“Peluh Dibawah Langit Beton”
By: Marissa Libry Patricia
Di bawah beton yang menjulang tinggi,
Ada punggung yang membungkuk sunyi.
Mereka adalah nafas di mesin-mesin tua,
Detak jantung ekonomi yang tak pernah jeda
Katanya, kau adalah pondasi negeri,
Namun mengapa bebanmu kian menindih diri?
Saat harga beras terbang melampaui mimpi,
Upahmu menguap sebelum sempat kau nikmati
Dapurmu dingin, bumbu dapur kian mahal,
Nutrisi dipangkas demi sekolah yang tersengal.
Jika pondasi ini kau biarkan retak dan rapuh,
Maka seluruh gedung megah ini akan luruh
Dengarlah suara dari dasar krisis,
Bukan sekadar angka, tapi hidup yang tragis.
Jangan biarkan sang pondasi hancur binasa,
Sebab tanpa buruh, runtuhlah seluruh bangsa
Puisi ( Unduh )