By : Anyelir Septia Indri Siregar – Akt’26
Langit biru kian pudar tertutup jelaga,
Dada bumi sesak, merintih dalam duka.
Hutan rindang kini rebah tak berdaya,
Menyisakan luka yang membakar persada.
Cuaca tak lagi ramah menyapa,
Sungai jernih teraniya limbah.
Bumi tua ini menanggung beban luka,
Ulah jemari manusia serakah.
Senja menyapu Nusantara dengan muram,
Membawa gelisah dalam malam yang dalam.
Meski kelam membendung langkah kita,
Esok, cahaya itu pasti kan menyара.