Reshuffle: Loncatan atau Sandungan? Sebuah Perspektif Mahasiswa

by: Arya Nababan (Akt’24)

Perombakan Kabinet Merah Putih telah terjadi. Pemerintah mengklaimnya sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kinerja dan efektivitas. Namun, bagi kami, para mahasiswa, keputusan ini bukanlah sekadar berita, melainkan sebuah ujian terhadap integritas dan keberpihakan kekuasaan. Pertanyaannya sederhana: apakah reshuffle ini adalah “loncatan” untuk memperkuat pemerintahan atau hanya “sandungan” yang melemahkan kepercayaan publik?

Skeptisisme publik yang mendominasi, seperti yang tercatat dalam riset terbaru, harus menjadi perhatian serius. Mayoritas netizen khawatir bahwa perombakan ini hanya menjadi ajang bagi-bagi jabatan. Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Ketika menteri yang kinerjanya dipertanyakan dipertahankan, sementara figur lain yang kredibel diganti, narasi resmi tentang “evaluasi kinerja” menjadi goyah. Publik menuntut transparansi, bukan retorika.

Pergantian menteri di sektor ekonomi dan pendidikan membawa implikasi besar bagi masa depan. Langkah Menteri Keuangan baru untuk memperlebar defisit APBN, meskipun diklaim demi pertumbuhan ekonomi, memicu kekhawatiran tentang kenaikan utang negara. Pun demikian dengan kebijakan pendidikan yang baru. Visi-visi ambisius seperti pengenalan AI dan coding harus dikawal ketat, agar tidak sekadar menjadi proyek di atas kertas, tetapi benar-benar mampu diterapkan secara merata dan tidak menjadikan pendidikan sebagai “kelinci percobaan” kebijakan yang terus berganti.

Reshuffle tidak akan efektif dalam memberantas korupsi jika hanya sebatas mencopot menteri yang terlibat kasus hukum. Pemberantasan korupsi adalah pertarungan sistemis yang membutuhkan pencegahan dan pendidikan, bukan hanya penindakan. Mahasiswa, sebagai bagian dari gerakan pemuda, memiliki peran vital di sini. Kita harus menjadi “generasi penerus” yang terus mengawasi, mengkritik, dan menawarkan gagasan segar. Kita tidak boleh membiarkan diri kita terperangkap dalam narasi yang disuguhkan oleh “lingkar kekuasaan”. Reshuffle ini adalah momentum bagi kita untuk menegaskan bahwa perbaikan sejati bukanlah sekadar pergantian wajah, melainkan perjalanan panjang menuju Indonesia yang lebih baik.

 

Opini ( Unduh )

5 1 vote
Article Rating