Saldo Akhir Bulan
By: Serzia Eritana Sitepu (Akt’24)
Andin adalah seorang mahasiswa fakultas ekonomi yang selalu percaya diri di awal bulan. Begitu kiriman dari orang tuanya masuk, ia langsung merasa menjadi orang yang paling kaya di kampus. Hari pertama ia langsung merayakannya dengan nongkrong di cafe bersama teman-temannya. Hari berikutnya ia memesan makanan lewat aplikasi. Sesekali ia juga tergoda dengan barang diskon di toko online yang muncul di layar ponselnya. “Cuma sekali-sekali”, pikirnya setiap dia menekan tombol Checkout.
Seperti bulan-bulan sebelumnya, minggu ketiga selalu menjadi masa yang menegangkan. Andin membuka aplikasi M-Banking nya. Angka dilayar membuatnya terdiam. “Loh kok saldonya sisa segini?” katanya bingung. Ia mulai menghitung-hitung di kepalanya, kemana saja uangnya pergi. Anehnya, semuanya terasa hanya pengeluaran kecil seperti kopi, cemilan, makan, dan diskon yang “terlalu sayang untuk dilewatkan”.
Saat sedang menemani temannya Luna berbelanja, ia melihat Luna mencatat sesuatu dalam notes ponselnya. “Kamu nyatat apa?” tanya Andin. “Catat pengeluaran”, jawab Luna. Andin tertawa kecil. “Serius? Ribet banget”. Luna hanya tersenyum. “Kalau nggak dicatat, kita sering nggak sadar uang habis ke mana. Aku juga mulai hidup lebih frugal.”
Kata itu membuat Andin penasaran. Luna menjelaskan bahwa hidup frugal bukan berarti pelit atau tidak
menikmati hidup, tetapi lebih kepada menggunakan uang dengan bijak. Membeli yang benar-benar dibutuhkan, bukan sekadar karena ingin.
Malam itu Andin mencoba hal sederhana. Ia menuliskan semua pengeluarannya selama beberapa hari terakhir. Saat melihat daftar itu, ia terdiam. Ternyata uangnya tidak hilang begitu saja. Andin sadar selama ini ia sering menghabiskan uangnya untuk hal yang sekadar keinginannya. Bulan berikutnya Andin mulai berubah. Ia masih nongkrong bersama teman-temannya, tetapi tidak membeli makan dan minuman yang mahal. Ia juga membawa bekal dan minum dari rumah dan mulai mencatat setiap
pengeluaran kecil.
Ketika akhir bulan tiba, Andin membuka aplikasinya lagi. Kali ini masih ada saldo tersisa yang bisa ditabung. Ia tersenyum kecil. “Jadi ini rasanya hidup frugal,” gumamnya.
Ternyata hidup sederhana bukan membuat hidup terasa sempit. Justru dari sana Andin belajar satu hal penting, mengelola uang hari ini adalah cara menjaga masa depan tetap baik-baik saja.
Cerpen ( Unduh )