Indonesia Bergabung dalam Dedolarisasi, Apa Pengaruhnya Bagi Rupiah?
Tata Laksana
Diskusi Tematis I telah terlaksana pada hari Jumat, 7 Oktober 2023 secara ofline di Sekretariat Taktis GMKI GMKI FEB USU Fakultas Jl. Marakas No.33. Diskusi Tematis I ini mengangkat tema “Indonesia Bergabung dalam Dedolarisasi, Apa Pengaruhnya Bagi Rupiah?” yang dibawakan oleh Pensiunan Bank Indonesia Owner Grup Bina Swalayan Medan, Bapak Dr. Tumpak Silalahi, S.E., A.K., M.B.A. Diskusi Tematis I berlangsung mulai pukul 15.25 WIB (mengalami keterlambatan selama 25 menit) dan dihadiri oleh 28 Anggota. Kegiatan ini dibuka dengan Doa oleh Yulia Tarigan (Biro Kerohanian). Kemudian dilanjutkan dengan kata pembukaan oleh Moderator yaitu Parade Sinaga (Biro Pendidikan Kader) dan dilanjutkan dengan pemaparan materi, kemudian diskusi tanya jawab dan yang terakhir dilanjutkan dengan pengisian post test yang dibagikan oleh pengurus komisariat. Kemudian ditutup dengan Doa yang dibawakan oleh Yulia Tarigan dan melakukan dokumentasi kegiatan.
Resume Materi
Kebijakan Sektor Riil
Dalam berjalannya perekonomian, di samping adanya kebijakan moneter dan kebijakan fiscal, terdapat kebijakan sector rill yang dijalankan oleh kementrian perdagangan dan perindustrian. Sector rill sangat berpengaruh dalam perekonomian karena bersentuhan langsung dengan kegiatan ekonomi di masyarakat dan menjadi tolak ukur dalam mengetahui pertumbuhan ekonomi. Ada 3 prinsip dalam membuat kebijakan, yaitu:
- Tepat Sasaran
- Tepat Guna
- Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi
Dedolarisasi
Dedolarisasi merupakan upaya penggantian dolar yang biasanya digunakan sebagai mata uang dalam menyelesaikan transaksi bilateral. Dalam hal ini transaksi yang dilakukan diupayakan menggunakan pola local currency settlement (LCS). Local Currency Settlement (LCS) merupakan penyelesaian transaksi perdagangan antara dua negara yang dilakukan di dalam wilayah salah satu negara, dengan menggunakan mata uang negara tersebut. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi ketergantungan akan mata uang utama dunia dalam perdagangan antar negara. Selain itu juga semakin meningkatnya jumlah perdagangan antarnegara Asia, termasuk Indonesia hingga mencapai 25% dari perdagangan dunia.
Dengan adanya dedolarisasi tercipta efisiensi dalam perdagangan. Sebab, para eksportir dan importir akan diuntungkan ketika menggunakan mata uang lokal tanpa perlu menukar dulu ke dolar AS. Selama ini, misalnya, ada eksportir Indonesia menjual barang ke negara lain, sang eksportir tersebut akan menerima pembayaran menggunakan mata uang negara tersebut. Lalu, mata uang negara lain tersebut, dikonversi ke dolar AS. Dari dolar AS baru dikonversi ke rupiah. Akan tetapi, dengan adanya kerja sama LCS Indonesia dengan beberapa negara lain, eksportir RI tak perlu mengonversi mata uang negara lain yang merupakan mitra dagang yang telah diterima ke dolar AS terlebih dahulu. Terkait dengan LCS ada beberapa hal yang sudah dilakukan oleh Bank Indonesi, yaitu:
- Menandatangani nota kesepahaman dengan Bank Negara Malaysia (BNM) dan Bank of Thailand (BoT).
- Meluncurkan frame work kerja sama dengan Appointed Gross Currency Dealer (AGCD) antar beberapa Bank umum di masing-masing negara yang akan berperan dalam LCS
- Menerbitkan ketentuan Bank Indonesia mengenai LCS yang berlaku sejak 2 januari 2018.
Bank-bank ACGD baik di dalam negeri maupun dengan negara mitra dapat melakukan berbagai transaksi, yaitu pembukaan rekening dalam mata uang lokal maupun mata uang negara mitra; transaksi rupiah terhadap mata uang negara mitra; pembiayaan perdagangan dalam mata uang negara mitra; dan transfer dana. LCS yang sudah diterapkan oleh Indonesia dengan Malaysia dan Thailand terdapat beberapa manfaat yang diperoleh oleh eksportir dan importirnya, yaitu:
- Harga lebih Efisien
kuotasi MYR/IDR dilakukan secara langsung tidak melalui USD sehingga kurs lebih baik. - Biaya hedging lebih rendah
biaya premi forward dapat lebih rendah jika dibandingkan dengan premi forward ke USD. - Likuiditas MYR dan THB terjamin
berapapun kebutuhan MYR dan THB dapat dipenuhi Bank ACCD karena disupport oleh Bank ACCD negara mitra. - Alternatif investasi
sebagai alternative investasi di dalam mata uang selain USD (bagi perbankan dan eksportir).
Manfaat LCS Untuk Indonesia
- Peningkatan daya saing pelaku usaha
- Pengembangan pasar keuangan domestik
- Memangkas biaya transaksi dan efisiensi setelmen
- Memitigasi risiko nilai tukar
- Mendorong pengembangan pasar keuangan domestic
- Harga lebih efisien
- Biaya hedging lebih rendah
- Likuiditas mata uang lebih terjamin
- Alternatif investasi bagi perbankan dan eksportir
- Membantu stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
RESUME DISKUSI TEMATIS (1) 2023