Tata Laksana
Diskusi Tematis II telah terlaksana pada hari Sabtu, 22 November 2022 di sekretariat taktis GMKI FEB USU, Jalan Pembangunan, Gang Karya No 8a dan melalui media Conference ZOOM. Diskusi Tematis II ini mengangkat tema “Investasi Aman di Tengah Ancaman Resesi Global 2023” yang dibawakan oleh Bintan Umarullah Research Analyst Ayovest. Diskusi Tematis II berlangsung mulai pukul 16.00 WIB (mengalami keterlambatan selama 30 Menit) dan dihadiri oleh 39 anggota. Kegiatan ini dibuka dengan Doa oleh Accarida Purba (Wakil Sekretaris Organisasi dan Komunikasi). Kegiatan ini dimoderatori oleh Immanuel Sinurat. Adapun materi yang dibawakan dalam kegiatan ini adalah Investasi yang aman di tengah ancaman resesi global 2023 yang mungkin mengancam dunia khususnya Indonesia. Setelah pemaparan materi, dilanjutkan dengan sesi Tanya jawab, kemudian dilanjutkan dengan pengisian post test yang dibagikan oleh pengurus komisariat. Kemudian ditutup dengan Doa yang dibawakan oleh Cahya Hutabarat dan melakukan dokumentasi kegiatan.
Resume Materi
Rendahnya literasi akan Investasi membuat terkadang sebagian besar masyarakat tidak mengerti bahkan cenderung tidak mengetahui apa itu Investasi. Apa itu investasi? Investasi adalah kegiatan menanamkan modal, baik itu secara langsung ataupun tidak langsung dengan harapan akan adanya sejumlah keuntungan yang diperoleh dari penanaman modal tersebut. Kinerja perekonomian global tengah menunjukkan fluktuasi akibat gejolak yang banyak terjadi dan mampu meningkatkan risiko stagflasi dan resesi di berbagai negara di belahan dunia. Apa saja Investasi Aman di Tengah Ancaman Resesi Global 2023? Terdapat bermacam-macam investasi yang dapat diambil oleh masyarakat guna menghadapi kemungkinan yang akan terjadi dengan adanya ancaman resesi yang akan menerpa dunia di tahun 2023, namun dengan banyaknya pilihan investasi yang tersedia perlu diketahui investasi apa dan sektor apa yang memiliki nilai interest yang paling menarik diantara pilihan yang ada. Sebelum melihat investasi atau sektor apa yang menarik menjadi pilihan Investasi Aman di Tengah Ancaman Resesi Global 2023. Perlu diketahui terlebih dahulu tingkat risiko dan jangka waktu dari Investasi yang ada. Instrumen investasi dapat kita kelompokkan berdasarkan tingkat risiko dan jangka waktunya. Pengelompokkan investasi berdasarkan tingkat risiko dan jangka waktunya;
• Risiko rendah
Instrumen-instrumen investasi dengan tingkat risiko seperti ini cocok bagi nasabah yang berprofil risk averse (investor yang cenderung menghindari risiko) asalkan aman dan stabil. Masuk dalam kategori ini misalnya deposito, obligasi, atau emas.
• Risiko Menengah
Jenis investasi ini cocok bagi nasabah yang menginginkan tingkat imbal hasil di atas deposito dan sanggup menanggung risiko berskala sedang, contohnya reksa dana.
• Risiko tinggi
Tipe instrumen investasi dimana investor menginginkan imbal hasil tinggi dan sanggup menanggung risiko yang tinggi pula cocok bagi nasabah yang berprofil risk taker (Investor yang berani dalam mengambil risiko). Contoh investasi di kategori ini adalah saham, forex, atau kontrak berjangka komoditas. Ditengah adanya ancaman resesi yang akan terjadi di tahun 2023, terdapat beberapa sektor yang menarik untuk melakukan investasi didalamnya. Ada sejumlah sektor yang berpotensi paling cuan di tahun 2023. Investasi Emas atau logam mulian yang secara tradisional menjadi aset lindung nilai terhadap inflasi juga bisa menjadi pilihan investasi. Awal Maret lalu emas sempat melesat ke US$ 2.069/troy ons dan nyaris memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa. Namun setelahnya justru menurun dan kini diperdagangkan di dekat US$ 1.800/troy ons. Seandainya dunia mengalami resesi, apalagi jika kebijakan bank sentral gagal menurunkan inflasi dengan cepat, maka emas punya potensi kembali melesat dan berpeluang memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa.
Investasi ke obligasi merupakan salah satu rekomendasi, sebab selain lebih aman ketimbang saham, imbal hasil (yield) yang ditawarkan kini cukup tinggi. Kenaikan suku bunga yang dilakukan bank sentral membuat yield obligasi cenderung akan menanjak. Hal ini tentunya memberikan keuntungan, apalagi obligasi merupakan aset yang lebih aman ketimbang saham. Sektor Keuangan atau perbankan juga menarik dan berpeluang mendatangkan peluang bagi pemegang sahamnya baik dari dividen maupun capital gain. Sektor finances seharusnya mendapat keuntungan dari tren suku bunga tinggi. Baru-baru ini perusahaan tesla secara terbuka menyatakan tertarik melakukan investasi di Indonesia dalam rangka mengembangkan Produksi baterai untuk mobil listrik mereka, hal ini menunjukkan Sektor pertambangan dan mineral juga menunjukkan prospek bagus dan menarik di tahun 2023 ini. Terdapat beberapa Strategi investasi yang tepat dan dapat dipilih serta dilakukan agar bisa mendapat keuntungan yang maksimal. Meskipun pada dasarnya menabung rutin adalah cara yang direkomendasikan untuk investasi, ternyata ada beberapa strategi lainnya. Strategi yang dapat dicoba untuk meningkatkan keuntungan modal yang didapat:
• Dollar-cost averaging : Membagi jumlah total uang yang akan diinvestasikan
secara rata untuk pembelian berkala (membayar atau menabung jumlah uang yang sama dalam periode rutin). Strategi ini cocok bagi investor yang ingin berinvestasi secara aman tanpa melihat naik turunnya harga saham.
• Market timing : Strategi investasi dengan memperkirakan kenaikan
atau penurunan harga yang terus berubah-ubah. Jika ingin melakukan investasi dengan strategi ini, investor harus memiliki pemahaman yang baik mengenai kondisi market dan instrumen yang diinginkan.
• Lump sum : Strategi investasi dengan melakukan satu kali
pembayaran dalam jumlah besar. Setelah melakukan investasi dalam jumlah besar ini, tidak perlu lagi menambah dana.
• Buy and Hold :Strategi investasi yang tidak memperhatikan
pergerakan harga di pasar, karena hanya menyimpan untuk waktu yang lama, dengan harapan nilai investasi akan terus naik dan membawa keuntungan yang besar.
Perlu adanya persiapan investasi guna mengantisipasi segala kemungkinan buruk atau ancaman yang mungkin akan muncul di tengah ancaman resesi di tahun 2023. Hal ini penting karena mengingat gejolak geologi politik dan ekonomi yang masih akan terus berlanjut akan memberikan dampak terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi dan ancaman inflasi yang diperkirakan akan terus mengalami kenaikan yang tentu akan mempengaruhi nilai tukar mata uang selama keadaan belum stabil dan membaik.