“BURUH ADALAH PONDASI BANGSA”
Buruh adalah pondasi atau dasar utama yang menopang seluruh gerak ekonomi bangsa, namun saat ini posisi mereka justru berada di titik paling bawah (dasar) karena terhimpit krisis daya beli. Buruh adalah mesin penggerak industri dan nadi konsumsi domestik. Tanpa kerja keras mereka, pabrik berhenti beroperasi dan roda ekonomi pun akan macet. Namun, metafora “Pondasi Bangsa” kini berhadapan dengan kenyataan pahit yaitu Badal Harga.
Ketika harga kebutuhan pokok melonja ktinggi, upah yang diterima buruh seringkali habis hanya dalam sekejap. Kondisi ini membuat pondasi ekonomi Indonesia sedang “sakit di dasar krisis. Buruh dipaksa memangkas nutrisi, terjerat utang demi menambal lubang kebutuhan, hingga pendidikan anak. Padahal kita katahul saat ini, menunda pendidikan untuk anak adalah salah satu hal tepenting yang harus kita utamkan demi kemajuan bangsa Inl. Jika pondasi ini dibiarkan rapuh, maka seluruh bangunan ekonomi negara berada dalam ancaman ketidakstabilan sosial
Naiknya harga kebutuhan pokok seperti Beras, Cabal, Bawang Merah, Minyak Goreng, serta Daging Ayam dan Telur mengalami kenaikan harga yang signifikan. Bahkan dalam sektor Bahan Bakar Minyak pada saat ini, yang diakibatkan juga dari gejolak harga energi global dan dampak konflik geopolitik yang saat ini terjadi.
Latar Belakang ( Unduh )