Indirect Love

by : Bobby Frans, EP’21

Bulan Januari sudah berlalu, sudah berapa banyak kesedihan dan kekecewan yang kita alami?

Pastinya ada banyak sekali bukan, apalagi kita sebagai muda-mudi
sangat berharap sekali dapat menjalani hidup yang baik tanpa ada masalah. Namun sayang sekali keinginan kita tidak tercapai semudah itu. Banyak proses yang harus kita jalani, banyak rintangan, rasa sakit dan air mata untuk dapat menggapai mimpi.

Tapi memang begitulah hidup. Ketika apa yang diinginkan bisa langsung saja tercapai apa arti dari perjuangan? Karena pada akhirnya ketika mimpi kita tercapai yang telah di lalui oleh penderitaan,akan ada kegembiraan luar biasa yang kita rasakan.

Kadang ketika kita sedang diproses oleh Tuhan, kita semena-mena mengeluh dan terkadang agak marah. Namun bukan berarti Tuhan membiarkan kita bersedih begitu saja. Tuhan sesekali menyelipkan kebahagiaan kecil yang ada di sekitar kita untuk menciptakan penghiburan. Namun karena besarnya keluh kesah yang kita ciptakan sendiri, kebahagiaan itu luput begitu saja dan menganggap tidak ada kebahagiaan yang Tuhan berikan.

Ingatlah bahwa pada akhirnya kita hanya dapat meminta tanpa adanya bersyukur. Walaupun menyakitkan ingat bahwa proses dan hasil yang akan Tuhan sediakan akan memberikan kebahagiaan yang luar biasa.

“I asked for strength and God gave difficulties to make me strong. I asked for wisdom and God gave problems to solve. I asked for courage and God gave dangers to overcome. I asked for love and God gave me troubled people to help. My prayers were answered.” -Bishop Rossin

Yesaya 46:9-10
Tak ada Allah lain yang mengetahui segala hal dari sejak zaman purbakala. Kita memiliki Allah yang telah merancangkan segala hal sejak dari
awal hingga akhir hidup kita. Keputusan-Ku akan sampai, dan segala kehendak-Ku akan Kulaksanakan.

Opini.jpg (unduh)

0 0 vote
Article Rating