“Mengawal Resolusi Pergerakan Ormawa FEB Ditengah Maraknya Perkembangan Program Kampus Merdeka”

 

Organisasi mahasiswa adalah organisasi yang beranggotakan mahasiswa untuk mewadahi bakat, minat dan potensi mahasiswa yang dilaksanakan di dalam kegiatan dan ekstra kurikuler. Organisasi ini dapat berupa organisasi kemahasiswaan intra kampus, organisasi kemahasiswaan antar kampus, organisasi ekstra kampus maupun semacam ikatan mahasiswa kedaerahan yang pada umumnya beranggotakan lintas atau antar kampus. Pada dasarnya, Organisasi Mahasiswa adalah sebuah wadah berkumpulnya mahasiswa demi mencapai tujuan bersama, namun harus tetap sesuai dengan koridor AD/ART yang disetujui oleh semua anggota dan pengurus organisasi tersebut. Organisasi Mahasiswa tidak boleh keluar dari rambu-rambu utama tugas dan fungsi perguruan tinggi yaitu tri darma perguruan tinggi, tanpa kehilangan daya kritis dan tetap berjuang atas nama mahasiswa, bukan pribadi atau golongan.

Pada saat ini banyak sekali program-program kampus merdeka yang diselenggarakan oleh Pemerintah yang menarik minat dari Mahasiswa yang mungkin akan berdampak pada pergerakan ormawa terkhususnya ormawa di FEB USU. Itulah yang menjadi bahan perdiskusian oleh pihak kampus dan beberapa mahasiswa yang mengambil program tersebut. Pada hari rabu, 23 November 2022 pada pukul 16.00 WIB di Gedung MIKIE WIJAYA. Ada 4 Pemantik yang akan memberikan materi mengenai topik “Mengawal Resolusi Pergerakan Ormawa FEB Ditengah Maraknya Perkembangan Program Kampus Merdeka”.

Pemantik pertama adalah Saudari Moralina Margaret yang merupakan mahasiswi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis yang sudah 2 kali mengikuti program MBKM, Moralina dalam pemaparan materinya menjelaskan tentang program MBKM yang sudah beliau jalani, Beliau mulai menjelaskan tentang apa itu MBKM, keuntungan mengikuti MBKM, Program yang ditawarkan oleh MBKM, Apa keuntungan dari MBKM, syarat untuk mengikuti MBKM, serta cara yang dapat digunakan untuk mengikuti program yang di tawarkan dalam MBKM. Pemantik Kedua adalah Bapak Muhammad Arif Lubis,SE,M.Si yang merupakan salah satu Dosen FEB yang turut terlibat dalam penawaran program MBKM di Kampus terutama Fakultas FEB. Dalam pemaparan materinya pak Arif menjelaskan tentang program MBKM yang di tawarkan kampus, perkembangan yang di tawarkan MBKM, bagaimana minat mahasiswa dalam mengikuti MBKM yang ternyata tidak sebanyak kuota yang di sediakan oleh pihak kampus, dan masalah-masalah yang di hadapi oleh pihak kampus dan juga yang dikeluhkan oleh mahasiswa yang ingin mengikuti program MBKM. Pemantik ketiga adalah saudara Syah Reza Aulia yang merupakan salah satu mahasiswa FEB USU dan sekaligus Ketua Koms HMI FE, Dan Pemantik keempat adalah Josua Sihombing yang merupakan Waket Aksi dan Pelayanan GMKI koms FEB USU dan salah satu mahasiswa FEB USU. Pemantik ketiga dan Keempat menjelaskan tentang bagaimana kondisi organisasi masing-masing saat ini dimana terjadi krisis kader dalam organisasi apalagi sedang maraknya program MBKM yang menarik minat banyak mahasiswa dan mengurangi minat mahasiswa dalam mengikuti organisasi.

Dalam proses perdiskusi ada 2 sesi tanya jawab yang dilaksanakan, sesi pertama berisi 3 orang pertanya. Setelah diskusi tanya jawab dibuka “Besarnya dukungan penuh pihak kampus terhadap Kampus Merdeka sangat tampak, disini mengakibatkan bagaimana eksistensi ormawa menjadi semakin menurun sehingga menimbulkan pertanyaan Bagaimana sikap kampus terhadap fenomena ini?”, Tanya Riris. Setelah itu dilanjut dengan pernyataan dari ketua HMM FEB USU yang menyatakan bahwa pihak kampus tidak efektif dalam memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang kalah dibatch MBKM sebelumnya. Peserta yang lain juga turut memberikan tanggapan bahwasannya bukan hanya MBKM yang menjadi penyebab semakin berkurangnya peminat organisasi di kampus namun terdapat banyak factor yang menyebabkan hal itu terjadi seperti pengkaderan organisasi yang sangat minim, ucap salah satu anggota HMA.

Nah, untuk sesi kedua kali ini ada 2 penanya lagi yakni salah satu anggota GMKI Koms FEB USU yang menanyakan tentang bagaimana sih pandangan pihak kampus terhadap kampus merdeka yang membuat organisasi terhambat dan juga menanyakan tentang apa yang menjadi jaminan dari pihak kampus sendiri untuk eksistensi organisasi yang ada di kampus terutama di FEB. Dan pertanyaan yang terakhir diberikan kesempatan kepada salah satu anggota dari HMI koms FE yakni mempertanyakan bagaimana peranan penting ormawa sebagai perpanjangan kampus yang kini dipersulit misalnya dalam penggunaan aula FEB USU, peralatan dan lain-lain yang harus disewa ucap Rasyid.
Adapun hasil dari diskusi tanya jawab yang berlangsung adalah bagaimana sebenarnya pihak kampus dalam program MBKM ini mendukung penuh untuk mahasiswa bisa mengembangkan baik soft skill maupun hard skill sebelum mereka terjun ke lapangan kerja bisa dilihat dari banyaknya program MBKM yang ditawarkan seperti magang, kampus mengajar, pertukaran pelajar, dan masih banyak lagi terdapat sekitar 9 program MBKM. Nah, disini terlihat banyak manfaat positif dari program MBKM ini namun pihak kampus menyayangkan bagaimana mahasiswa lupa akan pentingnya organisasi yang sebenarnya kita ketahui memiliki peranan dalam kehidupan di dunia kampus dan pemerintahan nantinya.

Dari pihak Ormawa sebelumnya beranggapan bahwa sebenarnya MBKM ini menjadi penghambat perkembangan organisasi di kampus namun setelah berdikusi, ormawa sadar bahwasannya faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan minat mahasiswa untuk mengikuti organisasi adalah dari organisasi tersebut. Yang dimana terjadinya penurunan kualitas pengkaderan dan kurangnya branding dari organisasi tersebut yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan daya minat dari mahasiswa untuk ikut beroganisasi.

Dari kesimpulan hasil diskusi kampus pertama ini menyatakan bahwasanya pihak kampus akan melakukan tindak lanjut dalam menyikapi segala permasalahan organisasi baik dari segi infrastruktur dan menjawab pertanyaan mahasiswa mengenai MBKM sebagai penghalang organisasi yang dimana pihak kampus akan menerima mahasiswa MBKM disemester 7 dan 8 baik itu pertukaran mahasiswa, Magang , ataupun kampus mengajar.

 

4.5 2 votes
Article Rating