PENDIDIKAN YANG MEMERDEKAKAN MANUSIA

oleh: Maria Tambunan, Akt’19

 

Bersatu Bangun Bangsa. Menurut saya pendidikan adalah salah satu jalan untuk mampu membangun bangsa Indonesia menuju arah yang baik. Namun Pernah kita berpikir dan bertanya sebenarnya apa sih tujuan kita sekolah sampai 12 tahun, bahkan kita juga mengejar pendidikan St sampai S2 dan S37. Apakah hanya sekedar supaya pintar, dapat nilai bagus dan dapat ijazah untuk digunakan di dunia kerja. Jika begitu kenapa kita sering mendengar senior-senior kita yang sudah memiliki pengalaman didunia kerja, mereka berkata bahwa ilmu yang kita dapat dibangku sekolah dan bangku kuliah tidak lebih dari 15% yang digunakan. Berarti tujuan pendidikan bukan hanya sekedar itu saja. Menurut saya tujuan pendidikan itu mengubah pola pikir, kita diciptakan menjadi pribadi yang growth mindset, dan kita diajari Team work dan kita juga belajar Problem Solving dan Critikal Thinking ini semua kita dapat melalui pendidikan Namun Menurut khi hajar dewantara tujuan pendidikan itu adalah memerdekakan manusia. Manusia merdeka menurutnya adalah Orang yang Selamat raganya bahagia jiwanya dan memang itulah tujuan kita juga didunia ini supaya kita selamat dan bahagia. Menurutnya juga bahwa pendidikan itu memiliki 3 peranan penting yaitu :

1. Memajukan dan menjaga diri

2. Memelihara dan menjaga bangsa,

3. Memelihara dan menjaga dunia

Semua diawali dari diri kita sendiri dimana disini mampu menguasai diri kita sendiri dan mampu memberikan afirmasi positive dengan sesama kita, jika kita menjadi orang yang selalu membawa vibes yang positif maka orang yang disekitar kita juga akan termotivasi dan semangat seperti kita, diawali dari lingkungan keluarga kemudian terangga dan akhirnya satu negara jika negara sudah makmur maka berdampak buar negara lain juga. Dan Khi Hajar Dewantara menyebut itu sebagai Filosifi Tri Rahayu. Konsep ini ada karena Beliau percaya bahwa semua itu saling terhubung dan semuanya berkontribusi pada kepentingan yang lebih besar. Dari hal kecil menuju hal besar dan semuanya itu all connecting. Semua itu terhubung, dan itu dimulai dari diri kita masing-masing- Secara garis besarnya memerdekakan satu orang adalah langkah awal dari memerdekakan satu keluarga, memerdekakan keluarga adalah langkah awal memerdekakan suatu daerah, memerdekaan.

Kemudian kita juga pasti mengenal Filosofi ini yaitu Tri-kon. Trikon ini merupakan sebuah filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara yang berartikan bahwa pendidikan itu harus kontinu. konvergen, dan konsentris. Yang dimaksud dengan continue adalah pendidikan itu harus terus berlanjut pendidikan itu adalah seumur hidup, tidak ada yang namanya capek belajar tapi selalu belajar. Kemudian Konvergen adalah kita harus mencari ilmu dari berbagai sumber jangan mau stuck disatu sumber saja namun cari dari berbagai buku, jurnal atau pun artikel, jangan mau belajar hanya pada satu sumber apa lagi jaman sekarang media pembelajaran itu sudah sangat banyak di interner, dan yang terakhir konsentris artinya ketika mengambil ilmu dari berbagai sumber dan dari para ahli, namun jangan lupa ilmu-ilmu tersebut disesuaikan kembali dengan identitas kita dan juga konteks yang ada di kehidupan kita musing-masing. Jadi menggunakan ilmu sesuai konteks.

Nahh sekarang apa hubungan membangun suatu bangsa dengan pendidikan, kita tau bahwasanya tahun 2045 kita akan mengalami yang namanya bonus Demografi yang artinya jumlah angakatan yang produktivitas lebih banyak dibandingkan angakatan non produktivitas yang artinya jumlah angkatan kerja akan lebih banyak dibandingkan angkatan bukan kerja dan kita merupakan angkatan kerja, aku dan kamu menjadi salah satu yang masuk bagian tersebut. Tetap jika kita menjadi anak muda yang tidak berpendidikan mau ke tangan siapa mau kita berikan Indonesia tercinta kita mi, apa akan kita berikan ke tangan bangsa lain? Kan tidak, oleh karena itu langkah yang bisa kita lakukan untuk membangun bang itu adalah belajar lah serius saat ini, karena Indonesia ini 20 tahun lagi akan berada ditangan kita bersama, Karena Bonus Demografi ini seperti pisau bermata dua dia kan berdampak besar nantinya kepada Indonesia jika angkatan kerja tersebut berpendidikan dan mampu membawa Indonesia lebih baik kedepannya, dan akan menjadi Boomerang kepada Indonesia jika mental anak mudanya adalah mental miskin, yang sering galau tidak jelas, dan apalagi anak muda yang mudah terprovokasi dengan keadaan yang tidak mampu menyaring informasi yang benar maka saat itu Indonesia bisa hancur.

So, apa lagi berbahagialah saat ini ketika sudali bisa duduk dibangku kuliah, semoga kita menjadi anak muda yang mampu membawa Indonesia ini menuju Indonesia Emas pada tahun 2045.Sekian dan Terimakasih.

 

Opini.pdf (unduh)

 

5 1 vote
Article Rating