Penghinaan Terbesar Sang Juruselamat
Syalom saudara-saudara terkasih di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, bagaimana kabar hari ini? Semoga damai sejahtera dan kasih sukacita dari Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Apapun situasi dan kondisi yang yang terjadi dalam hidup kita, biarlah kita tetap dapat senantiasa bersyukur atas segala kehendak dan ketetapan-Nya dalam hidup kita. Karena kita percaya bahwa Tuhan Yesus Sang Kepala Gerakan akan selalu menolong dan mengiringi setiap langkah perjalanan hidup kita.
Pada hari Jumat Agung, kita mengingat pengorbanan yang Yesus lakukan untuk kita. Yesus disiksa, dipakaikan mahkota duri, dan diolok oleh banyak orang. Dia juga harus memikul salib kayu salib dan disalibkan di Bukit Golgota. Yesus sangat mencintai kita sehingga Ia rela menghadapi rasa sakit, penghinaan dan kematian agar manusia dapat menjalani hidup tanpa penghukuman dan memiliki hidup yang kekal. Ini adalah cinta sejati yang paling dalam dan murni.
Terkadang, kita mungkin berpikir bahwa apa yang telah Anda lakukan ‘terlalu buruk’ untuk diampuni. Jadi alih-alih mengakuinya kepada Yesus, Anda memilih untuk membawa beban itu kemana-mana. Beban itu dapat berupa kepahitan, kecemburuan, depresi, kemarahan atau perasaan tidak berharga lainnya. Tindakan ini serupa dengan membawa ransel yang penuh dengan batu-batu berat. Namun saat ini, Tuhan tidak ingin Anda membawa ransel lagi. Dia ingin Anda meninggalkannya di kayu salib di mana Yesus memberikan hidupnya untuk Anda.Tuhan tidak ingin kita memikul kesalahan dan dosa dengan sia-sia, sebab ia sudah membayar harga dengan mati di kayu salib. Jadi, kita harus meninggalkan beban itu di kayu salib dan berhenti mencoba mengambilnya lagi. Ingatlah pada firman Tuhan dalam Ibrani 8:12 yang berbunyi:
“Karena aku akan berbelas kasihan atas perbuatan salah mereka, dan aku tidak akan pernah lagi mengingat dosa mereka.”
Jika merasa terbeban dengan masalah dan dosa, kita harus jujur kepada Tuhan dan meminta Dia untuk memberikan pertolongan. Percayalah bahwa Dia akan memulihkan dan menopang hidup Anda. Dia akan mengangkat beban Anda dan memikulnya untuk Anda.
Perihal apa yang pernah membuat anda dihina? Kelemahan atau ketidakmampuan anda? Kelakuan yang aneh menurut mereka? Kesalahan yang memalukan? Atau anda pernah direndahkan melalui fitnah? Semua itu tentu sangat menyakitkan hati.
Namun pernahkah anda membayangkan betapa kejinya penghinaan yang diterima Kristus? Ia dipermalukan dengan hukuman yang sama dengan penjahat besar : digantung di atas kayu salib. Kepada-Nya dipakaikan jubah ungu kebesaran , namun hanya untuk bahan tertawaan. Setelah dikenakan sebentar kepada-Nya, jubah itu dicopot dan dijadikan bahan rebutan. Ia pun telanjang. Inilah pelecehan seksual yang dahsyat. Mahkota-Nya bukan bertahtakan emas dan permata, melainkan terbuat dari duri untuk menyakiti-Nya. Ia diludahi, dipukul, dicambuk, perlakuan yang lebih keji dibanding dengan binatang. Bahkan Ia diminta membuktikan keilahian-Nya dengan menyelamatkan diri-Nya. Namun Yesus mengampuni mereka semua. Ia tidak membalas , melainkan menyerahkan semuanya kepada Allah yang menghakimi dengan adil.
Tentu tidak mudah untuk menghadapi luka hati akibat penghinaan. Mungkin penderitaan yang anda alami bukan dari sisi emosi semata. Cacat fisik yang membekas, reputasi yang hancur relasi yang rusak mungkin adalah dampak yang harus anda tanggung hingga sekarang. Yesus sungguh mengerti apa yang anda derita, sebab ia sendiri pun pernah mengalaminya. Kita sebagai umat percaya diminta untuk meneladani-Nya. Perlu ada keputusan untuk mengampuni penghina kita. Selebihnya, kita serahkan kepada Bapa yang memiliki hak untuk mengadili.
Kekristenan mengenal pertukaran pertukaran yang yang menyangkut karya Allah dalam hidup orang percaya. Salib menandai pertukaran terbesar yang dilakukan-Nya dengan tidak menyayangkan anak-Nya sendiri. Pertukaran tersebut murni inisiatif dari Allah untuk mengatasi ketidakberdayaan manusia. Inisiatif Allah berujung pada hidup kekal pada siapa yang percaya kepada anak-Nya. Pertukaran di atas kayu salib ditempuh Allah sebagai satu-satu nya jalan untuk menjawab kebutuhan akan keselamatan dari setiap orang yang dikasihi-Nya. Jawaban atas kebutuhan hakiki tersebut bekerja ketika seseorang mengalami perjumpaan dengan Kristus dan merasakan kasih-Nya yang begitu besar memuaskan dirinya. Hanya kehendak Allah yang bakal menjamin, bahwa siapa memilikiAnak, ia memiliki hidup.
Bagi orang percaya salib merupakan jawaban atas kebutuhan keselamatan dalam ketidakberdayaan manusia menyelamatkan hidupnya. Ia mengalami kedahsyatan pertukaran terbesar sebagai bagian dari kehendak Allah, yang kelak akan membawanya menikmati kehidupan kekal.