Pahlawan bukan Pecundang, Pahlawan adalah Pejuang

Vero Sinaga Mnj’19

Pahlawan merupakan orang yang berjuang di tanah air dan merelakan dirinya sebagai volunter negara untuk memperjuangkan kebenaran. Pahlawan adalah orang yang berjasa untuk memerdekakan Indonesia sehingga ia rela mempertaruhkan nyawanya. Orang yang disebut pahlawan jika ia memiliki sifat kepemimpinan, toleransi, berani mengambil resiko, bijaksana, pantang menyerah, optimis, dan memiliki sifat nasionalisme dan berideologi pancasila. Masih ingatkah kamu kisah pada tanggal 10 November?

Setiap tanggal 10 November bangsa Indonesia memperingati hari pahlawan. Mungkin banyak dari kita belum mengetahui mengapa pada tanggal 10 November ditetapkan sebagai hari pahlawan. Hari Pahlawan adalah hari mengingat pertempuran Surabaya yang terjadi pada tahun 1945. Sejarah hari pahlawan bermula setelah proklamasi 17 Agustus 1945, dimana situasi Indonesia belum stabil. Pada saat itu Indonesia masih bergejolak terutama antara rakyat dan tentara asing. Setelah tanggal 17 Agustus 1945, pemerintah menetapkan bahwa tanggal 1 September 1945 bendera Nasional, sang saka Merah Putih dikibarkan diseluruh wilayah Indonesia. Pada pertengahan september tentara Inggris mendarat di Jakarta dan mereka berada di Surabaya pada 25 September 1945.

Tentara Inggris tergabung dalam AFNEI datang bersama dengan tentara NICA. Tugas mereka adalah melucuti tentara Jepang dan memulangkan mereka ke negara nya dan sekaligus mengembalikan Indonesia kepada pemerintahan Belanda sebagai negara jajahan. Hal ini lah yang memicu kemarahan warga Surabaya. Mereka menganggap Belanda menghina kemerdekaan Indonesia dan melecehkan bendera merah putih. Timbul protes yang membuat warga Surabaya berkerumun didepan hotel Yamato dan meminta bendera Belanda diturunkan lalu mengibarkan bendera Indonesia. Pada tanggal 27 Oktober 1945 perwakilan Indonesia berunding dengan pihak Belanda dan berakhir Meruncing hingga mengakibatkan Lukman tewas dicekik oleh Sidik. Hingga mengakibatkan hotel Yamato terjadi kericuhan. Sejumlah warga ingin masuk kedalam Hotel tetapi Haryono dan Gusno Wibowo yang berhasil merobek bagian biru bendera, sehingga bendera menjadi Merah Putih. Tanggal 29 Oktober 1945 pihak Indonesia dan Inggris sepakat untuk menandatangani gencatan senjata. Namun disayangkan keesokan harinya kedua pihak bentrok dan menyebabkan Brigadir Jenderal Mallaby, pimpinan tentara Inggris tewas ditembak. Melalui Mayor Jenderal Robert Mansergh, pengganti Mallaby mengultimatum bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia, yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya serta meminta orang Indonesia untuk menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas ultimatum pada pukul 6 pagi tanggal 10 November 1945.

Ultimatum tersebut membuat warga Surabaya marah hingga terjadi pertempuran 10 November . Saat itu rakyat Surabaya bersama para pejuang tertempur melawan tentara Inggris yang mana kekuatan tentara sekutu sekitar 15.000 pasukan. Dalam pertempuran di surabaya itu 6000 rakyat Indonesia telah gugur dan pertempuran tersebut terjadi selama 3 minggu. Oleh karena peristiwa itulah pertempuran surabaya pada tanggal 10 November 1945 ditetapkan sebagai hari pahlawan.

Pahlawan bukanlah superhero yang tak pernah menderita. Pahlawan hanyalah manusia biasa yang berkorban untuk negara Indonesia. Bangsa yang mereka inginkan, bukan pujian yang mereka harapkan, dialah permata NKRI. Selamat hari Pahlawan.

Source : https://www.suara.com/news/2020/11/04/144751/sejarah-hari-pahlawan-ini-penjelasan-kenapa-diperingati-10-november

4 1 vote
Article Rating