TRAGEDI KOPI AKHIR BULAN
Tema : Frugal living di era inflasi
By: Felysia Feodora Hia (EP’25)
Levy adalah mahasiswa yang punya prinsip hidup sederhana. kalau ada uang, jajan. Setiap pagi sebelum masuk kelas, dia selalu mampir ke kafe dekat kampus.
“Bang, kopi susu satu,” katanya santai.
Barista sudah hafal.
“Seperti biasa ya, bang?”
“Yoi, bro. Biar semangat kuliah,” jawab Levy, padahal semangatnya tetap sama, tidur di kelas.
Hari demi hari berlalu. Kopi terus diminum. Uang terus keluar. Tapi Levy tidak pernah menghitung. Sampai suatu hari di akhir bulan…
Levy membuka dompetnya di kamar kos.
Ia terdiam.
Dompetnya juga ikut diam.
Kosong.
Benar-benar kosong.
“Ini dompet atau tempat parkir?” gumam Levy.
Saat dia masih menatap dompet dengan tatapan penuh penyesalan, temannya datang.
Abun membawa botol minum dan kotak bekal. Raka langsung curiga.
“Kenapa kamu bawa bekal? Kamu dikejar ekonomi?”
Abun dengan santai menjawab,
“Bukan. Ini namanya frugal living.”
Levy mengernyit bingung.
“Itu bahasa apa lagi?”
“Hidup hemat, lek. Aku bikin kopi sendiri, bawa makan sendiri, cuci baju sendiri, jadi uangku masih ada.”
Levy langsung berdiri dramatis.
“Jadi selama ini… aku bangkrut gara-gara kopi?”
Abun melihat Levy lalu berkata pelan,
“Bukan gara-gara kopi.”
“Lalu?”
“Gara-gara kamu minum kopi versi bos perusahaan, padahal dompetmu versi karyawan magang.”
Levy terdiam. Ia menatap dompetnya lagi. Dompet itu tetap kosong… tapi sekarang terasa seperti sedang menertawakannya.“
“Kebiasaan sederhana bisa membuat perbedaan besar”
Cerpen ( unduh )