Kurangi Resolusi Perbanyak Eksekusi :
Keluar dari Ilusi Produktivitas: Mengapa Eksekusi Harus Menang atas Rencana

By: Novena Ho Abigail (Akt’23)

Belakangan ini, saya merasa ada tren yang cukup mengkhawatirkan di kalangan kita sebagai mahasiswa. Kita sering kali terjebak dalam apa yang disebut sebagai ilusi produktivitas. Kita merasa sudah melakukan sesuatu hanya karena berhasil menyusun daftar resolusi yang panjang, merapikan jadwal di aplikasi planner, atau menghabiskan waktu berjam-jam mendiskusikan teori tanpa pernah menyentuh praktiknya. Kita terlena pada persiapan, namun tidak berani dalam aksi nyata.

Secara psikologis, ada fenomena yang disebut planning fallacy. Sebuah penelitian yang pernah dibahas dalam Journal of Clinical Psychology menunjukkan bahwa hanya sekitar 8% orang yang benar-benar mewujudkan resolusi mereka. Masalahnya klasik: kita terlalu hebat dalam membayangkan hasil akhir, tapi meremehkan betapa berdarah-darahnya proses eksekusi di lapangan.
Contoh analogi sederhana: bayangkan kita sedang menargetkan untuk menjadi seorang pemanah yang handal.

Membuat resolusi itu ibarat kita yang sibuk memilih busur paling mahal, mengelap talinya berkali-kali, dan membaca buku teknik membidik sampai hafal di luar kepala. Namun, semua itu tidak ada gunanya kalau kita tidak pernah benar-benar menarik tali busur dan melepaskan anak panah pertama. Kita terlalu takut anak panah itu meleset, sehingga kita memilih untuk terus “bersiap-siap” di garis start. Padahal, keahlian memanah itu lahir dari ratusan anak panah yang meleset, bukan dari buku manual yang kita baca di dalam kamar.

Di dunia nyata—baik itu di ruang sidang skripsi atau di lingkungan kerja nanti—rencana yang sempurna tidak akan pernah bisa mengalahkan satu langkah nyata yang selesai. Satu laporan yang selesai dikerjakan, meski isinya masih perlu banyak perbaikan, jauh lebih berharga daripada satu ide brilian yang hanya mengendap di dalam kepala.

Sudah saatnya kita berhenti membuat daftar keinginan yang itu-itu saja. Kurangi jumlah resolusi kita, pilih salah satu yang paling penting, lalu kerjakan sekarang juga. Jangan menunggu sampai kita merasa “siap”, karena rasa siap itu seringkali hanya datang setelah kita mulai berkeringat melakukan pekerjaan tersebut. Dan satu hal yang harus dihindari, yaitu berhenti untuk membuang-buang waktu. Karena pada akhirnya, perubahan dalam hidup kita tidak ditentukan oleh seberapa rapi rencana kita, melainkan oleh seberapa berani kita mengeksekusinya.

Opini ( Unduh )

0 0 vote
Article Rating