• Tata Laksana
Telah terlaksananya Penelaahan Alkitab ke I oleh pengurus komisariat GMKI FEB USU yang dilaksanakan pada Jumat, 14 Oktober 2022, dengan tema “Menjadi Seorang Kristen Kelas Dunia” yang diambil dari Markus 16 : 15-20. Kegiatan Penelaahan Alkitab kali ini dibawakan oleh Bapak Pdt. Dr. Tony Liston Hutagalung, M.Sc. yang merupakan dosen di STT ABDI SABDA Medan. Penelaahan Alkitab berlangsung dari pukul 16.30 WIB hingga pukul 19.20 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan di Sekretariat Taktis GMKI FEB USU. Penelaahan Alkitab kali ini diikuti sebanyak 26 orang dilihat dari absensi yang diisi oleh peserta dan disebar saat kegiatan berlangsung. Adapun peserta yang hadir dalam Penelaahan Alkitab ini, terdiri dari pengurus komisariat dan anggota GMKI FEB USU.
Penelaahan Alkitab diawali dengan salam pembuka oleh moderator, Utari Estetica Pane (Wakil Sekretaris bidang Kerohanian), serta dilanjut dengan menyanyikan lagu pujian yang berjudul “Satukanlah Hati Kami” dan doa pembuka yang dibawakan oleh Accarida Purba. Selanjutnya, moderator selaku yang memimpin jalannya kegiatan Penelaahan Alkitab ini memberikan kesempatan kepada pembicara Bapak Pdt. Dr. Tony Liston Hutagalung, M.Sc untuk memaparkan materi Penelaahan Alkitab. Setelah selesai memberikan pemaparan, moderator membuka sesi diskusi tanya jawab dan mempersilahkan peserta untuk memberikan tanggapan. Dalam sesi diskusi terdapat 4 tanggapan, berupa pertanyaan yang disampaikan oleh peserta diskusi. Setelah sesi diskusi tanya jawab, dilakukan pembahasan mengenai studi kasus yang sudah disediakan bersangkutan dengan tema dan dibahas dalam bentuk kelompok terdiri dari 4 kelompok. Setelah studi kasus dibahas per kelompok, selanjutnya perwakilan kelompok memaparkan hasil diskusi kelompoknya. Setelah semua kelompok memaparkan hasil diskusinya, pembicara meluruskan atau memberi kesimpulan terkait studi kasus yang sudah dibahas. Setelah sesi studi kasus berakhir, moderator kemudian mempersilahkan pembicara untuk memberikan closing statement. Setelah closing statement disampaikan, moderator memimpin peserta untuk menyanyikan lagu pujian berjudul, “Hati Sbagai Hamba”. Setelah selesai menyanyikan lagu pujian, moderator menutup Penelaahan Alkitab ini dengan memberikan kesimpulan dan mempersilahkan Siska Manullang untuk membawakan doa penutup.
• Resume Materi
“Menjadi Seorang Kristen Kelas Dunia” (Markus 16 : 15-20)
Seorang Kristen kelas dunia ialah orang percaya yang memiliki panggilan khusus dari Allah untuk memenuhi kelima tujuan Allah dalam kehidupan kita yaitu menyembah, bersekutu, bertumbuh serupa dengan Kristus, melayani, dan untuk terlibat dalam misi bersama Allah di dunia ini. Tuhan Yesus telah melakukan misiNya di dunia ini, menggenapi rencanaNya melalui kedatanganNya ke dunia, maka tiba saatnya Tuhan Yesus kembali ke sorga di tempat kemuliaanNya. Sebelum Yesus terangkat ke sorga, Yesus menyampaikan apa yang kita sebut dengan amanat agung Tuhan Yesus, pesan-pesan Tuhan Yesus yang akan menguatkan murid-muridNya dan kepada umat yang percaya di sepanjang zaman.
• Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk
Kata “pergi” menunjukkan suatu tindakan atau perbuatan ke luar, dimana pergi mendekati orang lain, dan bukan menunggu orang lain datang kepada kita. Meninjau kata “memberitakan injil”, dimana kata “memberitakan” (kerusso), dengan arti bagaikan seseorang yang melaporkan berita penting dari raja. Injil itu berasal dari Allah, di luar dari Allah, bukanlah Injil. Allah telah membawa berita yang baik kepada umat manusia. Penginjilan yang berhasil jika membuahkan “iman percaya dan pertobatan dalam hidup seseorang”. Ini merupakan respons seseorang yang telah mendengar Injil. Ini bagian yang harus kita lakukan, dan juga merupakan syarat masuk ke dalam Kerajaan Surga, seperti yang dikatakan Yohanes kepada Nikodemus : “Jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah” (Yoh. 3:3).
Penginjilan sendiri terbagi dalam tiga bentuk dimana dalam bentuk pendidikan formal (di sekolah-sekolah umum lewat mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen), pendidikan informal (dengan jalur pendidikan keluarga dan lingkungan yang berbentuk kegiatan belajar secara mandiri), serta pendidikan nonformal yaitu pendidikan yang terorganisir yang berlangsung sendiri atau sebagai bagian dari kegiatan yang lebih luas di luar sistem formal yang dimaksudkan. Contoh pendidikan nonformal sendiri yaitu organisasi-organisasi, kelompok belajar, tempat penitipan anak, sanggar, tempat kursus, katekisasi sidi, sekolah minggu, lembaga pelatihan khusus.
