Utamakan Fungsi Daripada Gengsi
By: Norman Silalahi (Akt’23)
Di zaman sekarang ini, rasanya mudah sekali kita tergoda dengan gaya hidup mewah. media sosial sering kali memperlihatkan dan menggoda kita untuk gaya hidup yang mewah. mulai dari barang-barang baru dan branded yang dipakai teman, tempat nongkrong mahal, dan gaya hidup mewah lainnya yang seringĀ diposting teman untuk “ngasih asupan” media sosialnya. Tanpa sadar, hal-hal seperti itulah yang membuat banyak orang melakukan berbagai cara untuk mengikuti “standar medsos” agar tidak dianggap ketinggalan zaman.
Padahal kalau kita pikirkan dengan baik, tidak semua yang terlihat keren itu bener-bener kita butuhkan. Misalnya kita ingin mengganti hp yang masih bagus dengan hp baru dan jauh lebih mahal, meng-checkout barang atau pakaian hanya karena sedang tren, atau bahkan memaksakan diri nongkrong di tempat mahal hanya untuk terlihat keren.
Di sinilah kita pentingnya untuk belajar hidup lebih bijak dan membikin keputusan yang menguntungkan kita. Salah satu hal yang bisa kita lakukan yaitu frugal living, yang dimana kita menggunakan uang kita dengan lebih sadar dan tidak berlebihan. bukan berarti kita tidak boleh menikmati hidup, tetapi kita belajar untuk menempatkan prioritas kebutuhan kita. prinsipnya cukup sederhana: utamakan fungsi daripada gengsi.
Sebagai mahasiswa, kita dituntut untuk belajar lebih bijak dalam setiap keputusan yang kita ambil. Uang yang kita punya biasanya terbatas, jadi kita harus lebih bijak dalam mengelolanya. kita harus membiasakan diri membeli sesuai kebutuhan bukan keinginan, membeli sesuatu sesuai fungsi bukan gengsi.
Pada akhirnya, gengsi hanya memberikan kesenangan sesaat, tetapi hidup yang bijak memberi manfaat jauh lebih lama. Jadi, tidak ada salahnya kita bertanya pada diri kita sendiri sebelum membell sesuatu, apakah ini bener bener saya butuhkan atau hanya sekedar ingin terlihat keren? Karena pada akhirnya, hidup yang baik bukan tentang seberapa mahal yang kita pakai, tetapi seberapa bijak kita mengelola apa yang kita miliki.
Opini (Unduh)