Dear Gentle Readers
Marsia Br. Pelawi Manajemen’22
Aku termangu dengan pemandangan narasi yang terpancar dari layar tablet di hadapanku. Menyaksikan kisah pilu dari layar lebar semalam membuat air mataku tak henti-henti mengalir deras. Hatiku pilu dengan kisah yang diceritakan oleh nenekku pada masa itu. Aku menarik nafas panjang dan melanjutkan bacaanku.
Gerakan 30 September (G30S) terjadi pada malam 30 September hingga 1 Oktober 1965 di Indonesia. Peristiwa ini melibatkan pembunuhan enam jenderal Angkatan Bersenjata Indonesia dan merupakan bagian dari usaha kudeta yang diduga dilakukan oleh kelompok yang berafiliasi dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Meskipun PKI diduga terlibat, ada kontroversi dan perdebatan mengenai tingkat keterlibatannya dalam peristiwa ini.
Aku memutar otakku dan mengernyit, kenapa orang-orang ini dengan sangat mudah menghilangkan nyawa orang lain hanya demi tujuan mereka sendiri?
Bahkan dampaknya yang sangat besar meninggalkan jejak luka yang membekas hingga hari ini. Pembersihan pasca-G30S menyebabkan ribuan orang ditangkap, disiksa, atau dibunuh. Banyak keluarga yang ditinggal dengan stigma dan dampak psikologis mendalam akibat peristiwa tersebut. Ketegangan sosial yang timbul akibat pembersihan ini memperdalam perpecahan dalam masyarakat Indonesia.
Aku berharap ini tidak akan pernah terjadi lagi dalam sejarah Indonesia. Kamu adalah harapan bangsa ini, hey mahasiswa FEB USU.
Cerpen ( Unduh )