Kebangkitan Membawa Harapan

Yousev Lumbantobing Akt’23

Harapan adalah sesuatu yang diinginkan setiap orang, namun untuk mencapainya begitu banyak hal yang dilalui mulai dari lika liku perjalanan hingga kepada kegagalan yang terjadi.

Perjalanan atau proses mencapai harapan adalah langkah dilematis yang dilalui seseorang. Ke-dilematis-an ini bisa berbuah manis bahkan membuat harapan itu pupus di tengah jalan.

Harapan yang pupus di tengah jalan adalah salah satu hasil dari respon bentuk kegagalan itu sendiri. Kegagalan yang harusnya membuat harapan itu semakin ingin dikejar malah menjadi kebalikannya, mundur dan meninggalkannya.

Kegagalan seperti teguran maupun evaluasi dari Tuhan untuk terus mencoba dan selalu berusaha keluar dari kegagalan tersebut. Untuk keluar dari kegagaln harus ada upaya yang dilakukan dari diri kita sendiri misalnya apabila gagal dalam ujian mungkin dikarenakan belum maksimalnya cara belajar kita sehingga solusi maupun upaya bisa dilakukan dengan berbagai cara, tergantung diri kita sendiri bagaimana upaya itu bisa berdampak pada diri kita.

Demikian juga upaya Tuhan kita, Yesus Kristus untuk mengeluarkan kita dari belenggu dosa. Ia rela mengorbankan dirinya sendiri untuk mati di kayu salib seperti pendosa untuk menebus dosa dan kesalahan manusia. Namun, hal ini bukan menjadi titik terlemah dari Yesus Kristus sendiri melainkan dengan Ia mati dan bangkit pada hari ketiga, Ia memperlihatkan ke-Allah-annya untuk bisa keluar dari maut itu sendiri. Biarlah kita juga seperti Tuhan kita, rela mundur atau berkorban namun bisa menjadi langkah baik kedepannya.

Sehingga, haruslah kita merefleksikan kebangkitan Yesus Kristus sebagai panduan kita untuk hidup kedepannya. Adalah benar pepatah mengatakan bahwa mundur selangkah untuk maju beberapa langkah kedepan.

 

5 1 vote
Article Rating