baru di mulai pada pertengahan Maret. Social distancing dan PSBB tersebut sangat mempengaruhi aktivitas ekonomi. Para pengamat ekonomi dan Lembaga Internasional (IMF, Bank Dunia, OECD) memprediksi akan terjadi resesi ekonomi dunia pada tahun 2020. Resesi tersebut akan dialami lebih dalam oleh negara-negara maju. Indonesia diperkirakan akan mengalami resesi namun resesi ringan (mild recession) karena kontraksi ekonomi diperkirakan “hanya” sekitar -3%-0% dan tidak akan berlangsung lama, sekitar 2 triwulan.

– Apa yang menyebabkan negara itu cepat pulih dari Resesi ?

Umumnya resesi terjadi diakibatkan Covid, sehingga jika Indonesia ingin cepat pulih dari ancaman Resesi Ekonomi ,angka Covid harus ditekankan dulu,Banyak negara sudah membukakan negaranya karena bisa menekan anga Covid. Untuk pemulihan Covid ada dua hal :

*Keseriusan Pemerintah mengerjakan permasalahanCovid ini dengan cara cepat.

*Masyarakat harus disiplin terhadapProtokol kesehatan. Karena kesehatan yang terlebih dahulu diutamakan lalu ekonomi.

– Banyak Kasus yang terjadi di Indonesia yaitu pelaku-pelaku usaha kecil yang mengalami gulung tikar ,dikarenakan banyak orang beralih untuk belanja online daripada memilih belanja keluar rumah karena pandemi. Bagaimana antisipasi agar usaha mereka tetap stabil/tidak gulung tikar?

yang harus diperhatikan untuk mengatasi masalah ini:

*Harus ada transpormasi Digital.Transpormasi Digital perlu dalam pelaksanaan usaha usaha yang sedang berjalan, terutama usaha kecil. Minimal toko yang yang dimiliki terkenal, dan no HP/WA nya ada pada tetanga-tetangganya sehingga bisa di akses.Masalahnya memang tidak mengerti teknologi.Sehingga disinilah mahasiswa berperan. Mahasiswa bisa mengajak atau mengajari keluarga,tetangga bagaimana menggunakan digital transpormatif.

*Memperkuat akses di media sosial.Mempelajari segala perkembangan teknologi

-Kebijakan apa yang harus diambil pemerintah terkhusus moneter

Di bidang moneter, kebijakan moneter yang diambil harus selaras dengan kebijakan fiskal dalam meminimalisir dampak Covid-19 terhadap perekonomian nasional. Oleh sebab itu otoritas moneter harus dapat menjaga nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi dan memberikan stimulus moneter untuk dunia usaha. Diharapkan ada relaksasi pemberian kredit perbankan dan mengintensifkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat .Kebijakan Fiskal dan Moneter Menghadapi Covid-19. Pemerintah Indonesia mengambil kebijakan yang komprehensif di bidang fiskal dan moneter untuk menghadapi Covid-19. Di bidang fiskal, Pemerintah melakukan kebijakan refocusing kegiatan dan realokasi anggaran.

-Bagaimana Kurva Ekonomi & Kesehatan tidak terabaikan?

-Bagaimana Cara mengintegrasikan Pemulihan Ekonomidari perguruan tinggi          untuk mengatasi             Pemulihan Ekonomi?

Untuk saat ini kurva ekonomi sudah melambai menuju penurunan. Cara salah satu menangani nya yaitu mengutamakan kesehatan pada masyarakat sekitar, teman-teman ataupun keluarga. Dengan naiknnya kurva kesehatan  maka  Pemerintah akan sangat mudah untuk memulai melakukan Pemulihan Ekonomi Nasional. Dan juga disini Perguruan tinggi baik itu mahasiswa untuk tetap menjaga  Protokol kesehatan, dan mengajak sekitar untuk tetap menjaga kesehatan.  Dari sini akan kita lihat kenaikan Kurva Ekonomi akan setara dengan Kurva Kesehatan. PEN juga akan mulai berkembang apabila Kurva Kesehatan pulih kembali.

Harapan kepada pemerintah pada saat ini adalah supaya lebih menekan lagi terhadap pemulihan Angka Covid ,lebih peduli lagi dengan protokol kesehatan. Begitu juga kepada masyarakat dan terutama Mahasiswa yang berperan aktif disini, Saat ini mahasiswa hanya bisa melihat pekembangan Ekonomi yang  ada di indonesia, dan mengajak  semua masyarakat agar selalu menjaga kesehatan. Dari sini mahasiswa sudah berperan aktif dalam pemulihan Resesi Ekonomi. Karena ketika kurva Kesehatan naik, maka Kurva Ekonomi juga akan mudah pulih kembali. Mahasiswa juga diharapkan supaya lebih memanfaatkan teknologi yang ada, dan sering sering berdikusi melalui virtual,  harus bijak dalam mengambil sistem  keputusan dalam sosiol kompleks problem yang hanya bisa didapatkan lewat organisasi sosial contohnya organisasi mahasiswa.Sebagai mahasiswa yang disebut sebagai agen perubahan harus berperan penuh dalam Pemulihan Ekonomi Nasional ini.

 

 

 

4.8 6 votes
Article Rating