KURANGI RESOLUSI PERBANYAK EKSEKUSI
By: Andru Damara Ginting (Mnj’23)
New Year New Me, salah satu kalimat yang sering kita dengar ketika pergantian tahun kan tiba.
Pada tahun ini, di tahun 2026, tak kalah banyaknya juga orang membuat berbagai resolusinya. Seraya berdoa sembari berharap, sembari membuat nya di status ataupun sekedar menanamkannya di dalam hati bahwasannya 2026 akan menjadi versi terbaiknya. Banyak kata, banyak pepatah ataupun kalimat motivasi yang digenggam untuk memulai tahun yang baru.
Tahun ini harus berubah. Tahun ini harus lebih baik dari tahun yang lalu. Tahun ini aku mau hidup lebih sehat. Tahun ini aku mau rajin olahraga. Tahun ini mau jaga pola makan. Tahun ini aku mau tidur lebih teratur, mau diet. Tahun ini aku mau lebih mencintai diri sendiri, aku mau menjadi pribadi yang lebih sabar, mau menjaga kesehatan mental, mau meninggalkan hal-hal yang toksik, mau lebih hemat, mau serius kerja, serius belajar, serius kullah, mau lebih profesional, mau tepat waktu, mau disiplin, produktif, dan banyak lagi.
Resolusi tanpa eksekusi hanyalah ilusi, begitulah kesimpulan singkat yang didapat oleh penulis. Bahkan tertulis di alkitab, dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja.
Amsal 14:23 mengatakan demikian. Firman Tuhan pun menyepakati kata-kata belaka saja hanya mendatangkan kekurangan saja, bukan tidak boleh memberikan resolusi, tetapi eksekusi kecil yang dilakukan terus menerus adalah yang kita butuhkan bahkan ketika langkahmu terasa berat.
Tidak ada gunanya to do list, tidak ada gunanya harapan, tidak ada gunanya resolusi-resolusi yang kamu buat apabila semuanya tanpa eksekusi, semuanya hanyalah llusi.
Tidaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja, sebab jika tidak demikian, kamu menipu diri sendiri (Yakobus 1:22). Jangan lah kita hanya berhenti di niat, wacana, rencana, ataupun resolusi-resolusi yang kita buat. Karena tanpa lelah penulis mengatakan bahwa kesungguhan sesungguhnya ada pada eksekusi kita. Iman dan komitmen kita akan diuji dari eksekusi nyata yang kita lakukan nantinya.
Maka dari itu teman-teman, bersama-sama, di tahun yang baru ini, Janganlah terburu-buru dengan mulutmu, dan janganlah hatimu lekas-lekas mengeluarkan perkataan di hadapan Allah, karena Allah ada di sorga dan engkau di bumi: oleh sebab itu, biarlah perkataanmu sedikit.
Karena sebagaimana mimpi disebabkan oleh banyak kesibukan, demikian pula percakapan bodoh disebabkan oleh banyak perkataan. Kalau engkau bernazar kepada Allah, janganlah menunda-nunda menepatinya, karena la tidak senang kepada orang-orang bodoh. Tepatilah nazarmu.
Lebih baik engkau tidak bernazar dari pada bernazar tetapi tidak menepatinya (Pengkhotbah 5:1-4). Karena Tuhan lebih menghargai ketahatan yang dikerjakan daripada janji atau resolusi yang muluk.
Selamat Tahun Baru 2026, mari mulal dari eksekusi kecil yang telah kita resolusikan dan kiranya Tuhan ada di pihak kita. Tuhan Yesus memberkati selalu.
Renungan ( Unduh )