Smart Money, Smart Future

By: Crystin Napitupulu (Akt’24)

Sebagai mahasiswa di era digital, saya melihat bahwa kita hidup dalam kemudahan transaksi yang sering membuat uang terasa hanya sekadar angka di layar. Diskon, promo, dan fitur cicilan membuat kita mudah tergoda untuk membeli sesuatu tanpa berpikir panjang. Saya menyadari bahwa sering kali kita sulit membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Ketika keputusan finansial hanya didasarkan pada keinginan sesaat, akhirnya kita sendiri yang merasakan dampaknya saat kondisi keuangan mulai tidak terkendali.

Saya pernah berada pada situasi ketika membeli sesuatu karena merasa itu penting dan sedang promo, padahal sebenarnya belum menjadi prioritas. Awalnya terasa ringan karena pembayarannya bisa dicicil, tetapi ketika pengeluaran lain datang bersamaan, saya mulai merasa terbebani. Dari pengalaman itu, saya belajar bahwa masalahnya bukan pada teknologinya, melainkan pada cara kita mengatur uang. Tanpa perencanaan, tanpa pencatatan, dan tanpa dana cadangan, kita sedang mengambil risiko untuk masa depan kita sendiri.

Bagi saya dan kita sebagai generasi muda, Smart Money Smart Future adalah pengingat bahwa masa depan tidak dibangun secara instan. Kebiasaan sederhana seperti membuat anggaran, menabung secara konsisten, dan menahan diri dari keinginan yang tidak mendesak adalah langkah nyata menuju kehidupan yang lebih stabil. Jika kita bijak mengelola uang hari ini, maka kita sedang mempersiapkan masa depan yang lebih mandiri, terarah, dan bertanggung jawab.

 

Opini ( Unduh )

5 1 vote
Article Rating