Tuhan Yesus berkata “Pergilah”. Perintah untuk pergi tidak hanya dipahami sebagai perintah untuk berangkat ataupun berjalan memberitakan Injil ke dunia ini, namun juga kata “pergilah” juga harus kita pahami bahwa Injil tidak hanya diberitakan tapi juga harus “hidup menurut Injil” yang telah kita terima dari Tuhan Yesus. Kita sebagai kader-kader GMKI, sebagai orang yang percaya kepada Tuhan Yesus sebaiknya tidak hanya sekedar pewarta Injil namun juga harus berjalan sambil memperlihatkan hidup yang dipenuhi Injil Kristus. Bagaimana kita dapat memberitakan Injil jika orang lain tidak dapat melihat contoh atau teladan hidup yang dikuasai Injil dalam hidup kita. Itu jugalah yang dapat kita lihat dari kedatangan Yesus ke dunia ini, bahwa Allah menyatakan DiriNya menjadi manusia salah satunya untuk memperlihatkan bahwa janji keselamatanNya yang telah disuarakan oleh para nabi bukanlah omong kosong. Kebesaran kasih Tuhan kepada kita manusia tidak hanya kata-kata, namun Yesus buktikan itu melalui kehidupanNya dan juga Dia buktikan hingga mati di kayu salib.
Tuhan Yesus memerintahkan untuk memberitakan injil “kepada segala mahluk”. Artinya adalah kepada semua yang Tuhan ciptakan. Jika kita sudah hidup dalam Injil Kristus, maka Injil itu haruslah melekat dalam diri kita. Injil itu harus berkuasa dalam diri kita, bukan sebaliknya, kita memakai Injil sesuai dengan keinginan kita. Wujud nyata pemberitaan Injil harus nampak dan berdampak kepada setiap mahluk ciptaan Tuhan, manusia, hewan, dan tumuh-tumbuhan (all creations). Hal ini juga berkaitan erat dalam motivasi pokok GMKI yaitu kesadaran terhadap lingkungannya dan panggilan Tuhannya.
• Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum,
“Percaya dan dibaptis” adalah dua hal yang mutlak harus terjadi dalam diri seseorang untuk menerima keselamatan dari Tuhan Yesus. Pertobatan dari hidup lama kepada hidup yang baru melalui baptisan dan untuk seterusnya dan selanjutnya hidup dalam iman percaya kepada Tuhan Yesus. Baptisan bagi umat Kristen adalah pemeteraian bebas dari dosa, lahir kembali sebagai anak-anak Allah, dan bergabung dengan gereja setelah dijadikan serupa dengan Kristus. Baptisan kudus bukan hanya sebatas ritus yang harus dijalani setiap orang untuk masuk dalam Kerajaan Allah (menjadi anggota gereja). Keselamatan dari Tuhan Yesus itu harus kita hidupi, hidup setiap orang yang sudah dibaptis dan percaya kepada Tuhan Yesus tentu akan berbeda dari orang yang tidak percaya. Sebab itu, akan sangat janggal ketika ada yang sudah dibaptis dan mengaku percaya, namun kehidupannya, perilakunya, sikapnya tidak memperlihatkan orang-orang yang telah diselamatkan.
• Tanda-tanda yang menyertai orang-orang percaya: (1) Mereka akan mengusir setan-setan demi nama Yesus, (2) Mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, (3) Mereka akan memegang ular, dan (4) Sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; (5) Mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit – orang itu akan sembuh.”
Melaksanakan tugas memberitakan Injil oleh setiap pelayan gereja maupun oleh warga jemaat bukan hal yang mudah di tengah dunia yang jatuh dalam dosa. Dalam proses penginjilan itu sendiri akan adanya suatu dinamika, tetapi bagaimana respon kita sebagai kader GMKI khususnya orang-orang percaya dapat memahami itu sebagai berkat atau beban dalam kehidupan beriman kita. Rasul Paulus dalam melaksanakan tugas penginjilannya juga pernah mengakui bahwa penginjilan itu boleh membuat dia dalam bahaya. Rasul Paulus dalam kesaksiannya sebagaimana disebutkan dalam kitab Rasul Paulus di Roma 8:36 mengatakan: “Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan”. Walaupun sulit namun bukan artinya tidak bisa, sebab kesulitan itu tidak sebanding dengan kuasa Tuhan yang menyertai orang percaya. Walaupun Yesus sudah naik ke sorga, namun Tuhan Yesus tetap bekerja menyatakan InjilNya melalui para rasul dan juga setiap orang yang percaya.
• Murid-murid pun pergi memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.
Tuhan Yesus menguatkan dan meneguhkan hati para muridNya, bahwa Tuhan sendirilah yang memanggil dan menyuruh mereka memberitakan Injil. Tuhan akan menolong mereka bekerja menyatakan InjilNya Tuhan memakai umat ciptaanNya menjadi alat atau media untuk menyatakan firmanNya di dunia ini. Kita sebagai kader GMKI baiklah dapat menjadi pemberita Injil yang tidak bermegah atas Firman maupun berita Injil yang kita beritakan, sebab itu semua adalah pekerjaan Roh Tuhan. Di sisi lain, kita tidak boleh berkecil hati jika kita dihina, direndahkan karena melakukan kebenaran firman Tuhan. Jangan takut untuk melakukan kebenaran Tuhan, sebab Tuhan menyertai kita. Tuhan turut bekerja bersama kita untuk meneguhkan Firman Tuhan di dunia ini.
Memberitakan Injil bukan hanya kepada orang yang belum percaya, tetapi juga untuk orang yang sudah menerima Yesus sebagai Juruslamatnya, dengan tujuan untuk membuat seseorang itu bertumbuh dan semakin mengakar dalam imannya kepada Kristus. Penguatan dan pembentukan karakter yang kokoh dalam Kristus menjadi tujuan pembinaan dan pengajaran Injil kepada yang sudah percaya.