Momen Hari Besar Adalah Salah Satu Faktor
Yang Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
Rachael Panggabean Akt’22
Pertumbuhan ekonomi adalah dilihat dan diukur dengan cara membandingkan komponen yang dapat mewakili keadaan ekonomi suatu negara masa kini dan periode sebelumnya. Komponen yang digunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi adalah produk nasional bruto (PNB) atau produk domestik bruto (PDB). Dengan demikian, Pertumbuhan ekonomi adalah sebuah proses dari perubahan kondisi perekonomian yang terjadi di suatu negara secara berkesinambungan untuk menuju keadaan yang dinilai lebih baik selama jangka waktu tertentu.
Momen hari besar keagamaan selalu mendorong kenaikan permintaan dan uang beredar. Hal ini meningkatkan konsumsi masyarakat sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi.
Sebagai contoh, momen bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri diperkirakan akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Ini karena Ramadhan dan Idul Fitri akan meningkatkan permintaan serta gelontoran jumlah uang beredar yang bisa menjadi tambahan bahan bakar bagi pertumbuhan ekonomi
Semarak bulan Ramadhan dan puncak Hari Raya Idul Fitri selalu menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Pasalnya, setiap Ramadhan tiba, sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia mengeluarkan uang lebih banyak dibanding hari biasa, mulai dari pemenuhan kebutuhan pangan,pakaian, hingga rekreasi.
Periode Ramadhan tahun ini yang dimulai sejak 12 Maret tetap diharapkan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi yang diprediksi tetap solid. Josua memproyeksikan ekonomi nasional tumbuh pada kisaran 5 persen pada triwulan I dan II 2024.
Tidak dimungkiri bahwa kenaikan harga pangan sebelum Ramadhan cukup membuat waspada. Badan Pusat Statistik (BPS) sudah memberi peringatan terhadap kondisi ini. Secara umum, data historis pada momen Ramadhan selalu menunjukkan terjadinya inflasi.
Opini (unduh)