Kasih Natal di Kampus

 “Apa yang Sudah Kita Berikan?”

Accarida Purba EP’21

Di penghujung semester, suasana kampus terasa berbeda. Hiasan Natal mulai menghiasi bangunan, dan suara tawa mahasiswa memenuhi aula. Namun, di balik semua keceriaan itu, Parade, seorang mahasiswa jurusan Ekonomi Pembangunan, merasa ada hal yang lebih dalam untuk direnungkan. Dia bertanya-tanya, “Apa yang sudah kita berikan?”

Setiap tahun, kampus merayakan Natal dengan berbagai acara, Dari perayaan di aula hingga acara tukar kado, semuanya tampak meriah. Namun, Parade merasa bahwa perayaan itu sering kali hanya mengedepankan aspek hiburan, dan bukan makna sejati dari Natal. Dia ingin Natal kali ini menjadi lebih bermakna, tidak hanya bagi dirinya tetapi juga bagi orang lain. Dengan semangat itu, dia mengajak beberapa teman dekatnya untuk berdiskusi tentang cara merayakan Natal yang lebih berarti.

“Bagaimana kalau kita mengadakan sesi berbagi cerita dan dukungan di panti asuhan dekat kampus?” usulnya. Teman-temannya terkejut, tetapi semangat Parade menular. Mereka mulai merencanakan acara tersebut, berfokus pada bagaimana bisa memberikan kebahagiaan kepada anak-anak yang mungkin tidak merasakan kehangatan Natal.

Mereka memutuskan untuk mengorganisir kegiatan berupa kegiatan membuat kue dan kerajinan tangan. Parade dan teman-temannya mencari donasi dari mahasiswa lain dan mengumpulkan mainan serta buku cerita untuk dibawa ke panti asuhan. Proses perencanaan itu sendiri menjadi pengalaman yang menyenangkan, mengikat mereka dalam semangat kebersamaan.

Hari acara tiba, dan suasana di panti asuhan penuh dengan tawa dan keceriaan. Parade dan teman-temannya membawa kue yang mereka buat dan mengajak anak-anak berkreasi. Melihat senyuman di wajah anak-anak saat mereka menciptakan sesuatu dengan tangan mereka sendiri adalah kebahagiaan yang tak ternilai.

Di tengah acara, Parade merenungkan pertanyaannya kembali: “Apa yang sudah kita berikan?” Kali ini, jawabannya lebih jelas. Mereka telah memberikan lebih dari sekadar bantuan materi, mereka telah memberikan kasih, harapan, dan rasa saling percaya. Setiap tawa anak-anak, setiap pelukan hangat, adalah bukti nyata dari kasih yang mereka sebarkan.

Saat malam Natal tiba, Parade dan teman-temannya berkumpul kembali di kampus. Meskipun mereka kelelahan, mereka merasa lebih terhubung satu sama lain dan dengan sesama. Parade menyadari bahwa Natal bukan hanya tentang apa yang diterima, tetapi tentang apa yang bisa diberikan kepada orang lain.

Dengan semangat baru, mereka berjanji untuk melanjutkan inisiatif ini di masa mendatang. Dalam hati mereka, Parade tahu bahwa mereka telah menghidupkan makna sejati dari Natal di lingkungan kampus yaitu sebuah perkumpulan yang saling peduli dan berbagi kasih.

Natal di kampus bukan hanya sekadar perayaan, itu adalah kesempatan untuk memberi, menciptakan kenangan, dan membangun hubungan yang lebih kuat. Parade dan teman-temannya telah menemukan cara untuk menjawab pertanyaan itu dengan tindakan dan itulah yang membuat Natal kali ini begitu istimewa.

0 0 vote
Article Rating