RESUME PENELAAHAN ALKITAB 2 GMKI FEB USU
Hari/Tanggal : Senin, 25 Maret 2024
Pemateri : Pdt. Dr. Beltazar Nainggolan, M. Th.
Moderator : Parade Sinaga
Tema: Panggilan Memberitakan Injil (Markus 3 : 13 – 15)
Markus 3:13-15 menceritakan tentang Yesus yang memanggil dua belas murid untuk menjadi
pengikut-Nya. Peristiwa ini terjadi setelah Yesus mengajar dan menyembuhkan banyak orang di
Kapernaum.
Markus 3:13 “Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit dan memanggil orang-orang yang
dikehendaki-Nya, dan merekapun datang kepada-Nya.”
Markus 3:14 “Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya
memberitakan Injil.”
Markus 3:15 “dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan.”
1. Yesus Memanggil Murid-Murid:
Yesus tidak memilih murid-Nya secara acak. Dia memilih orang-orang yang dikehendaki-Nya. Ini
menunjukkan bahwa pemilihan murid adalah bagian dari rencana Allah.
2. Dua Belas Murid:
Yesus memilih dua belas orang untuk menjadi murid-Nya. Angka dua belas memiliki makna
simbolis dalam Alkitab, mewakili dua belas suku Israel. Hal ini menunjukkan bahwa Yesus datang
untuk menyelamatkan seluruh umat manusia, bukan hanya orang Israel.
3. Misi Murid-Murid:
Yesus memberikan dua tugas utama kepada murid-Nya:
Menyertai Dia: Murid-murid harus selalu dekat dengan Yesus dan belajar dari-Nya.
Memberitakan Injil: Murid-murid harus memberitakan kabar baik tentang Yesus kepada
seluruh dunia.4. Kuasa untuk Mengusir Setan:
Yesus memberikan kuasa kepada murid-Nya untuk mengusir setan. Ini menunjukkan bahwa Yesus
memiliki kuasa atas roh-roh jahat dan bahwa Dia ingin murid-Nya juga memiliki kuasa itu.
Kita adalah murid-murid Yesus yang tidak masuk dalam bilangan kedua belas rasul
tersebut, tetapi prinsip panggilan kita sebagai murid Kristus tetap sama, yaitu untuk: menyertai
Dia, diutus memberitakan Injil dan mengusir setan. Kita pun dipanggil sesuai dengan pribadi
kita masing-masing, Yesus mengenali nama kita masing-masing yang unik dan berbeda satu
pribadi dengan lainnya. Kita juga diminta untuk hidup bersekutu dalam Yesus, mengikuti Dia
dan belajar daripada-Nya, sampai akhirnya menerima pengutusan-Nya serta melakukan
pelayanan pewartaan Injil dengan kuasa dan otoritas yang diberikan oleh Yesus. Panggilan
pertama mungkin sudah kita lakukan, tetapi bagaimana dengan panggilan selanjutnya, apakah
sudah kita lakukan sesuai dengan kehendak-Nya?
Panggilan ada 2:
1. Panggilan Keselamatan
Panggilan keselamatan adalah undangan dari Allah kepada semua orang untuk menerima
keselamatan melalui Yesus Kristus. Panggilan ini dijawab dengan iman dan pertobatan.
Karakteristik Panggilan Keselamatan:
Universal: Panggilan ini ditujukan kepada semua orang, tanpa terkecuali.
Anugerah: Keselamatan adalah anugerah Allah yang tidak dapat diperoleh dengan usaha
manusia.
Mutlak diperlukan: Keselamatan adalah satu-satunya cara untuk masuk ke dalam Kerajaan
Allah.
Dampak Panggilan Keselamatan:
Pengampunan dosa: Orang yang menerima keselamatan diampuni dosanya dan dibebaskan
dari hukuman dosa.
Hidup yang kekal: Orang yang menerima keselamatan akan menerima hidup yang kekal di
surga.
Perubahan hidup: Orang yang menerima keselamatan akan mengalami perubahan hidup
dan menjadi ciptaan baru dalam Kristus.
