JASMERAH
JANGAH SEKALI-KALI MELUPAKAN SEJARAH
Ririn Nababan EP’22
Sampai saat ini, perkembangan sejarah masyarakat Indonesia dipengaruhi oleh Gerakan 30 September 1965 (G30S PKI). Setelah G30S PKI, pembantaian jutaan orang dengan tujuan menghapus komunisme mulai terjadi. Selain itu, peristiwa tersebut berdampak pada kehidupan ekonomi, politik, dan kemanusiaan secara keseluruhan. Indonesia mengalami krisis ekonomi yang parah ketika G30S muncul. Sejak 1962, negara ini telah mengalami hiperinflasi, di mana harga barang kebutuhan pokok meningkat secara drastis. Misalnya, harga telur ayam meningkat dari Rp400 menjadi Rp800 per butir. Di sisi lain, kelangkaan barang seperti minyak dan sabun juga menjadi masalah besar. Ketegangan politik dan konflik antar kelompok masyarakat adalah beberapa faktor yang berkontribusi pada krisis ini. Setelah peristiwa G30S, struktur politik dan ekonomi Indonesia mengalami transformasi yang signifikan. Di bawah kepemimpinan Soeharto, Orde Baru membawa perubahan kebijakan ekonomi yang signifikan yang menekankan pertumbuhan dan stabilitas makroekonomi. Namun, akibat dari tragedi tersebut, stigma sosial terhadap mereka yang dituduh terlibat dalam PKI terus berlanjut hingga generasi ini. Kaitan antara G30S dan kondisi ekonomi Indonesia saat ini dapat dilihat dari bagaimana sejarah membentuk kebijakan dan persepsi masyarakat. Keluarga penyintas tragedi sering kali mengalami diskriminasi dan stigma yang diwariskan. Keadaan politik dan sosial saat ini dibentuk oleh kebijakan ekonomi yang diterapkan setelah kejadian, termasuk penguatan ideologi komunis. Kebijakan-kebijakan ini masih berdampak pada masyarakat dalam hal distribusi kekayaan dan akses ke kesempatan ekonomi
Opini (unduh)