Mahasiswa Sebagai Investor Muda yang Ideal
By: Kevin Etanta Tarigan, AKT’20
Dewasa ini minat masyarakat untuk investasi cenderung meningkat. Hal ini dikarenakan pengenalan dan edukasi mengenai investasi saat ini tersebar dimana-mana seperti di media sosial, webinar, seminar dan iklan. Selain itu beberapa instrumen investasi juga mudah diakses hampir semua kalangan. Investasi sendiri dapat diartikan sebagai penundaan konsumsi sekarang untuk digunakan di dalam produksi yang efisien selama periode waktu tertentu. Instrument investasi yang populer di Indonesia adalah saham, reksa dana, emas, properti dan deposito.
Mahasiswa sebagai agent of change diharapkan mampu menjadi salah satu calon investor muda ideal dan berkontribusi aktif memajukan serta meningkatkan investasi di pasar modal Indonesia. Berinvestasi adalah langkah yang tepat untuk saat ini dalam mempertahankan nilai daya beli masyarakat dan memperoleh passive income di masa yang menentu dan penuh dengan ancaman resesi dan perang. Salah satu instrumen investasi yang paling diminati mahasiswa adalah menanam modal dalam bentuk saham. Hal ini karena pasar saham dikatakan dapat memenangkan pertempuran dengan inflasi karena bisa memperoleh dividen (laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham) dan bisa juga memperoleh capital gain (Keuntungan ini yang diperoleh saat melakukan penjualan saham dengan harga jual yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan harga beli). Hal tersebut membuat nilai saham semakin mengalami peningkatan. Memang, nilai saham dapat mengalami penurunan, namun umumnya penurunan tidak secara signifikan. Selain itu pasar saham kita masih ditopang oleh investor ritel dalam negeri dan entitas yang listing di bursa efek juga mayoritas memiliki fundamental yang kuat. Jadi pilihan investasi di pasar saham adalah langkah yang bijak bagi investor cerdas.
Namun sebagai investor yang cerdas kita harus bijak dalam memilih saham yang akan kita tanam dan tidak boleh main tebak-tebakan. Banyak saat ini investor yang terjebak FOMO (Fear Of Missing Out) atau perasaan takut secara berlebihan saat tidak membeli saham yang mengalami kenaikan harga sehingga memaksakan diri membeli aset tersebut. Kecenderungan rasa takut ini menjadi suatu reaksi para investor atau trader saat menghadapi kondisi pasar modal. Oleh karena itu perlu pemahaman dan analisis yang kuat agar dapat meminimalisir risiko investasi. Investor perlu melakukan analisis fundamental untuk membuat keputusan dalam memilih saham mana yang akan dibeli untuk jangka panjang. Analisis fundamental adalah metode analisis yang didasarkan fundamental ekonomi suatu perusahaan yaitu menghitung nilai intrinsik dengan data keuangan perusahaan. Karena itulah teknik ini menitikberatkan pada rasio-rasio finansial. Selain melalui analisis fundamental, investor juga bisa menggunakan analisis teknikal dengan mengamati pola-pola seperti data pasar, harga saham serta volume transaksi saham. Selain saham kita juga memiliki pilihan jenis intrumen investasi lain yang ramah bagi pemula seperti reksadana dan menabung emas. Dewasa ini kita sudah dimudahkan dalam berinvestasi karena banyak sekuritas yang membuka platform online (aplikasi) sehingga para pengguna mudah mengakses dan memantau pergerakan saham. Selain itu edukasi mengenai investasi juga mudah diakses seperti Ajaib, Pluang, Stockbit dan masih banyak lagi yang menyediakan informasi mengenai investasi dan langkah-langkah berinvestasi yang bijak. Jadi tidak ada lagi alasan bagi kita untuk tidak bisa jadi investor cerdas.
Narasi.pdf (unduh)