NEW YEAR RESOLUTION
-Hotdina Sitanggang Manajemen’17-
“Happy new year 2022!” Merupakan kalimat pertama yang kita sampaikan kepada diri kita sendiri, keluarga, teman dan orang sekitar kita. Ada beberapa orang yang tidak asing dengan “New Year Resolution” dan selalu membuat new year resolution disetiap pergantian tahun..
New year resolution atau resolusi tahun baru berisikan rencana-rencana atau target-target yang ingin dicapai dalam satu tahun mendatang. Sejarah resolusi tahun baru berawal sekitar 4.000 tahun yang lalu. Orang Babilonia kuno tercatat sebagai orang pertama yang membuat resolusi Tahun Baru. Orang Babilonia membuat janji kepada para dewa untuk membayar hutang mereka dan mengembalikan barang-barang yang mereka pinjam. Jika orang Babilonia menepati janji mereka maka dewa-dewa akan memberikan kebaikan kepada mereka untuk tahun yang akan datang. Namun, jika tidak mereka akan tidak disukai oleh para dewa. Janji-janji ini dapat dianggap sebagai cikal bakal resolusi tahun baru. Dan sampai sekarang resolusi tahun baru masih eksis akan tetapi lebih cenderung digunakan untuk perkembangan kesehatan, mental, pekerjaan, finansial, dan sosial.
Dalam pembuatan resolusi tahun baru, setiap orang ingin berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya, dengan menetapkan target-target. Dalam mencapai target yang ditetapkan sering terjadi kegagalan walaupun demikian resolusi tahun baru tetap dibuat setiap tahun. Menurut penelitian University of Scranton, Amerika Serikat, menunjukkan bahwa hanya 19% orang yang dapat memenuhi resolusi tahun baru, yang telah direncakan mereka sendiri. Pembuatan resolusi tahun baru bukanlah hal yang buruk, jika dilakukan dengan sungguh-sungguh dan dalam pelaksaannya tidak mengganggapnya menjadi beban, dan merupakan orang-orang yang siap mengubah kebiasaaan baru demi mencapai target yang telah ditetapkan.
Kegagalan pencapaian resolusi tahun baru ini sering terjadi akibat orang-orang tersebut hanya melakukan perencaan akan tetapi pelaksaan yang tidak dijalankan atau sering menunda-nunda, ketidakmampuan dalam membentuk kebiasaan baru, dan perencanaan yang telalu tinggi sehingga dibutuhkan perencanaan yang dapat terukur dengan mempertimbangkan kelemahan dan kelebihan yang kita miliki. Dalam menjalankan resolusi dibutuhkan niat dan ketekunan dalam menjalankannya.
Menurut Lyra Puspa, pakar Neuroscience Bisnis menjelaskan, dalam sistem otak manusia bekerja, ada empat cara orang menjalani hidup demi mencapai tujuan, yaitu :
- Malas untuk bermimipi. Jadi, hidup orang tersebut penuh pesimis. Bahkan untuk membuat resolusi saja malas. Mereka sibuk menyalahkan dan bersungut-sungut dan selalu melihat ke masa lalu.
- Orang yang punya mimpi besar, tetapu tidak ada tindakannya. Semua tidak jalankan dan orang tersebut hanya sekedar menghayal.
- Orang yang punya rencana, tapi pencapaiannya biasa saja. Mereka hanya melakukan hal-hal standar.
- Punya mimpi besar dan rencana bagus, tapi implementasinya putus ditengah jalan
Lalu bagaimana cara agar dapat mencapai resolusi tahun baru, rencana yang kita tetapkan dapat menggunakan rumus SMART yaitu
- Specific, yaitu membuat tujuan spesifik dan jelas untuk perencanaan yang lebih efektif
- Measurable, yaitu rencana yang terukur membuatnya lebih nyata dan mudah diraih
- Achievable, yaitu pastikan anda dapat mencapai tujuan anda secara wajar dalam jangka waktu tertentu
- Realistic yaitu tujuan anda harus selaras dengan kemampuan dan tujuan jangka panjang Anda
- Timely yaitu menetapkan prioritas tugas dan motivasi
Apakah teman-teman sudah mulai menjalankan new year reolution? atau masih berusaha memulai melaksanakan new year resolution? Atau apakah teman-teman tidak mempunyai new year resolution? Memiliki new year reolution atau tidak setiap orang punya pertimbangan masing masing. Akan tetapi tetaplah kita menjadi pribadi yang berpengharapan, dan bersyukur dan menjalani kehidupan dengan baik seturut dengan kehendakNya.
Opini.pdf (unduh)