Estafet Sang Reformator: Merawat Janji Pemuda, Mengabdi Indonesia

By:  Novena Ho Abigail (Akt’23)

Kita sebagai mahasiswa kerap sekali bertanya mengenai apa yang harus kita perjuangankan selain daribelajar dan memperoleh nilai akademik, namun kita diharapkan dapat meneruskan perjuangan para pemuda yang terlebih dahulu telah memperjuangkan keadilan. Mereka memperjuangkan keadilan dengan semangat api yang menyala-nyala. Namun sangat disayangkan banyak mahasiswa sekarang yang sering mengeluh dengan tugas yang menumpuk, dan tidak mau keluar dari zona nyamannya. Masih banyak mahasiswa dan pemuda lainnya yang takut melakukan suatu perubahan.

Kita sebagai seorang mahasiswa seharusnya kitalah yang meneruskan semangat perjuangan. Tongkat estafet yang terus berpindah dari satu generasi ke generasi lainnya, mereka bukan menuntut perubahan saja, tetapi juga harus bisa menjaga janji, janji untuk menjaga persatuan, mewujudkan Indonesia yang Merdeka, menjaga keadilan dan kesejahteraan di negara ini.

Kini tongkat estafet sudah berada ditangan kita, kita harus bisa memperjuangkan hal itu. Aku percaya bahwa perjuangan untuk menciptakan perubahan tidak melulu harus melalui hal hal yang besar. Ia bisa lahir dari ruang-ruang kecil, dari diskusi kritis, dan aksi nyata serta kepedulian terhadap sesama. Jangan biarkan api perjuangan itu padam oleh kepentingan pribadi atau kelelahan dan memperjuangkan suatu hal. Mari kita jaga supaya semangat kita tetap menyala dan menerangi setiap sudut kegelapan yang masih tersisa dinegeri ini.

Mengabdi untuk negara kita bukanlah hal yang mudah. Ia memerlukan pengorbanan, kesetiaan, dan semangat juang yang tidak pernah padam. Kita juga perlu memiliki kekuatan untuk berpikir kritis, berani bersuara, dan melakukan aksi nyata. Mari kita rawat janji pemuda. Mari kita mengabdi untuk Indonesia selamanya.

Opini ( Unduh )

5 1 vote
Article Rating