2. Panggilan Pelayanan
Panggilan pelayanan adalah undangan dari Allah kepada orang-orang tertentu untuk melayani
Dia dalam peran atau pekerjaan tertentu. Panggilan ini dapat berupa:
Panggilan ke pelayanan kegerejaaan: seperti pendeta, penginjil, guru agama, dan
pemimpin pujian.
Panggilan ke pelayanan misionaris: seperti menyebarkan Injil ke negara lain.
Panggilan ke pelayanan awam: seperti melayani di gereja, komunitas, atau keluarga.
Karakteristik Panggilan Pelayanan:
Spesifik: Panggilan ini ditujukan kepada orang-orang tertentu dengan talenta dan karunia
yang unik.
Sukarela: Panggilan ini tidak bersifat paksaan, tetapi sukarela.
Penyerahan diri: Orang yang menerima panggilan pelayanan harus siap untuk
menyerahkan diri kepada Allah dan melayani Dia dengan sepenuh hati.
Dampak Panggilan Pelayanan:
Membangun tubuh Kristus: Orang yang melayani Allah membantu membangun tubuh
Kristus, yaitu gereja.
Mempromosikan Kerajaan Allah: Orang yang melayani Allah membantu menyebarkan
Injil dan mempromosikan Kerajaan Allah di bumi.
Membawa sukacita: Orang yang melayani Allah mengalami sukacita dan kepuasan dalam
melayani Dia.
Hubungan antara Panggilan Keselamatan dan Panggilan Pelayanan:
Panggilan keselamatan adalah dasar untuk panggilan pelayanan. Orang yang belum
menerima keselamatan tidak dapat melayani Allah dengan benar.
Panggilan pelayanan adalah respon terhadap panggilan keselamatan. Orang yang
menerima keselamatan harus meresponnya dengan melayani Allah dan orang lain.
Dua panggilan ini adalah bagian penting dari kehidupan Kristen. Panggilan keselamatan
adalah dasar untuk hubungan kita dengan Allah, dan panggilan pelayanan adalah cara kita
merespon kasih dan anugerah-Nya.
Kasih karunia Tuhan yang menyelamatkan seluruh umat manusia akan dosa. Dari Adam
sudah diturunkan DNA akan dosa dan berada dalam tekanan doa. Namun, kasih Kristus yang
teramat besar mengubahkan semuanya sehingga DNA tersebut diganti menjadi suatu hidup
yang baru. Hidup yang baru berarti lahir dengan sifat yang sudah tidak terjebak dalam dosa
dan memilki Iman, Pengharapan, dan Kasih yang terbesar di antaranya adalah KASIH.
Pemberitaan injil adalah salah tugas gereja dan tugas sebagai umat Kristiani. Namun,
bagaimana memberitakan Injil dengan orang-orang yang belum bertobat dan belum mengenal
Yesus? Yaitu, melalui pendekatan terlebih dahulu dan selalu berdasarkan Kasih.
Jika dilihat secara saksama dalam Markus 3 : 14 -15, mereka yang memilih Yesus menjadi
murid-Nya sama sekali tidak memiliki kriteria yang menonjol. Ada yang berprofesi sebagai
nelayan, pemungut cukai, dan orang biasa. Yesus memanggil mereka untuk menjadi rasul
bukan berdasarkan kekuatan, kepintaran dan kebaikan mereka. Mereka dipanggil menjadi rasul
hanya karena anugerah. Meski begitu, mereka taat mengikuti Yesus. Tetapi, tidak semua orang
mendapatkan panggilan yang sama seperti para rasul. Ketika kita dipanggil menjadi murid
Kristus, maka panggilan itu adalah sebuah anugerah, pemberian cuma-cuma. Hal ini bukan
karena kita pandai berteologi, hafal ayat-ayat alkitab, dan berbuat baik. Siapakah kita sehingga
TUHAN dipanggil untuk menjadi murid, melayani, dan memberitakan Injil? Hargailah setiap
panggilan yang Tuhan berikan kepada kita.
“Tuhan Yesus telah mengasihi kita dan memberikan keselamatan. Mari kita bagikan kasih dan
kabar baik ini kepada orang lain!”