SEMANGAT PERSATUAN DAN ANTI KEKERASAN ADALAH KUNCI MASA DEPAN BANGSA YANG LEBIH BAIK
Yesaya Situngkir Mnj’21
Sumpah Pemuda, yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober. menjadi salah satu tonggak sejarah penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Pada tahun 1928. para pemuda dari berbagai suku agama. dan latar belakang sosial berkumpul dan bersepakat untuk bersatu demi kemerdekaan Indonesia. Mereka bersatu bukan dengan kekerasan. melainkan dengan semangat persaudaraan, kebersamaan, dan komitmen teguh untuk masa depan yang lebih baik. Kini. semangat tersebut sangat relevan dalam membangun generasi yang anti kekerasan.
Kekerasan, dalam berbagai bentuknya baik fisik, verbal. maupun psikologis masih menjadi tantangan besar di Indonesia, terutama di kalangan remaja dan pemuda. Fenomena bullying di sekolah, kekerasan dalam hubungan, serta konflik antar kelompok yang kadang-kadang dipicu oleh sentimen SARA (Suku. Agama. Ras, dan Antargolongan) merupakan contoh nyata dari hal tersebut. Melalui Sumpah Pemuda. kita bisa mengambil pelajaran berharga bahwa perbedaan bukan alasan untuk saling menyerang. melainkan untuk saling memahami dan bekerja sama demi kebaikan bersama.
Generasi muda Indonesia saat ini harus menjadikan semangat persatuan dalam Sumpah Pemuda sebagai fondasi untuk menciptakan lingkungan yang aman dan damai. Ini bisa dimulai dengan cara sederhana: mengedepankan dialog dalam menyelesaikan masalah, menghormati perbedaan pendapat, dan membangun solidaritas sosial. Teknologi digital yang kini mendominasi interaksi sosial anak muda. juga dapat dijadikan sarana untuk menyebarkan pesan-pesan damai, edukasi. dan saling menghargai.
Sebagai mahasiswa, kita memiliki peran penting dalam menyuarakan nilai-nilai anti kekerasan ini. Kampus adalah tempat di mana beragam pemikiran bertemu, dan seharusnya menjadi arena untuk berdiskusi. bukan bertikai. Kita bisa menginisiasi gerakan-gerakan kampanye perdamaian, seminar-seminar tentang resolusi konflik. atau bahkan kegiatan sosial yang mendorong toleransi dan kerja sama lintas budaya. Inilah wujud nyata dari semangat Sumpah Pemuda di era modern.
Selain itu. pendidikan juga memegang peran sentral dalam membangun generasi anti kekerasan. Kurikulum yang tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter dan empati. sangat diperlukan. Melalui pendidikan yang menekankan pada pentingnya menghargai sesama dan menyelesaikan konflik tanpa kekerasan. kita dapat menciptakan generasi yang lebih bijaksana dalam menghadapi perbedaan.
Sumpah Pemuda mengajarkan kita bahwa perubahan besar dimulai dari semangat pemuda. Dengan memegang teguh nilai-nilai persatuan dan anti kekerasan, generasi muda Indonesia dapat menjadi motor penggerak dalam menciptakan bangsa yang damai, sejahtera. dan saling menghargai. Mari bersama-sama melanjutkan perjuangan para pendahulu kita. bukan lagi dengan senjata, tetapi dengan pikiran. kata, dan aksi yang menebar perdamaian.
Opini (unduh)