Kristen Progresif : Tantangan Iman di Dunia Modern

Tata Laksana

Penelaahan Alkitab II telah terlaksana pada hari Jumat, 28 Februari 2025 secara onside di Sekretariat Taktis GMKI FEB USU Jl. Rebab No.20. Penelaahan alkitab ini mengangkat tema tentang “ Kristen Progresif : Tantangan Iman di Dunia Modern” yang di bawakan oleh
EV.Evilina Thea Polnaya. Penelaahan Alkitab II berlangsung mulai pukul 16.30 (mengalami keterlambatan selama 45 menit) dan di hadiri oleh 38 anggota. Kegiatan ini di buka dengan doa oleh Fitri Hutajulu . Kemudian di lanjutkan dengan kata pembukaan oleh Moderator yaitu Emy Aurelia Ginting (Wakil Sekretaris Bidang Kerohanian) dan di lanjutkan dengan pemaparan materi, kemudian diskusi tanya jawab dan yang terakhir di lanjutkan dengan doa penutup yang di bawakan oleh Fitri Hutajulu. Kemudian pada akhir kegiatan di lakukan pengisian quesioner yang di bagikan oleh pengurus komisariat dan melakukan dokumentasi kegiatan.

Resume Materi

• Pengantar
Dalam era yang terus berkembang, tantangan bagi iman Kristen menjadi semakin rumit. Perkembangan ilmu pengetahuan, perubahan sosial, dan berbagai pemikiran modern memerlukan tanggapan yang sesuai dari komunitas Kristen. Salah satu tanggapan yang muncul adalah gerakan Kristen Progresif, yang berupaya untuk menafsirkan kembali ajaran Alkitab agar sejalan dengan nilai-nilai masa kini.

• Apa yang di maksud dengan Kristen Progresif?
Kristen progresif adalah sebuah gerakan dalam Kekristenan yang menggabungkan pemikiran modern dan ajaran Alkitab. Kekristenan Progresif, yang sebelumnya dikenal sebagai The Center for Progressive Christianity (TCPC), didirikan pada tahun 1996 oleh pendeta Episkopal yang sudah pensiun, James Rowe Adams. Gretta Vosper, Shane Claiborne, dan John Shelby Spong. Mereka berusaha untuk menampilkan ajaran Kristus yang update, menjawab tantangan zaman modern, dan relevan dengan masanya.

• Pandangan tentang alkitab
1. Kristen progresif sering kali menafsirkan ulang ajaran-ajaran inti Alkitab untuk menyesuaikan dengan nilai-nilai modern.
2. Alkitab bisa salah, banyak kontradiksi, sering tidak relevan.
3. Menyatakan ketidaksetujuan dengan penulis Alkitab, atau menolak bagian-bagian yang mereka anggap tidak membantu.

• Pandangan tentang Keselamatan
1. Kristen Progresif sering kali melihat Yesus sebagai seorang guru moral dan aktivis sosial, bukan sekadar Juruselamat
2. Keselamatan merupakan anugerah yang dapat diterima oleh semua orang, tanpa memandang latar belakang agama atau moralitas mereka
3. Kristen progresif sering kali lebih menekankan kasih Allah daripada keadilan- Nya.

• Keselamatan menurut Alkitab
1. Keselamatan adalah anugerah Allah (Yohanes 3:16)
2. Allah penuh kasih (1 Yohanes 3:9)
3. Allah yang adil (Matius 13:41)

• Pandangan tentang kasih
Kristen Progresif berpendapat bahwa semua manusia adalah gambar Allah dan oleh karena itu harus diperlakukan dengan martabat dan kesetaraan yang sama. Ini mendorong mereka untuk mengambil posisi yang mendukung kesetaraan gender dan hak LGBTQ. Kristen Progresif sering kali menolak penafsiran tradisional yang menyatakan bahwa homoseksualitas adalah dosa, dan sebaliknya, mereka mendukung pandangan bahwa cinta dalam berbagai bentuk adalah suci dan harus diterima.

SIKAP SEBAGAI ANAK TUHAN
Pertahankan kebenaran Firman Tuhan. Baca dan renungkan Alkitab, pelajari kebenarannya baik-baik. Dengan demikian, kita takkan mudah terhanyut oleh paham-paham di luar sana. Berdoalah bagi mereka. Meskipun mereka yang menganut pandangan Kristen progresif mungkin berbeda pandangan dengan kita, kita perlu mendoakan mereka. Kita tetap percaya, bahwa nanti Tuhan akan memberi mereka hikmat dan pengertian. Tetaplah mengasihi mereka. Alih-alih memisahkan diri dan menciptakan jarak dengan orang-orang yang memiliki pandangan Kristen progresif, tetaplah berteman dan mengasihi mereka. Jadilah berkat bagi mereka.

KESIMPULAN
Kristen Progresif merupakan sebuah gerakan yang berupaya untuk mengadaptasi ajaran Alkitab dengan pemikiran zaman sekarang, terutama dalam hal penafsiran, konsep keselamatan, dan cinta kasih. Gerakan ini menekankan pentingnya inklusivitas dan kesetaraan, serta melihat Yesus sebagai seorang guru moral dan aktivis sosial, bukan sekadar Juruselamat. Sementara itu, pandangan Kristen tradisional tetap berpegang pada ajaran Alkitab sebagai firman Tuhan yang tidak berubah, menegaskan bahwa keselamatan hanya dapat diperoleh melalui iman kepada Yesus, serta mempertahankan pandangan konservatif mengenai moralitas.

 

RESUME PENELAAHAN ALKITAB 2

0 0 vote
Article Rating